Legenda Tiffany & Co. John Loring Meninggal, Karyanya Ubah Dunia Perhiasan
Dunia fashion kembali kehilangan salah satu tokoh legendaris. Direktur desain brand perhiasan Tiffany & Co., John Loring, meninggal dunia di usia 86 tahun.
John Loring dikenal sebagai sosok penting yang membentuk identitas modern Tiffany & Co. Ia menjabat sebagai direktur desain rumah perhiasan ikonik tersebut sejak 1979 hingga 2009. Setelah pensiun, ia mendapat gelar kehormatan sebagai design director emeritus.
Selama puluhan tahun berkarier, Loring berperan besar dalam membawa Tiffany & Co. menjadi brand global seperti sekarang. Saat ia mulai bergabung, Tiffany & Co. hanya memiliki tujuh toko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, brand tersebut berkembang menjadi salah satu nama paling berpengaruh di industri luxury.
"Kami sangat berduka atas kepergian John Loring, yang kreativitas dan visinya membantu membentuk identitas modern Tiffany & Co.," tulis pihak Tiffany & Co dlam pernyataan resmi.
"Selama tiga dekade, dia menjabat sebagai Design Director Tiffany & Co. dan terus menjadi penjaga warisan brand dengan penuh dedikasi. Lewat tulisan serta karya kuratorialnya, ia menghidupkan sejarah Tiffany dan memastikan warisannya terus menginspirasi generasi baru."
John Loring menghadiri Gala Pembukaan Toko Baru Tiffany & Co. di Teater La Fenice pada 21 Maret 2016 di Venesia, Italia. Foto: Getty Images for Tiffany & Co./Stefania M. D'Alessandro |
Brand yang berdiri sejak 1837 tersebut juga mengenang Loring sebagai seniman yang memiliki kecintaan besar terhadap keindahan dan craftsmanship.
"Dia akan dikenang tak hanya lewat kontribusinya yang luar biasa, tetapi juga semangatnya yang abadi terhadap seni dan kualitas pengerjaan."
Loring bukan hanya desainer, tetapi juga penulis. Dia telah menulis sejumlah buku tentang Tiffany & Co. Lulusan Yale University ini sebelumnya juga pernah menjadi kepala biro New York untuk majalah Architectural Digest.
Loring sempat belajar di École des Beaux-Arts di Paris, sementara karya lukisan dan cetaknya dipamerkan di museum bergengsi seperti Museum of Modern Art (MoMA), Whitney Museum, hingga Metropolitan Museum of Art.
Dalam perannya di Tiffany & Co., Loring berkeliling dunia untuk memilih berbagai produk yang dijual di butik. Sebuah artikel The New Yorker tahun 1992 menggambarkannya sebagai 'impresario barang mewah' yang memesan jam tangan dari Swiss, keramik dari Portugal, vas dari Murano, hingga porselen lukis tangan dari Paris.
(hst/hst)











































