New Designer To Watch: Nikicio
wolipop
Selasa, 17 Agu 2010 10:34 WIB
Jakarta
-
Walalupun masih terbilang memiliki jam terbang yang sedikit, tak menutup kesempatan desainer muda pamer kebolehan di ajang internasional. Salah satunya Nina Karina Nikicio.
Nina, biasa ia disapa, menemukan hasratnya dalam bidang fashion sejak kecil. Les jahit, les pola juga les gambar ia jalani semenjak masih dibangku sekolah. Nina kemudian semakin serius dengan mengambil program diploma di jurusan Fashion Design LaSalle College of The Arts Singapore. Dengan keseriusannya itulah brandnya bernama NIKICIO mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam Singapore Fashion Week Spring/Summer 2007.
Nama NIKICIO diambil dari nama belakang Nina sendiri. Nama tersebut merupakan nama keluarga, yang mana NIKICIO adalah singkatan dari nama ibu, ayah serta marganya. "Nikicio sebenarnya singkatan dari nama Nita (Ibu), Hengki (Ayah), Cio itu marga chineseku" ujar gadis kelahiran Jakarta, 29 April 1985 itu.
Nikicio berdiri di tahun 2006 saat Nina masih berada di Singapura. Tetapi baru di tahun 2008 Nina memutuskan untuk menjadikan fashion sebagai bisnis saat ia di Jakarta. Dari awal berdiri Nikicio, mulai dari desain, konsep sampai marketing Nina lakukan sendiri.
Nikicio sendiri mempunyai banyak lini. Untuk lini pertama adalah Mixte yang merupakan lini idealis dari Nina sendiri. Produksi dan desain Mixte lebih terbatas dan edgy dibanding lini milik Nikicio yang lain. Pergantian koleksi untuk Mixte juga hanya setahun sekali. Oleh karena itu harga yang ditawarkan juga lebih mahal.
Untuk lini kedua Nikicio adalah Project yang merupakan lini dimana desain Nina berkolaborasi dengan desainer atau artis lainnya. " Dalam kolaborasi hasilnya pun tak melulu harus fashion tapi masih berhubungan dengan dunia kita" jelas Nina saat ditemui di restoran bilangan Jakarta Pusat. Project yang sudah dihasilkan Nina berupa pakaian, tas dan juga aksesori."
Kemudian pada lini ketiga, Nikicio membuat Femme dan Homme. Untuk Femme, Nina menawarkan pakaian yang lebih feminin. Baju-bajunya lebih mengarah kepada pakaian kerja seperti terusan yang simpel, blazer dan lainnya. Nikicio juga membuat pakaian untuk laki-laki dengan line bernama Homme, produk yang dijual sangat variatif. Mulai dari blazer dengan bahan kulit, celana panjang dan pendek yang berpotongan klasik, blazer dua warna dan juga kemeja dari bahan linen.
Lini terakhir Nikicio adalah NN:02 yang dimana ini merupakan pakaian siap pakai dengan desain dan model basic. Seperti kaos, terusan mini polos dengan model lengan panjang, terusan maxi polos dan juga cardigan panjang. Bahan yang digunakan untuk lini ini menggunakan bahan yang diambil dari Bali dan menggunakan bahan organik. Line ini diproduksi masal sehingga harganya lebih murah dibandingkan line lainnya.
Yang menjadi signature dari koleksi Nikicio adalah potongannya yang rapih dan simpel. "Aku lebih main ke clean cut dan simpel, kalau pun ada embellishment pun bentuk bajunya tetep rapih dan nggak macem-macemlah karena kita maunya bisa dipakai kapan saja" jelas Nina yang mendeskripsikan koleksinya dengan dua kata, yakni neat dan unpredictable.
Menurut Nina yang menjadi ideal customer bagi Nikicio adalah orang-orang yang tidak peduli dengan tren. "Pertama yang tidak peduli sama tren, kedua berani dan nyaman dengan dirinya sendiri nggak peduli sama omongan orang dan ketiga dia invest ke setiap pieces baju yang dibeli. Jadi dia mikir baju ini nanti bisa dipake kemana aja ya? Apakah tahan lama, atau cuma buat satu dua tren lalu nggak dipakai lagi".
"Pas awal aku melihat kesempatan untuk bikin ready to wear. Desainer di Indonesia saat itu masih jarang yang bermain ready to wear, yang bener kuat sampe sekarang adalah (x) s.m.l, sisanya couture, wedding gown" ujarnya ketika ditanya apa yang menjadi keberanian dan keoptimisan dalam mendirikan brand. Nina juga merasa belum saatnya ia memiliki butik, yang diperlukannya sekarang adalah meningkatkan brand awreness dari brand Nikicio itu sendiri. "Takut nggak balik modal kalau punya butik" tambahnya sambil tertawa.
Baginya, fashion itu berarti nyaman dan rapih. Menurut Nina "Nggak perlu didikte sama tren dan gender. Aku suka banget pake baju cowokku seperti sharing cardigan, cowoku juga seperti itu. Sangat refreshing dan nggak harus selalu branded".
(eya/fer)
Nina, biasa ia disapa, menemukan hasratnya dalam bidang fashion sejak kecil. Les jahit, les pola juga les gambar ia jalani semenjak masih dibangku sekolah. Nina kemudian semakin serius dengan mengambil program diploma di jurusan Fashion Design LaSalle College of The Arts Singapore. Dengan keseriusannya itulah brandnya bernama NIKICIO mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam Singapore Fashion Week Spring/Summer 2007.
Nama NIKICIO diambil dari nama belakang Nina sendiri. Nama tersebut merupakan nama keluarga, yang mana NIKICIO adalah singkatan dari nama ibu, ayah serta marganya. "Nikicio sebenarnya singkatan dari nama Nita (Ibu), Hengki (Ayah), Cio itu marga chineseku" ujar gadis kelahiran Jakarta, 29 April 1985 itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nikicio sendiri mempunyai banyak lini. Untuk lini pertama adalah Mixte yang merupakan lini idealis dari Nina sendiri. Produksi dan desain Mixte lebih terbatas dan edgy dibanding lini milik Nikicio yang lain. Pergantian koleksi untuk Mixte juga hanya setahun sekali. Oleh karena itu harga yang ditawarkan juga lebih mahal.
Untuk lini kedua Nikicio adalah Project yang merupakan lini dimana desain Nina berkolaborasi dengan desainer atau artis lainnya. " Dalam kolaborasi hasilnya pun tak melulu harus fashion tapi masih berhubungan dengan dunia kita" jelas Nina saat ditemui di restoran bilangan Jakarta Pusat. Project yang sudah dihasilkan Nina berupa pakaian, tas dan juga aksesori."
Kemudian pada lini ketiga, Nikicio membuat Femme dan Homme. Untuk Femme, Nina menawarkan pakaian yang lebih feminin. Baju-bajunya lebih mengarah kepada pakaian kerja seperti terusan yang simpel, blazer dan lainnya. Nikicio juga membuat pakaian untuk laki-laki dengan line bernama Homme, produk yang dijual sangat variatif. Mulai dari blazer dengan bahan kulit, celana panjang dan pendek yang berpotongan klasik, blazer dua warna dan juga kemeja dari bahan linen.
Lini terakhir Nikicio adalah NN:02 yang dimana ini merupakan pakaian siap pakai dengan desain dan model basic. Seperti kaos, terusan mini polos dengan model lengan panjang, terusan maxi polos dan juga cardigan panjang. Bahan yang digunakan untuk lini ini menggunakan bahan yang diambil dari Bali dan menggunakan bahan organik. Line ini diproduksi masal sehingga harganya lebih murah dibandingkan line lainnya.
Yang menjadi signature dari koleksi Nikicio adalah potongannya yang rapih dan simpel. "Aku lebih main ke clean cut dan simpel, kalau pun ada embellishment pun bentuk bajunya tetep rapih dan nggak macem-macemlah karena kita maunya bisa dipakai kapan saja" jelas Nina yang mendeskripsikan koleksinya dengan dua kata, yakni neat dan unpredictable.
Menurut Nina yang menjadi ideal customer bagi Nikicio adalah orang-orang yang tidak peduli dengan tren. "Pertama yang tidak peduli sama tren, kedua berani dan nyaman dengan dirinya sendiri nggak peduli sama omongan orang dan ketiga dia invest ke setiap pieces baju yang dibeli. Jadi dia mikir baju ini nanti bisa dipake kemana aja ya? Apakah tahan lama, atau cuma buat satu dua tren lalu nggak dipakai lagi".
"Pas awal aku melihat kesempatan untuk bikin ready to wear. Desainer di Indonesia saat itu masih jarang yang bermain ready to wear, yang bener kuat sampe sekarang adalah (x) s.m.l, sisanya couture, wedding gown" ujarnya ketika ditanya apa yang menjadi keberanian dan keoptimisan dalam mendirikan brand. Nina juga merasa belum saatnya ia memiliki butik, yang diperlukannya sekarang adalah meningkatkan brand awreness dari brand Nikicio itu sendiri. "Takut nggak balik modal kalau punya butik" tambahnya sambil tertawa.
Baginya, fashion itu berarti nyaman dan rapih. Menurut Nina "Nggak perlu didikte sama tren dan gender. Aku suka banget pake baju cowokku seperti sharing cardigan, cowoku juga seperti itu. Sangat refreshing dan nggak harus selalu branded".
(eya/fer)











































