Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Fakta Baru Kematian Desainer Alexander McQueen

wolipop
Sabtu, 01 Mei 2010 10:26 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Walau sudah tiga bulan berlalu, kematian desainer kondang Alexander McQueen masih jadi perbincangan. Beberapa ahli memiliki dugaan kuat terhadap motivasi bunuh diri pria eksentrik tersebut.

Dalam sidang koroner kematian Queen, pengadilan memanggil psikiater pribadi perancang tersebut, Dr. Stephen Pereira. Stephen mengungkapkan data-data pendukung kalau pria berusia 40 tahun itu memilih mengakhiri hidupnya karena depresi.

Sebenarnya dugaan tentang Queen yang depresi memang bukan isu baru. Tapi Pereira memperkuat asumsinya dengan beberapa perilaku Queen sebelum memutuskan gantung diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pereira, Queen yang tertutup dari lingkungan pergaulan depresi berat karena ditinggal selama-lamanya oleh sang ibu. Queen yang tak lagi percaya pada teman-temannya merasa tak ada lagi gunanya melanjutkan hidup.

Momen sehari sebelum pemakaman sang ibu pun dipilihnya sebagai saat yang tepat untuk pergi dari dunia nyata. Sebelum mengakhiri hidupnya di atas ikat pinggang favoritnya, Queen menelan obat tidur, obat penenang, dan mengonsumsi kokain.

Queen juga telah melakukan riset tentang cara bunuh diri beberapa waktu sebelumnya. Keberhasilannya sebagai desainer ternyata malah membuatnya makin depresi.

Apalagi setelah ia menutup diri dari pergaulan. Queen memilih menjauhi teman-temannya karena mereka semua dianggap hanya memanfaatkan nama besarnya.

Akhirnya Queen memilih mengakhiri hidupnya di usia 40 tahun. Di apartemennya ia menenggak obat penenang dan memilih gantung diri sebagai ungkapan rasa depresinya.

Sepanjang hidupnya Alexander Mcqueen dikenal sebagai perancang yang  jenius. Rancangannya selalu tak pernah bisa ditebak dan menjadi tren.

(eya/fta)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads