Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kenalan dengan Moya, Robot Mirip Manusia Bisa Tersenyum hingga Mengedip

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 20 Apr 2026 19:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Moya, robot humanoid
Moya, robot humanoid Foto: dok. DroidUp
Jakarta -

Robot humanoid terbaru bernama Moya diperkenalkan di publik pertama kali di Shanghai, China. Robot ini disebut sebagai salah satu yang paling realistis sejauh ini, dengan kemampuan meniru ekspresi dan perilaku manusia, bahkan mendekati nyata.

Dikembangkan oleh perusahaan teknologi DroidUp, Moya bahkan dijuluki sebagai robot pertama dengan konsep fully biomimetic embodied intelligent robot. Dalam video yang beredar, robot ini terlihat mampu tersenyum, berjalan, mengangguk, hingga menjaga kontak mata dengan gestur yang sangat alami.

Dengan tinggi 165 cm dan berat 32 kilogram, Moya memiliki proporsi tubuh layaknya manusia dewasa. Robot ini dibangun menggunakan basis Walker 3 yang telah ditingkatkan, dilengkapi dengan struktur otot ringan berbentuk lattice serta opsi kustomisasi tampilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu hal yang membuat Moya terasa hidup adalah kemampuannya mempertahankan suhu tubuh di kisaran 32 hingga 36 derajat Celsius. Selain itu, robot ini juga dapat menampilkan mikro-ekspresi wajah yang halus, detail kecil yang biasanya sulit ditiru oleh robot lain.

Tak hanya itu, Moya disebut mampu berjalan dengan tingkat akurasi postur hingga 92% menyerupai manusia. Fokus pengembang bukan pada kecepatan atau kekuatan industri, melainkan pada gerakan sosial yang halus dan natural.

ADVERTISEMENT

Berbeda dari robot kebanyakan yang digunakan untuk pekerjaan berat, Moya dirancang untuk berinteraksi dengan manusia dalam jangka waktu lama. DroidUp menargetkan penggunaannya di berbagai sektor seperti kesehatan, perawatan lansia, pendidikan, hingga ruang komersial.

Robot ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan emosional, mulai dari menjadi teman berbicara hingga pendamping di panti jompo. Seiring perkembangan teknologi, robot pun semakin canggih dalam membangun koneksi sosial dengan manusia.

Peluncuran komersial Moya diperkirakan akan dilakukan pada akhir 2026, dengan harga awal sekitar 1,2 juta yuan atau sekitar Rp 3 miliar.

Kehadiran Moya tak lagi sekadar soal teknologi, tapi juga membuka diskusi tentang masa depan hubungan manusia dan robot. Dengan tampilan yang semakin realistis, robot seperti Moya mulai menembus batas uncanny valley, fase ketika sesuatu terlihat hampir seperti manusia, namun masih terasa janggal.

Di sisi lain, muncul berbagai pertanyaan etis tentang interaksi manusia dengan robot hingga perannya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah posisi manusia benar-benar bisa tergantikan, terutama di sektor pelayanan sosial?

Pada akhirnya, di sinilah letak kontroversinya. Di satu sisi, robot seperti Moya menawarkan solusi praktis untuk kebutuhan emosional dan perawatan. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa kehadiran mereka justru bisa menggeser nilai-nilai kemanusiaan yang tak sepenuhnya bisa direplikasi oleh teknologi.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads