Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tren Cushion Sunscreen yang Viral, Benar Lebih Praktis dan Efektif?

Vina Oktiani - wolipop
Kamis, 06 Agu 2026 09:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi cushion
Foto: dok. iStock
Jakarta -

Menggunakan sunscreen memang sudah menjadi rutinitas penting sebelum beraktivitas. Namun, tak sedikit orang yang malas mengaplikasikan ulang sunscreen di siang hari, apalagi jika sedang memakai makeup. Nah, kini hadir inovasi baru dari dunia K-Beauty yang disebut cushion sunscreen, yaitu sunscreen dalam kemasan cushion yang praktis dibawa ke mana saja.

Lantas, apa sebenarnya cushion sunscreen dan apakah perlindungannya sama efektif dengan sunscreen biasa? Berikut penjelasannya.

Apa itu cushion sunscreen?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Vogue Arabia, cushion sunscreen adalah tabir surya yang dikemas dalam compact berisi spons, mirip seperti cushion foundation. Cara menggunakannya cukup dengan menekan puff ke spons, lalu ditepuk-tepuk ke wajah.

Berbeda dengan sunscreen berbentuk krim atau lotion yang harus diratakan menggunakan tangan, cushion sunscreen lebih praktis karena bisa diaplikasikan tanpa membuat tangan lengket. Bahkan, produk ini juga bisa digunakan di atas makeup tanpa merusak hasil riasan.

ADVERTISEMENT

Para dokter kulit menjelaskan bahwa keunggulan utama cushion sunscreen bukan terletak pada formulanya, melainkan pada cara pemakaiannya yang lebih praktis. Selama ini banyak orang lupa atau malas mengoleskan ulang sunscreen karena sedang bekerja, bepergian, mengurus anak, atau khawatir makeup menjadi berantakan. Cushion sunscreen hadir sebagai solusi karena mudah dibawa, cepat digunakan, dan tidak meninggalkan kesan berantakan.

Dengan kemudahan tersebut, pengguna jadi lebih disiplin mengaplikasikan ulang sunscreen sesuai anjuran dokter kulit.

Apakah perlindungannya sama dengan sunscreen biasa?

Secara teori, iya. Jika memiliki formula yang baik dan telah melalui pengujian SPF, cushion sunscreen dapat memberikan perlindungan yang setara dengan sunscreen berbentuk krim maupun lotion.

Namun, ada satu syarat penting, yaitu jumlah produk yang digunakan harus cukup. Sayangnya, banyak orang hanya menepuk cushion beberapa kali sehingga sunscreen yang menempel di kulit tidak sebanyak yang dibutuhkan untuk mencapai perlindungan SPF sesuai klaim pada kemasan. Artinya, bukan produknya yang kurang efektif, melainkan cara pemakaiannya yang sering kali kurang maksimal.

Sayangnya hingga kini belum ada aturan pasti mengenai berapa kali puff harus ditekan agar perlindungannya optimal. Karena itu, para ahli menyarankan untuk fokus pada pengaplikasian yang merata di seluruh wajah.

Sebagai panduan, gunakan setidaknya dua lapisan tipis yang saling menutupi dan pastikan puff diisi ulang secara berkala saat digunakan agar seluruh wajah mendapat perlindungan yang cukup.

Kekurangan cushion sunscreen

Meski praktis, cushion sunscreen juga memiliki kekurangan. Puff yang terus bersentuhan dengan wajah lalu dimasukkan kembali ke dalam kemasan bisa menjadi tempat menumpuknya minyak, sisa makeup, hingga bakteri jika tidak dibersihkan secara rutin. Karena itu, puff sebaiknya dicuci secara berkala, terutama bagi pemilik kulit sensitif atau yang mudah berjerawat.

Dokter kulit tetap menyarankan penggunaan sunscreen berbentuk krim atau lotion dalam jumlah cukup sebagai langkah pertama di pagi hari sebelum memakai makeup. Sementara itu, cushion sunscreen lebih cocok digunakan untuk mengaplikasikan ulang SPF saat siang hari, misalnya sebelum keluar makan siang, saat pulang kerja, atau ketika banyak beraktivitas di dekat jendela yang terkena sinar matahari.

Namun, jika akan berlibur ke pantai, berenang, mendaki, atau beraktivitas lama di bawah sinar matahari, sunscreen berbentuk krim atau lotion yang tahan air masih menjadi pilihan terbaik karena mampu memberikan perlindungan yang lebih maksimal.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads