Banyak Desainer Tolak Pinjamkan Baju untuk The Devil Wears Prada, Ini Sebabnya
Meryl Streep membagikan cerita di balik layar film 'The Devil Wears Prada', menjelang perilisan sekuelnya. Dia mengungkap bahwa proses membuat para karakter dalam film terlihat se-fashionable mungkin ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Aktris peraih Oscar ini kembali memerankan sosok editor fashion legendaris Miranda Priestly-karakter yang selama ini kerap dikaitkan dengan Anna Wintour. Dalam wawancara bersama Greta Gerwig untuk majalah Vogue edisi Mei 2026, Meryl mengungkap banyak desainer enggan meminjamkan busana untuk film pertama yang dirilis pada 2006 tersebut.
"Semua orang takut pada Anna di film pertama, jadi kami tidak bisa mendapatkan pakaian," ujarnya, seperti dikutip dari People.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketakutan tersebut membuat tim produksi kesulitan mendapatkan koleksi dari rumah mode besar, meskipun film tersebut berpusat pada dunia fashion.
Berbicara tentang karakter Miranda Priestly di sekuel terbaru, wanita 76 tahun ini menyebut ada sedikit perubahan dari segi tampilan.
Adegan di film 'The Devil Wears Prada 2'. Foto: dok. 20th Century Studios |
"Rambutnya sekarang tidak terlalu lepek. Dia tetap menyukai aksesori, tapi ada sisi fearless yang tidak terlalu memikirkan pendapat orang lain," lanjutnya.
Sementara itu, Anna Wintour turut memberikan pandangannya tentang film tersebut.Fashion editor yang memimpin Vogue US selama puluhan tahun ini menilai film pertama berhasil menggambarkan industri fashion secara realistis.
"Hal yang saya sukai dari film pertama adalah bagaimana film itu menunjukkan bahwa fashion adalah bisnis besar. Ini adalah kekuatan ekonomi global yang nyata, dan film tersebut berhasil menyorotinya," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa industri fashion terus berkembang seiring waktu.
"Banyak yang telah berubah. Tapi saya lebih suka melihatnya sebagai evolusi, bukan kemunduran. Industri ini masih ada," kata Wintour.
(hst/hst)











































