Cerulean Blue Kembali, Meryl Streep Bawa Lagi Warna Ikonis The Devil Wears Prada
Aktris peraih Oscar Meryl Streep kembali menegaskan pengaruhnya di dunia mode dengan menghadirkan kembali sweater cerulean ikonik dalam rangka promosi The Devil Wears Prada 2-sebuah simbol yang dulu melekat kuat pada karakter Miranda Priestly.
Pilihan busana tersebut bukan sekadar gaya, melainkan penghormatan terhadap salah satu momen paling berkesan dalam film The Devil Wears Prada. Sweater kasmir rancangan J.Crew yang dikenakan Streep merupakan versi kustom, dikembangkan bersama stylist Micaela Erlanger. Model serupa saat ini juga tersedia secara komersial, menegaskan relevansi tren klasik dalam lanskap mode kontemporer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meryl Streep memakai sweater dari film 'The Devil Wears Prada'. (Foto: Dok. YouTube) |
Desainer Olympia Gayot menyebut warna cerulean sebagai "tesis budaya" yang dipopulerkan Streep melalui monolog legendarisnya. Ia menekankan bahwa kekuatan mode tidak hanya terletak pada estetika personal, tetapi juga pada narasi besar industri yang membentuknya-alasan mengapa film tersebut tetap relevan hingga kini.
Dalam wawancara santai bersama Stephen Colbert, Streep bahkan menyebut sweater tersebut sebagai milik Anne Hathaway, merujuk pada karakter Andy Sachs yang mengenakan busana serupa di awal film. "Ini outfit yang Anne pakai di Devil Wears Prada pertama," kata Meryl kepada sang pembawa acara.
Momen ini kembali menghidupkan dialog ikonis tentang "lumpy blue sweater" yang menjelaskan bagaimana tren mode meresap dari runway kelas atas hingga ke pilihan busana sehari-hari.
Dalam adegan tersebut, karakter Miranda Priestly menjelaskan bahwa warna cerulean bukan sekadar biru biasa, melainkan hasil dari proses panjang industri mode-bermula dari koleksi desainer seperti Oscar de la Renta hingga akhirnya hadir di rak diskon. Narasi ini menyoroti bagaimana setiap pilihan busana, sadar atau tidak, dipengaruhi oleh ekosistem fashion global.
Sweater biru Anne Hathaway di film 'The Devil Wears Prada'. (Foto: Dok. Twentieth Century Fox) |
Kembalinya warna cerulean dalam tur promosi sekuel ini tampaknya bukan kebetulan. Sebelumnya, stylist Ashley Afriyiejuga membagikan tampilan Anne Hathaway yang mengenakan hoodie dengan palet warna cerulean bertuliskan "ceruleo," istilah dalam bahasa Italia untuk warna tersebut.
Dalam wawancara dengan Harper's Bazaar, Streep mengungkapkan bahwa film pertama sempat menghadapi tantangan dalam mendapatkan dukungan dari brand fashion. Kini, situasinya berbalik drastis, sekuel terbaru justru mendapat sambutan hangat dari industri.
Kembalinya cerulean bukan hanya nostalgia, tetapi juga penegasan bahwa warna, seperti halnya mode, memiliki siklus yang terus berulang-dan selalu menemukan cara untuk relevan kembali di era baru.
(dtg/dtg)














































