Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Fakta Mengejutkan dari Email Sarah Ferguson: Epstein Punya Anak Rahasia

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 03 Feb 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ODIHAM, ENGLAND - MARCH 24:  The Duchess Of York speaks to her Ex-Husband Prince Andrew as they arrive at All Saints Church, Odiham, Hampshire, England for a Thanksgiving Service for Major Ronald Ferguson March 24, 2003. The Major, who died last week, was the ex-Father in Law of H.R.H. Prince Andrew and had been polo manager to H.R.H. Prince Charles.  (Photo by Julian Herbert/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Mengikuti kasus mendiang Jeffrey Epstein yang disebut predator anak pada masa lalu? Kini terungkap banyak rahasa dari data yang disebut Epstein Files. Salah satunya isu mengenai anak rahasia Jeffrey Epstein.

Kini heboh isu mengenai kehidupan pribadi mendiang Jeffrey Epstein yang kembali menggemparkan publik internasional. Dalam dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat, muncul dugaan mengejutkan bahwa terpidana kejahatan seksual tersebut diduga memiliki seorang anak rahasia sekitar 15 tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi ini mencuat dari sebuah email yang disebut-sebut dikirim oleh Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor. Benarkah hal tersebut?

Email Sarah Ferguson Ungkap Dugaan Anak Rahasia Epstein

Dalam rilis terbaru dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files, muncul sebuah email bertanggal 21 September 2011 yang disebut dikirim oleh Sarah Ferguson kepada Jeffrey Epstein. Email tersebut dikirim dua tahun setelah Epstein dibebaskan dari penjara pada 2009 usai menjalani hukuman atas kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

ADVERTISEMENT

Dalam email itu, Ferguson menulis, "Aku tidak tahu apakah kamu masih menggunakan BBM ini, tapi aku mendengar dari Sang Duke bahwa kamu telah memiliki seorang bayi laki-laki."

Ia melanjutkan, "Meskipun kamu tidak pernah lagi menjaga komunikasi, aku tetap ada dengan cinta, persahabatan, dan ucapan selamat atas kelahiran bayi laki-lakimu."

Email tersebut menjadi sorotan karena dikirim setelah Epstein secara resmi tercatat sebagai pelaku kejahatan seksual. Ini menunjukkan bahwa Ferguson masih menjalin komunikasi dengannya pascapembebasan.

Dokumen terbaru juga mengungkap fakta yang bertolak belakang dengan pernyataan lama Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor. Arsip tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Mountbatten-Windsor dan Epstein ternyata masih berlanjut setidaknya hingga 2017, tujuh tahun setelah Andrew mengklaim telah memutus seluruh kontak dengan Epstein.

Dalam dokumen lain, Mountbatten-Windsor bahkan disebut menerima tawaran dari Epstein untuk diperkenalkan dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun bernama Irina yang digambarkan sebagai 'cantik'. Fakta ini kembali menempatkan mantan anggota keluarga kerajaan Inggris itu dalam pusaran kontroversi global.

Kedekatan dengan Ghislaine Maxwell

(FILES) In this file photo taken on June 04, 2008, Ghislaine Maxwell, attends the La Mer and Oceana celebration for World Ocean Day 2008 at 620 Loft & Garden in New York City. - Maxwell, the former girlfriend of late financier Jeffrey Epstein, was arrested in the United States on July 2, 2020, by FBI officers investigating his sex crimes, multiple US media outlets reported. (Photo by Andrew H. Walker / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Foto: Dok. AFP

Hubungan Sarah Ferguson dengan lingkaran Epstein pun kembali disorot. Dokumen dan foto arsip memperlihatkan mantan Duchess of York tersebut pernah terlihat bersama Ghislaine Maxwell, pasangan lama Epstein, pada 2003.

Maxwell sendiri saat ini telah divonis bersalah atas perannya dalam jaringan perdagangan seksual Epstein. Kedekatan mereka menambah kompleksitas relasi antara Epstein dan tokoh-tokoh elite internasional yang selama bertahun-tahun luput dari sorotan hukum.

Epstein Tak Pernah Mengaku Punya Anak

Trump dalam pusaran berkas Jeffrey Epstein  Apakah benar Presiden AS terlibat?

Foto: BBC World

Semasa hidupnya, Jeffrey Epstein tidak pernah secara terbuka mengakui memiliki anak. Namun setelah kematiannya pada 2019, lebih dari 100 orang mengklaim sebagai keturunannya bahkan beberapa dari mereka mengajukan klaim atas harta warisan Epstein yang bernilai ratusan juta dolar AS.

Pada 2020, Harvey Morse, pendiri Morse Genealogical Services, sebuah firma DNA, mengungkapkan bahwa kemungkinan Epstein memiliki anak, bahkan cucu, bukanlah hal yang mustahil. Morse menyebutkan bahwa sekitar 130 orang menghubungi perusahaannya. Namun lebih dari seperempat klaim tersebut langsung ditolak karena tidak memiliki dasar yang kuat.

Wasiat, Aset, dan Kematian Misterius

FILE - This March 28, 2017, file photo, provided by the New York State Sex Offender Registry shows Jeffrey Epstein.  Epstein has died by suicide while awaiting trial on sex-trafficking charges, says person briefed on the matter, Saturday, Aug. 10, 2019. (New York State Sex Offender Registry via AP, File)

Foto: New York State Sex Offender Registry via AP, File

Epstein diketahui menandatangani surat wasiatnya pada 8 Agustus 2019, hanya dua hari sebelum ia ditemukan tewas di sel penjara Manhattan. Dalam dokumen tersebut, ia disebut berniat meninggalkan pulau pribadinya yang terkenal, uang tunai senilai 50 juta dolar AS, serta sebuah townhouse mewah di Upper East Side kepada kekasih terakhirnya, Karyna Shuliak.

Kematian Epstein hingga kini masih menyisakan berbagai spekulasi dan teori konspirasi di tengah publik internasional.

Melalui Epstein Files Transparency Act, Departemen Kehakiman AS diperintahkan untuk merilis seluruh dokumen terkait Epstein paling lambat 19 Desember. Namun hingga kini otoritas federal diketahui telah melampaui tenggat waktu tersebut, meski akhirnya lebih dari tiga juta halaman dokumen mulai dibuka ke publik.

Dalam rilis terbaru, Mountbatten-Windsor juga terlihat dalam foto yang memperlihatkannya berlutut di dekat seorang perempuan tak dikenal, sebuah temuan yang kembali memicu gelombang kritik dan pertanyaan publik.

Epstein Files Mulai Dirilis

(FILES) In this file photo taken on May 10, 2016 Britains Prince Andrew, Duke of York (C) speaks to guests in the garden of Buckingham Palace in London as up to 8,000 guests attend the first royal garden party of the year on May 10, 2016. - Britains Prince Andrew has said on August 18, 2019 he was appalled by allegations of sexual abuse surrounding Jeffrey Epstein after a video was released purporting to show him at the home of the convicted paedophile in 2010. (Photo by John Stillwell / POOL / AFP)

Foto: AFP

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait kasus Epstein dirilis pada Jumat lalu. Dokumen-dokumen ini mencakup korespondensi, catatan internal, serta berbagai informasi yang selama bertahun-tahun tertutup rapat dari publik.

Rilis besar-besaran ini diharapkan dapat membuka jaringan Epstein yang luas sekaligus mengungkap fakta-fakta baru yang selama ini tersembunyi, termasuk dugaan keberadaan anak rahasia yang kini menjadi salah satu topik paling kontroversial dalam sepanjang kasus Jeffrey Epstein.

Hingga kini, Sarah Ferguson pun belum memberikan komentar resmi terkait email yang diduga dikirimkannya kepada Epstein maupun implikasi serius dari isi pesan tersebut.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads