Seungri Diduga Bikin Burning Sun 2.0 di Kamboja Usai Bebas dari Penjara
Seungri berada dalam pusaran kontroversi dengan skandal Burning Sun. Mantan personel grup KPop BIGBANG itu kini dikabarkan berencana membuat klub malam keduanya di Kamboja.
Di luar aktivitasnya sebagai idol KPop, Seungri merambah dunia bisnis dengan membuka kelab malam terbesar di Gangnam, Seoul pada 2018. Namun, kelab malam itu hanya mampu bertahan satu tahun. Burning Sun, yang menjadi sarang prostitusi dan penyelundupan narkoba terbongkar ke publik saat terjadi insiden pengunjung dipukuli sekuriti.
Film dokumenter Burning Sun yang tayang pada 2024 menyorot bagaimana Seungri memiliki relasi kuat dengan para investor dari mancanegara. Saat menggelar pesta ulang tahun pada 2017, ia menyewa Pulau Palawan di Filipina, bahkan mengajak sejumlah wanita Korea Selatan untuk 'memuaskan' investor demi kepentingan pribadinya, membangun kerajaan bisnis di Gangnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seungri datang ke kantor polisi pada 2019. Foto: Chung Sung-Jun/Getty Images |
Kasus ini juga mengungkap adanya group chat berisi video tak senonoh hingga komentar merendahkan wanita, yang dibagikan Seungri dan teman-temannya termasuk Jung Joon Young, Choi Jong Hoon, dan Lee Jong Hyun. Secara spesifik, Jung Joon Young menyebarkan 11 video wanita yang berbeda saat berhubungan seksual dengannya dan direkam tanpa izin.
Pada 2020, Seungri didakwa atas 9 tuduhan antara lain pengadaan dan mediasi prostitusi, penggelapan dana bisnis dan pendapatan, percobaan penghancuran barang bukti, distribusi konten film ilegal, konten film ilegal, perjudian ilegal, dan pelanggaran undang-undang sanitasi makanan.
Ia dinyatakan bebas dari penjara pada 2023. Direktur klub malam Burning Sun itu mendapat pengurangan masa penjara, yang awalnya tiga tahun menjadi satu setengah tahun penjara.
Seungri eks BIGBANG Dikabarkan Bangun Burning Sun 2.0 di Kamboja
Lagi-lagi, Seungri meresahkan netizen setelah dikabarkan tengah mempersiapkan pembangunan klub malam seperti Burning Sun di Kamboja.
Laporan tersebut dibuat oleh reporter Korea Selatan, Oh Hyuk Jin dan diunggah di YouTube. Dalam videonya, ia melaporkan keberadaan Seungri yang "bergaul dengan para pencuci uang, operator penipuan lewat telepon, dan tokoh-tokoh yang terkait dengan kasino." Ada pula laporan bahwa ia berpesta dengan pejabat geng kriminal Kamboja.
Seungri. Foto: (seungriseyo/Instagram) |
"Ia mencoba menciptakan sesuatu seperti Burning Sun kedua di Kamboja," ungkap reporter Oh Hyuk Jin lalu menambahkan, "Ia berencana untuk mendorong bisnisnya ke arah tersebut.
Seungri dilaporkan tidak hilang akal meski mendapat cancel culture di Korea Selatan, pasalnya ia "masih memiliki basis penggemar yang solid di Jepang."
"Ia tampaknya berniat memulai bisnis ilegal di Asia Tenggara, di mana ia masih menyandang citra sebagai personel BIGBANG," jelas reporter Oh Hyuk Jin.
"Sejauh yang aku tahu, ia sering bepergian antara Kamboja dan Thailand. Aku tidak yakin seberapa sering dia pulang ke negara kita, tapi bukan berarti dia tidak pernah datang sama sekali."
Seperti dilansir dari Chosun Daily, Seungri membuat pernyataan kontroversial saat datang ke Prince Brewing di Kamboja pada 2024.
Sebuah klub malam yang dicurigai menjadi pusat perdagangan manusia dan dikelola geng kriminal setempat.
Seungri tampak mendatangi klub malam Prince Brewing di Kamboja pada 2024. Foto: dok. Chosun Daily |
"Ketika aku bilang aku akan pergi ke Kamboja, teman-temanku mencoba menghentikanku dan mengatakan perjalananku akan berbahaya. Kamboja adalah negara paling luar biasa di Asia."
"Suatu hari nanti aku akan membawa G-Dragon," ucap Seungri, menyinggung nama leader grup KPop BIGBANG.
Netizen kini menaruh kecurigaan terhadap penutupan resmi klub malam Prince Brewing. Terlebih Seungri belakangan sering terlihat ke Kamboja.
(rcp/rcp)













































