Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sinopsis Hulk, Ketika Ilmuwan Tenang Berubah Jadi Raksasa Hijau

Daniel Ngantung - wolipop
Minggu, 07 Des 2025 16:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Film Hulk
Sinopsis 'Hulk', film Marvel yang tayang di Bioskop Trans TV hari ini. (Foto: Dok. Universal Studios via IMDb)
Jakarta -

Film 'Hulk' hadir kembali di Bioskop Trans TV. Film yang diadaptasi dari salah satu karakter komik 'Marvel' ini tayang pada Minggu (7/12/2025), pukul 21.00 WIB.

Dirilis pada 2003, 'Hulk' disutradarai Ang Lee, nama besar yang sebelumnya identik dengan drama dan sinematografi yang puitis. Alih-alih hanya mengandalkan adegan ledakan dan pertarungan, Lee memilih jalan berbeda. Ia memperlakukan Hulk bukan sekadar monster, melainkan potret traumatik seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga penuh rahasia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum Marvel Cinematic Universe membentuk identitas superhero modern, 'Hulk' telah memberi pijakan penting bagi karakter ini. Ia memperkenalkan publik pada tragedi seorang ilmuwan yang tersiksa oleh tubuhnya sendiri.

Bagi sebagian penonton, 'Hulk' mungkin terasa lebih lambat dibanding film superhero pada umumnya. Film ini mengajak penonton melihat sisi emosional di balik tubuh raksasa yang tak terkalahkan.

ADVERTISEMENT

Sinopsis 'Hulk'


Di salah satu laboratorium penelitian genetika, seorang ilmuwan bernama Bruce Banner (Eric Bana) menjalani hari-hari sebagai peneliti yang tenang. Ia bekerja bersama Betty Ross (Jennifer Connely) untuk memahami rahasia sel dan regenerasi tubuh manusia.

Tak ada yang menyangka, sebuah kecelakaan kecil dalam eksperimen radiasi gamma akan mengubah seluruh hidupnya, dan membuatnya dikenal dunia sebagai Hulk.

Sejak kecil, Bruce hidup dalam bayang-bayang ayahnya, David Banner. Melalui rangkaian eksperimen genetika yang dilakukan sang ayah, hidup Bruce sebenarnya sudah "ditentukan" sebelum ia memahami apa pun tentang dunia sains. Ketika radiasi gamma menyentuh tubuhnya, efek laten itu bangkit: kekuatan luar biasa yang muncul setiap kali ia marah atau terancam.

Film HulkJennifer Connely dan Eric Bana di film 'Hulk'. (Foto: Dok. Universal Studios via IMDb)

Dalam tubuh raksasa berwarna hijau, Bruce justru mengungkap sisi paling rapuh dalam dirinya, sebuah trauma yang selama ini terkubur.

Hanya Betty Ross yang memahami sisi manusiawi Bruce. Dalam situasi penuh tekanan, termasuk kejaran pihak militer yang dipimpin sang ayah Betty sendiri, Jenderal Ross, hubungan keduanya menjadi ruang kecil yang memberi kehangatan.

Betty melihat Bruce bukan sebagai ancaman negara, melainkan manusia yang ingin mengendalikan dirinya. Pertanyaannya, bisakah cinta menenangkan amarah seorang Hulk?


Secara visual, 'Hulk' menghadirkan pendekatan berbeda dengan penggunaan teknik komik panel yang artistik. Meski menuai pro-kontra, pilihan tersebut memperlihatkan niat film untuk menjadi lebih dari sekadar tontonan aksi berbasis komik. Hulk dibuat bukan hanya untuk berlari dan menghancurkan. Ia hadir untuk mempertanyakan siapa dirinya sebenarnya.

Saksikan 'Hulk' di Bioskop Trans TV hari ini pada pukul 21.00 WIB.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads