Sinopsis Hulk, Ketika Ilmuwan Tenang Berubah Jadi Raksasa Hijau
Film 'Hulk' hadir kembali di Bioskop Trans TV. Film yang diadaptasi dari salah satu karakter komik 'Marvel' ini tayang pada Minggu (7/12/2025), pukul 21.00 WIB.
Dirilis pada 2003, 'Hulk' disutradarai Ang Lee, nama besar yang sebelumnya identik dengan drama dan sinematografi yang puitis. Alih-alih hanya mengandalkan adegan ledakan dan pertarungan, Lee memilih jalan berbeda. Ia memperlakukan Hulk bukan sekadar monster, melainkan potret traumatik seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga penuh rahasia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Marvel Cinematic Universe membentuk identitas superhero modern, 'Hulk' telah memberi pijakan penting bagi karakter ini. Ia memperkenalkan publik pada tragedi seorang ilmuwan yang tersiksa oleh tubuhnya sendiri.
Bagi sebagian penonton, 'Hulk' mungkin terasa lebih lambat dibanding film superhero pada umumnya. Film ini mengajak penonton melihat sisi emosional di balik tubuh raksasa yang tak terkalahkan.
Sinopsis 'Hulk'
Di salah satu laboratorium penelitian genetika, seorang ilmuwan bernama Bruce Banner (Eric Bana) menjalani hari-hari sebagai peneliti yang tenang. Ia bekerja bersama Betty Ross (Jennifer Connely) untuk memahami rahasia sel dan regenerasi tubuh manusia.
Tak ada yang menyangka, sebuah kecelakaan kecil dalam eksperimen radiasi gamma akan mengubah seluruh hidupnya, dan membuatnya dikenal dunia sebagai Hulk.
Sejak kecil, Bruce hidup dalam bayang-bayang ayahnya, David Banner. Melalui rangkaian eksperimen genetika yang dilakukan sang ayah, hidup Bruce sebenarnya sudah "ditentukan" sebelum ia memahami apa pun tentang dunia sains. Ketika radiasi gamma menyentuh tubuhnya, efek laten itu bangkit: kekuatan luar biasa yang muncul setiap kali ia marah atau terancam.
Jennifer Connely dan Eric Bana di film 'Hulk'. (Foto: Dok. Universal Studios via IMDb) |
Dalam tubuh raksasa berwarna hijau, Bruce justru mengungkap sisi paling rapuh dalam dirinya, sebuah trauma yang selama ini terkubur.
Hanya Betty Ross yang memahami sisi manusiawi Bruce. Dalam situasi penuh tekanan, termasuk kejaran pihak militer yang dipimpin sang ayah Betty sendiri, Jenderal Ross, hubungan keduanya menjadi ruang kecil yang memberi kehangatan.
Betty melihat Bruce bukan sebagai ancaman negara, melainkan manusia yang ingin mengendalikan dirinya. Pertanyaannya, bisakah cinta menenangkan amarah seorang Hulk?
Secara visual, 'Hulk' menghadirkan pendekatan berbeda dengan penggunaan teknik komik panel yang artistik. Meski menuai pro-kontra, pilihan tersebut memperlihatkan niat film untuk menjadi lebih dari sekadar tontonan aksi berbasis komik. Hulk dibuat bukan hanya untuk berlari dan menghancurkan. Ia hadir untuk mempertanyakan siapa dirinya sebenarnya.
Saksikan 'Hulk' di Bioskop Trans TV hari ini pada pukul 21.00 WIB.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Park Min Young & Sungjae BTOB Siap Jadi Visual Couple Drakor Adaptasi Dracin
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Drama China Shine On Me Ditarik dari Netflix Vietnam karena Peta Kontroversial
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN














































