Kata Komnas Perempuan Soal Kasus Dini Tewas di Tangan Pacar, Anak Anggota DPR
Kabar tewasnya Dini Sera Afrianti belakangan memang tengah jadi sorotan dan ramai diperbincangkan. Akibat penganiayaan kekasih, Ronald Tannur, yang merupakan anak anggota DPR, Dini terpaksa harus kehilangan nyawa.
Terkait kasus tersebut, Komnas Perempuan sampai ikut turun tangan. Dalam sebuah pernyataan yang diterima Wolipop, ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, mengatakan bahwa pihaknya ikut berbelasungkawa dan meminta pihak kepolisian untuk segera menyusut lebih dalam kasus tersebut.
Pihak Komnas Perempuan juga mengungkapkan bahwa kekerasan dalam pacaran merupakan kekerasan terhadap perempuan di ruang personal yang terbanyak ke-2 setelah kekerasan terhadap istri yang dilaporkan ke Komnas Perempuan dan lembaga layanan dalam 5 tahun terakhir. Bahkan di tahun 2022 setidaknya ada sekitar 3.950 kasus yang dilaporkan. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kasus almarhum Dini, Komnas Perempuan mengaku belum mendapat laporan secara utuh mengenai situasi kejadian. Namun dari beragam pemberitaan ada beberapa hal yang menjadi perhatian pihak Komnas Perempuan.
"Pertama, terdapat indikasi bahwa penganiayaan oleh R, pelaku pacar (alm) Dini, telah terjadi berulang kali dan yang terakhir berujung pada kematian. Pemberitaan tentang peristiwa terakhir menunjukkan proses yang disengaja untuk mengakibatkan penderitaan fisik dan psikis luar biasa kepada korban. Pemukulan sejak dari dalam ruangan, ke ruang parkir, penempatan korban di dalam bagasi, perekaman dengan pengejekan, pelindasan dengan mobil, dan menunda membawa korban ke rumah sakit," terang Andy Yentriyani.
Rangkaian peristiwa tersebut masuk ke dalam kategori femisida. Femisida adalah pembunuhan perempuan dengan alasan ataupun karena ia perempuan, dalam relasi kuasa timpang berbasis gender terhadap pelaku, dalam hal ini relasi antara korban dan pelaku yang adalah pacarnya.
Oleh karena itu Komnas Perempuan mendorong pihak kepolisian untuk memastikan proses hukum pada tersangka berlangsung dengan akuntabel. Selain itu juga untuk mengenali pihak-pihak lain yang mungkin berada dalam posisi untuk mencegah tindakan penganiayaan tetapi tidak mengambil langkah yang dibutuhkan.
Untuk memberi penyuluhan mengenai kondisi kekerasan dalamm pacaran, Komnas Perempuan juga mengimbau agar Pemerintah membangun kampanye-kampanye yang dapat mendorong warga turut mengambil langkah proaktif untuk mengenali adanya tindak penganiayaan. Juga, memastikan informasi mengenai kontak untuk mengakses pendampingan atau melaporkan kasussehingga akibat-akibat fatal dapat dicegah.
(vio/vio)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
Influencer Meninggal Usai Operasi Plastik, Dugaan Malpraktik
Kim Ji Won Diduga Kena Imbas Skandal Kim Soo Hyun Meski Drakornya Viral
9 Drama China 2025 Rating Tertinggi, Terbaru Shine On Me
Sinopsis Midnight in the Switchgrass di Bioskop Trans TV, Dibintangi Megan Fox
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare











































