Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Roasting Adalah Bentuk Komedi, Ini Penjelasannya

Meilisa Dwi Ervinda - wolipop
Kamis, 20 Apr 2023 03:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Laughing woman sitting on sofa watch comedy movie on pc enjoy funny videos stand up show online program listens comic feels overjoyed, weekend activities at home, wireless tech internet usage concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Kamu pernah mendengar kata roasting? istilah dalam stand-up comedy ini sudah tidak asing di media sosial, di televisi maupun panggung-panggung komedian. Namun masih banyak yang belum tau apa itu roasting dalam bahasa Indonesia? Simak informasi berikut

Roasting Adalah

Roasting dalam Cambridge dictionary, artinya memanggang, mengkritik, dan membuat lelucon tentang orang terkenal di acara publik untuk menghormati orang tersebut sebagai bagian dari acara. Roasting ini tidak hanya menjadi wadah komedian namun juga menyampaikan kritikan atas kebijakan pada publik.

Menurut Idha Nurhamidah, dalam Analisis Wacana Kritis Pada Stand Up Comedy Indonesia, roasting secara bahasa adalah memanggang, dan dipahami ke dalam stand up comedy sebagai ejekan terhadap seseorang yang dijadikan target.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roasting adalah metode stand up yang digunakan oleh komedian untuk memanggang atau mengkritik seseorang dengan cara yang unik. Memanggang yang dimaksud bukan dalam hal masakan, namun lebih ke arah menimbulkan serangan dengan kata-kata yang bertujuan untuk candaan. Seorang komedian cenderung melakukan candaan ini dengan sengaja dan tujuannya untuk menyerang personalitynya secara langsung.

Roasting dalam Bahasa Gaul

Roasting juga dikenal dalam bahasa gaul yang berarti mengolok-olok orang lain atau gojlokan. Gojlokan merupakan suatu bentuk humor ketika seseorang menjadi sasaran lelucon, yang dimaksudkan untuk menghibur khalayak yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

Roasting atau gojlokan memiliki dua tujuan yakni pertama, roasting dilakukan untuk candaan atau hiburan dan tidak menyakiti orang lain. Kedua, roasting bisa saja dilakukan karena ingin mengkritik pihak-pihak tertentu seperti artis atau pejabat publik dalam bentuk komedi.

Di Indonesia, Pembawa acara dalam roasting atau orang yang meroasting disebut penggojlok (roastmaster, pelesetan toastmaster). Sedangkan siapapun yang diejek sedemikian rupa dikatakan telah "digojlok" (roasted).

Etika dalam Roasting

Sebenarnya, roasting tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada etika khusus dalam roasting di mana pihak yang di-roasting harus sudah sepakat sehingga tidak ada yang sakit hati. Meskipun bersifat candaan, namun harus ada batasan agar tidak seenaknya mengolok-olok orang lain.

Mengutip dari Pasific Standard, tentang daya pikat dan bahaya dari roasting, perlu sejumlah amunisi penyerangan dalam meroasting terutama dalam hal tempat di mana para selebritis atau orang yang di-roasting berada. Sehingga tidak menimbulkan 'pukulan' yang bisa menggiring masyarakat melainkan ke arah 'kehormatan' terhadap roasted.

Mengutip dari jurnal Roasting Ethics karya Luvell Anderson, ada beberapa etika dan cara dalam roasting yang harus kamu ketahui.

  1. Usahakan materinya pendek.
  2. Tulis lelucon yang sebenarnya.
  3. Ketahui batasannya.
  4. Serang orang lain di ruangan itu.
  5. Putar ulang lelucon lama dengan cara baru.
  6. Bersiaplah untuk konsekuensinya.

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan yakni aturan yang berfokus terutama pada cara dan bentuknya. Selain itu ketahui siapa yang menjadi target, waktu, dan teknik yang digunakan untuk etika memanggang. Meskipun bukan prinsip umum, hal ini menegaskan rasa bahwa setidaknya ada beberapa garis yang tidak boleh dicampuradukkan.

Saat ini, masyarakat semakin bebas meroasting orang lain tanpa memperhatikan aspek tersebut, terutama di media sosial sehingga bisa menimbulkan pertikaian. Hal inilah yang perlu diperhatikan, seperti izin terlebih dahulu kepada orang yang di-roasting, bernegosiasi atau menciptakan kesepakatan kedua belah pihak, menyampaikan poin-poin yang akan dijadikan bahan penyerangan, dan lain sebagainya.

Meskipun komedi ini mengandung beberapa sarkasme. Akan tetapi tidak menghilangkan rasa hormat orang tersebut dan tentunya dilakukan dengan cara yang unik dan berbeda menurut etika komedian. Roasting biasanya diakhiri dengan tamu kehormatan (roteee) mendapatkan kesempatan untuk membantah semua hinaan yang dilontarkan.

Komedian yang terkenal dengan suka meroasting yakni Kiky Saputri. Kiky Saputri bahkan pernah meroasting dari kalangan artis hingga pejabat publik seperti Fadli Zon, Susi Pudjiastuti, Roy Kiyoshi, Rudiantara, Retno Marsudi, Sandiaga S. Uno dan Andre Taulany.

Itulah pengertian dari roasting dan etika dalam meroasting, semoga bisa memberikan informasi dan manfaat dalam referensi kamu.

(fds/fds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads