ADVERTISEMENT

Tragis, Penari Balet Tewas di Tragedi Yeti Airlines Sehari Setelah Ulang Tahun

Kiki Oktaviani - wolipop Selasa, 17 Jan 2023 16:23 WIB
Nepalese rescue workers and civilians gather around the wreckage of a passenger plane that crashed in Pokhara, Nepal, Sunday, Jan. 15, 2023. Authorities in Nepal said 68 people have been confirmed dead after a regional passenger plane with 72 aboard crashed into a gorge while landing at a newly opened airport in the resort town of Pokhara. Its the countrys deadliest airplane accident in three decades. (AP Photo/Krishna Mani Baral) Foto: AP Photo/Krishna Mani Baral
Jakarta -

Seorang penari balet Inggris ikut menjadi korban tragedi jatuhnya pesawat Yeti Airlines di Nepal. Tragisnya, pria bernama Ruan Crighton dari Inggris itu tewas satu hari setelah ulang tahunnya ke-34.

Kantor Luar Negeri Inggris mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan adalah Ruan Crighton. Ruan baru saja berulang tahun ke-34 pada 14 Januari.

Kematian Juan disambut dengan kesedihan di seluruh komunita balet di Inggris dan Eropa. Pria 34 tahun pertama kali bergabung dengan Central School of Ballet, London pada tahun 2005 sebelum menjadi penari di Teater Nasional Slovakia di Slovakia dari tahun 2008 hingga 2013.

Ruan Crighton, penari balet korban Yeti AirlinesRuan Crighton, penari balet korban Yeti Airlines Foto: dok. Yle

Dia kemudian menjadi anggota terhormat di Perusahaan Opera dan Balet Nasional Finlandia yang bergengsi di Finlandia sebelum mendaftar di Sekolah Fisioterapi Eropa di Amsterdam. Dia seharusnya lulus tahun depan.

Seorang teman dan penari di Teater Nasional Slovakia mengatakan kepada Irish Daily Mail bahwa berita kematianya di tragedi Yeti Airlines membuatnya berduka. "Saya mendapat infonya kemarin, tapi saya berharap itu bukan dia," katanya.

'Ruan adalah salah satu teman terbaikku. Kami menari bersama di atas panggung selama bertahun-tahun. Saya sangat terpukul. Sangat sulit untuk mengatakan sesuatu tentang dia saat ini. Namun dia seperti sinar matahari," tambahnya.

Johanna Jarventaus, Direktur Komunikasi Opera dan Balet Nasional Finlandia juga menyampaikan duka citanya untuk kematian Ruan Crighton.

"Kami memiliki seorang penari kelahiran Inggris dengan nama yang sama yang bekerja di Balet Nasional Finlandia. Saya berharap pihak berwenang di Nepal akan dapat secara resmi mengidentifikasi para korban sesegera mungkin. Kami lebih memilih untuk tidak membuat pernyataan publik pada saat ini," ungkap Johanna.

Tragedi yang menewaskan setidaknya 68 orang itu terjadi pada Minggu (15/1/2023). Pesawat Yeti Airlines terbakar sebelum mendarat di kota Pokhara, Nepal.



Simak Video "Keren! Aksi Robot Animatronik Yayoi Kusama Lagi Melukis"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)