ADVERTISEMENT

Tak Bisa Berhenti Belanja Online, Wanita Ini Berakhir Tewas di Tangan Ayahnya

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 16 Nov 2022 08:00 WIB
Asian beautiful women blogger are using the smartphone live streaming online with a shopping bag In the white room with cosmetics on table.Concept of online shopping business. Foto: Getty Images/iStockphoto/bunditinay
Jakarta -

Di zaman sekarang berbelanja online sudah menjadi hal yang umum dan banyak digemari masyarakat. Selain mudah, belanja online juga tentunya bisa menghemat waktu dan dapat dilakukan setiap saat. Namun yang menjadi masalah ialah jika hal tersebut menjadi sebuah kecanduan yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Dilansir dari eva.vn, kisah seorang gadis shopaholic asal China belakangan menjadi viral di media sosial. Karena hobi belanja online, gadis bernama Liu itu jadi terlilit banyak banyak hutang hingga berakhir tragis.

Liu sendiri sebelumnya bekerja sebagai seorang inspektur keamanan di bidang transportasi kereta api. Dari pekerjaan tersebut Liu memiliki pendapatan yang cukup stabil, yaitu sekitar 3 ribu yuan atau Rp 6,6 juta per bulan. Namun sejak tahun 2019 Liu mulai kecanduan berbelanja online.

Segala macam barang, termasuk yang tidak penting pun dibeli oleh Liu secara online. Rasanya tiada hari tanpa Liu berbelanja online. Sampai-sampai rumahnya pun selalu dipenuhi dengan paket yang ukurannya beragam, mulai dari kecil hingga besar.

Namun karena pendapatannya tak dapat menampung keinginan Liu berbelanja online, maka Liu mulai berhutang menggunakan kartu kredit. Sayangnya setiap kali hutang kartu kreditnya itu jatuh tempo, Liu tak mampu membayarnya. Walaupun demikian, ia tetap tidak peduli dan tetap meneruskan hobi belanja onlinenya itu. Sampai akhirnya tagihan-tagihan kartu kreditnya pun menumpuk.

Melihat kelakuan sang anak, ayahnya tentu merasa kesal namun karena rasa sayangnya ia tetap membantu Liu membayar hutang-hutangnya. Sang ayah sampai merelakan tabungannya dan meminjam sekitar 500 ribu yuan atau Rp 1,1 miliar kepada temannya untuk melunasi hutang Liu.

Namun sayang rupanya Liu justru tak kapok dan terus saja berhutang untuk memenuhi keinginan belanja onlinenya. Dalam kurun waktu 3 tahun, Liu sudah meminjam lebih dari 1 juta yuan atau sekitar Rp 2,2 miliar.

Karena kelakuan Liu, hubungannya dan sang ayah jadi retak. Ayahnya sudah benar-benar kehilangan kepercayaan pada Liu. Ia juga merasa lelah, kesal, dan stres karena selalu diganggu oleh telepon yang menagih hutang sang anak.

Sampai akhirnya ayahnya itu sudah taak tahan lagi dan bertengkar hebat dengan Liu pada suatu malam. Terbutakan oleh emosi, sang ayah kemudian tanpa pikir panjang langsung mengambil pisau buah dan menikam Liu.

Liu pun meninggal karena kehabisan darah akibat ditikam oleh ayahnya. Menyadari perbuatannya, ayahnya itu pun sangat menyesal dan sedih. Ia kemudian segera menuju kantor polisi dan memberikan pengakuannya. Akibat perbuatannya itu sang ayah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan 4 tahun diskualifikasi politik.



Simak Video "Melihat Gang Berlantai Keramik Bak 'Papan Catur' di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)
dMentor
×
Awas! Gelombang Ganas PHK
Awas! Gelombang Ganas PHK Selengkapnya