ADVERTISEMENT

Cerita Ratu Kecantikan Dipaksa Lanjutkan Kehamilan dengan Janin Tak Berkembang

Kiki Oktaviani - wolipop Minggu, 13 Nov 2022 10:00 WIB
Jill Hartle Foto: dok. EMMA LILI PHOTOGRAPHY
Jakarta -

Miss South Carolina Jill Hartle menceritakan kisah sedihnya saat hamil dan merasa disulitkan oleh undang-undang yang mengatur tentang aborsi. Jilll dipaksa tetap melanjutkan kehamilannya dengan janin yang tidak berkembang sempurna.

Jill dan suaminya Matt sangat berbahagia ketika tahu mereka akan segera menimang momongan. Di awal kandungannya, janin yang dikandung Jill baik-baik saja, namun saat usia kandungan sekitar lima bulan dokter menemukan masalah.

Janin Jill memiliki kelainan jantung. Dokter mendiagnosa anak Jill mengalami HLHS (Hypoplastic left heart syndrome) adalah penyakit jantung langka, di mana bagian kirinya tidak berkembang dengan normal.

Jill dan suami berencana untuk melakukan aborsi bayinya. Hal tersebut pun telah disarankan oleh dokter karena anggota tubuh penting si jabang bayi itu tidak berhasil berkembang.

Sayangnya, keputusan ingin mengaborsi bayinya berdekatan dengan pengesahan undang-undang yang mengatur aborsi atau Roe v. Wade.

Dia dipaksa mengandung bayi yang tidak berkembang tersebut selama tujuh minggu karena tidak bisa langsung diaborsi. Dari undang-undang tidak disebutkan bahwa kelainan jantung tersebut masuk dalam kategori yang bisa diaborsi.

"Setiap kali aku merasakan pergerakannya seperti ada belati di jantung. Dan kerugian mental: Aku berduka atas kehilangan anakku sambil tetap membawa janin dan juga menunggu untuk dirawat agar aku dapat memulai proses penyembuhan," ucap Miss South Carolina 2013 itu.

Pada usia kandungan 25 minggu akhirnya Jill bisa mendapatkan prosedur yang diinginkannya. Jill menyayangkan bahwa proses aborsi kini tidak mudah. Sementara bagi Jill dan para wanita yang pro aborsi, tindakan tersebut adalah hak mereka.

Jill dan Matt kini memulai kampanye dan yayasan Proyek Ivy Grave untuk menjelaskan bagaimana hak aborsi mempengaruhi wanita terhadap anomali janin seperti yang dialaminya.

"Tujuan utamaku adalah untuk menyadarkan tentang adanya kondisi anomali janin pada ibu hamil. Yang Anda dengar selama ini hanya pemerkosaan, inses, perlindungan kesehatan ibu jika berisiko. Tidak ada yang membicarakan tentang anomali janin. Bahkan tidak ada yang tahu apa itu anomali janin kecuali ada orang kenalanmu yang mengalaminya," ungkap Jill, seperti dikutip dari People.



Simak Video "Reaksi Busy Philipps Diamankan Polisi Saat Protes Pencabutan Hak Aborsi"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)