ADVERTISEMENT

Intimate Interview

Profil Laksmi De Neefe Puteri Indonesia 2022 Bersiap ke Miss Universe 2022

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 07 Nov 2022 08:00 WIB
Jakarta -

Sebagai Puteri Indonesia 2022, Laksmi Shari De Neefe Suardana akan mewakili negara kita di ajang Miss Universe 2022. Ia pun memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin demi mengharumkan nama Indonesia nanti.

Miss Universe 2022 akan digelar di New Orleans, Amerika Serikat, pada awal Januari 2023. Itu artinya, waktu persiapan Laksmi tinggal beberapa bulan lagi. "I wish I had more time," ujar Laksmi saat berbincang dengan Wolipop di kantor detikcom belum lama ini.

Puteri Indonesia 2022, Laksmi Shari De Neefe, melakukan wawancara di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022).Puteri Indonesia 2022 Laksmi Shari DeNeefe saat berbincang dengan Wolipop soal persiapannya menuju Miss Universe 2022. (Foto: Rafida Faradhian/detikcom)

Laksmi De Neefe, yang berasal dari Bali, mengklaim gelar Puteri Indonesia 2022 pada Mei 2022, atau mundur dua bulan dari waktu biasanya karena dampak pandemi COVID-19. Durasi persiapan pun memendek.

Diakui perempuan 26 tahun ini, persiapan berjalan lancar walau demikian tak luput juga dari tantangan. "Because this is not just about you, banyak pihak yang dilibatkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya," katanya.

Namun, tantangan bagi Laksmi adalah kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Bak pisau yang sedang diasah, ia mencoba untuk menikmati proses tersebut.

"Without pressure and challenges, we cannot progress, we cannot do better for ourselves. So challenges are very important, I feel like I'm growing with this opportunity to challenge myself. I hope by the time Miss Universe comes, I can be a better woman and better person than I am today," jelasnya.

Puteri Indonesia 2022, Laksmi Shari De Neefe, melakukan wawancara di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022).Foto: Rafida Faradhian/detikcom

Masih banyak area yang dirasa Laksmi perlu ditingkatkan, khususnya kemampuan dia dalam berbahasa Indonesia.

Laksmi lahir dari seorang ibu yang berdarah Australia, sementara ayahnya orang Bali asli. Percakapan yang terjadi di rumah pun lebih banyak menggunakan bahasa Inggris dan Bali.

Hijrah ke Italia untuk melanjutkan studi, Laksmi semakin sering berkomunikasi dengan bahasa Inggris, dan sesekali bahasa lokal. "Jadi, aku merasa lebih nyaman mengekspresikan pikiran dan emosiku lewat bahasa Inggris," tutur Laksmi.

Fasih bercakap dalam bahasa Inggris tentu menjadi nilai tambah Laksmi di ajang global sekelas Miss Universe. Akan tetapi, ia sadar bahwa bahasa negara yang diwakilinya tetap penting untuk dikuasai. Apalagi kampanye sosial yang ia gaungkan untuk Miss Universe kelak berkaitan dengan literasi.

Melek Literasi

Laksmi sudah menaruh perhatian pada isu literasi sebelum masanya di Puteri Indonesia. Kesadaran literasi yang masih lemah di Indonesia memotivasinya untuk mendirikan 'Laksmi for Literacy'.

"Based on my research, they are not reading enough. Kita harus mencari cara untuk mempromosikan membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia," kata Laksmi.

[Gambas:Instagram]



Ia juga merasakannya sendiri saat kuliah di luar negeri. Sulit bagi Laksmi untuk menemukan buku berbahasa Indonesia, apalagi yang ditulis oleh penulis Indonesia.

Sepulangnya ke Tanah Air, ia langsung turun ke jalan di Bali untuk mengajar anak-anak membaca dan menulis. "Kalau dibiarkan mereka akan stuck terus di tengah kemiskinan," jelas Laksmi.

Buku sudah menjadi bagian dari keseharian sejak kecil. Ditambah lagi, ibunya, Janet De Neefe, merupakan pendiri Ubud Writers & Readers Festival, salah satu festival literasi terbesar di Indonesia yang bisa dibilang sudah mendunia.

[Gambas:Instagram]



Sang ibu suka membacakan buku-buku cerita tentang dongeng sebelum Laksmi kecil tidur. Tumbuh dewasa, Laksmi mulai menaruh ketertarikan pada buku bergenre sejarah. Namun, buku anak tetap mendapat tempat di hatinya. "Aku lagi menyelesaikan penulisan buku cerita anak. Hopefully dalam waktu dekat kelar," ungkapnya.

Ia berjanji akan tetap konsisten menggaungkan kampanye 'Laksmi for Literacy' selepas jabatannya sebagai Puteri Indonesia 2022 atau Miss Universe Indonesia 2022 berakhir. Sampai saat ini, ia merasa senang melihat upayanya mendapat respons positif di media sosial.

"So happy to see many people share what they are actually reading," kata Laksmi semringah.

Tanpa melek literasi, lanjutnya, Indonesia akan sulit untuk maju dan menjadi sebuah bangsa yang sudah semestinya mendapat tempat yang laik di panggung dunia. "A nation that is great," tegas Laksmi De Neefe.

(dtg/dtg)
Adu Perspektif
×
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali Selengkapnya