ADVERTISEMENT

Dicap Suami Rumahan, Pangeran Harry Rela Ketenarannya Dicuri Meghan Markle

Kiki Oktaviani - wolipop Senin, 08 Agu 2022 21:03 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 03: Meghan, Duchess of Sussex and Prince Harry, Duke of Sussex attend the National Service of Thanksgiving at St Pauls Cathedral on June 03, 2022 in London, England. The Platinum Jubilee of Elizabeth II is being celebrated from June 2 to June 5, 2022, in the UK and Commonwealth to mark the 70th anniversary of the accession of Queen Elizabeth II on 6 February 1952.  on June 03, 2022 in London, England. The Platinum Jubilee of Elizabeth II is being celebrated from June 2 to June 5, 2022, in the UK and Commonwealth to mark the 70th anniversary of the accession of Queen Elizabeth II on 6 February 1952. (Photo by Samir Hussein/WireImage,) Foto: WireImage/Samir Hussein
Jakarta -

Pangeran Harry disebut-sebut tidak lagi berambisi di dunia politik. Oleh pakar kerajaan, adik Pangeran William itu disebut sebagai suami rumahan, dan rela ketenarannya dicuri oleh Meghan Markle.

Pakar kerjaan yang kerap mengomentari kehidupan royal Inggris Neil Sean mengomentari Duchess of Sussex yang berambisi terjun ke politik Amerika Serikat. Neil berspekulasi bahwa Meghan Markle ingin menjadi presiden AS.

"Tapi tampaknya karier politiknya tidak berjalan baik," ungkap Sein di Youtube-nya.

Sementara Pangeran Harry lebih senang hanya duduk dan melihat seberapa jauh istrinya bisa melangkah lebih dalam di dunia politik. Pangeran Harry tidak masalah jika kini dia tidak memiliki ketenaran.

"Pangeran Harry tidak ingin kehidupannya menjadi pusat perhatian, terutama di politik. Dia cukup senang berperan sebagai suami rumahan dan membiarkan istrinya mencapai ambisi politiknya," komentar Sean.

Sean juga menyindir bahwa Meghan Markle sengaja mendorong keluar Pangeran Harry dari popularitasnya. Mantan aktris itu disebut ingin hanya dirinya yang menjadi pusat perhatian.

"Ini seperti sindrom 'biarkan pusat perhatian ke saya' karena latar belakangnya sebagai selebriti," ucap Sean.

Belakangan Meghan Markle memang cukup vokal membahas isu-isu politik. Pada 2021, Meghan pernah berusaha melobi untuk disahkannya cuti berbayar untuk orang tua baru. Belum lama ini, ipar Kate Middleton itu juga berbicara menentang keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan Roe v. Putusan aborsi Wade, yang berarti wanita di Amerika tidak lagi memiliki hak konstitusional untuk melakukan aborsi.



Simak Video "Pangeran Harry Disebut Tahu Kematian Ratu Elizabeth dari Internet"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)