ADVERTISEMENT

Cerita Hannah Al Rashid Soal Pelecehan Wanita di Industri Film

Tim Beautynesia - wolipop Rabu, 22 Jun 2022 12:15 WIB
Hannah Al Rashid menceritakan pengalaman saat mengalami toxic relationship Hannah Al Rashid. Foto: Instagram @hannahalrashid
Jakarta -

Hannah Al Rashid dikenal sebagai aktris, model, sekaligus aktivis yang vokal dalam menyuarakan hak-hak perempuan. Partisipasinya di berbagai platform demi memperjuangkan kesetaraan gender membuatnya didapuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi penggerak SDG (Sustainable Development Goals) dalam bidang kesetaraan gender di Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan, Hannah juga aktif menyuarakan soal kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang sayangnya masih kerap terjadi di Indonesia, tak terkecuali di industri film. Memperingati Hari Film Nasional tahun 2021 lalu, Hannah Al Rashid bersama beberapa aktor perempuan Indonesia lainnya membuat sebuah kampanye bernama #KawanPuan untuk membantu perempuan yang jadi korban kekerasan.

#KawanPuan adalah sebuah gerakan solidaritas untuk membantu perempuan yang jadi korban kekerasan. Kampanye ini bekerjasama dengan berbagai NGO, LSM, dan organisasi apapun yang bergerak di advokasi dan pelayanan untuk korban kekerasan.

"Kawan Puan adalah salah satu passion project gue yang difasilitasi oleh Kita Bisa. Jadi Kawan Puan adalah campaign yang dibentuk khusus untuk membantu korban kekerasan. Tujuannya adalah untuk crowdfunding dan edukasi kepada publik dan untuk crowdfunding terutama untuk memberi bantuan hukum, medis, rumah aman, bantuan pemulihan juga, terapi, kepada korban kekerasan. So far bekerja sama dengan 13 LSM di seluruh Indonesia," ungkap Hannah Al Rashid kepada Beautynesia.

Tidak hanya donasi, kampanye #KawanPuan juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Hannah bersama Adinia Wirasti dan Mian Tiara, memutuskan untuk menulis menulis sebuah film pendek yang kemudian dijadikan film animasi untuk menggambarkan situasi di industri film saat ini.

"Kami menulis tentunya dari perspektif penyintas, dan kami berusaha untuk menawarkan solusi. Film itu emang terlahir dari keresahan kami sebagai penyintas, kok banyak orang tahu bahwa pelecehan adalah isu di dalam industri perfilman, tapi lebih banyak orang yang melumrahkan, atau diam aja, dan nggak pernah ada yang menawarkan solusi," papar perempuan kelahiran London itu.

Aktif membintangi film, Hannah Al Rashid pun mengungkap cerita soal pelecehan wanita di industri yang digelutinya itu. Pelecehan seksual menurutnya terjadi di lokasi syuting karena adanya ketimpangan relasi kuasa.

"Kalau di industri perfilman yang bisa kita identify adalah di saat ada ketimpangan relasi kuasa di-combine juga dengan tidak adanya SOP yang jelas untuk menangani masalah-masalah seperti ini," ujar bintang film Ratu Ilmu Hitam itu.

Apa yang dilakukan Hannah dalam mencari solusi mencegah terjadinya pelecehan wanita? KLIK DI SINI untuk menonton video wawancara dengan Hannah Al Rashid.



Simak Video "Visual Uang Koin Raja Charles III"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)