Chris Evans Geram 'Lightyear' Dilarang Tayang karena Adegan LGBT

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Kamis, 16 Jun 2022 18:30 WIB
Jakarta -

Sejumlah negara melarang penayangan film animasi 'Lightyear', termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pemboikotan film produksi Disney itu membuat Chris Evans, yang jadi pengisi suara Buzz Lightyear, geram.

Pemeran Captain America tersebut mengomentari pihak-pihak yang melarang 'Lightyear' tayang di bioskop sebagai orang bodoh. Hal itu diungkapkan saat wawancara bersama Reuters.

"Kenyataannya orang-orang tersebut adalah idiot," tukas Chris Evans dalam tayangan wawancara yang diunggah di YouTube, Rabu (15/6/2022).

Dia melanjutkan, "Setiap saat terjadi kemajuan dalam lingkungan sosial begitu kita membuka mata, kisah orang Amerika, sebuah cerita manusia adalah salah satu kebangkitan dan pertumbuhan sosial yang konstan dan itulah yang menjadikan kita baik."

Poster baru Lightyear, film animasi Pixar terbaru, tayang Juni 2022.Poster baru Lightyear, film animasi Pixar terbaru, tayang Juni 2022. Foto: dok. Disney/Pixar

"Tapi akan selalu ada orang-orang yang takut dan tidak peduli yang mencoba mempertahankan apa yang sudah ada sebelumnya," tambahnya.

Chris Evans mengatakan satu-satunya cara untuk menghadapi penolakan itu adalah dengan mengabaikan mereka yang mempermasalahkan inklusivitas. Pria 41 tahun memilih melangkah ke depan dan menghargai segala perubahan yang membuat seseorang jadi manusia.

"Menurut saya tujuan dari ini adalah tidak menghiraukan mereka, terus maju dan menghargai perkembangan yang membuat kita sebagai manusia," pungkasnya.

Seperti dilaporkan Hollywood Reporter, film terbaru Pixar Studio, 'Lightyear', dilarang tayang di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Sumber mengatakan kepada bahwa pelarangan tersebut terkait adanya ciuman sesama jenis dalam spin-off 'Toy Story' tersebut.

Kantor Regulasi Media UEA mengumumkan pada 13 Juni bahwa film tersebut - yang akan dirilis pada 16 Juni - tidak dilisensikan untuk pemutaran publik karena pelanggaran terhadap standar konten media negara itu. Film tersebut pada awalnya disetujui untuk dirilis di UAE, di mana pembatasan sensor telah dilonggarkan.

Namun dalam waktu yang cukup mendadak, lisensi untuk memutar film tiba-tiba dicabut menyusul seruan di media sosial yang menuduh Disney dan 'Lightyear' menghina Muslim dan Islam. Belakangan negara lain di luar Arab dan UEA seperti Tiongkok juga dikabarkan melarang penayangan 'Lightyear'.

(hst/hst)