ADVERTISEMENT

Viral Perseteruan Safa di Twitter, Ini Alasan Fandom KPop Begitu Powerful

R Chairini Putong - wolipop Jumat, 20 Mei 2022 12:30 WIB
Jaemin dan Renjun NCT. Foto: dok. SM Entertainment Jaemin dan Renjun NCT. Foto: dok. SM Entertainment
Jakarta -

Nama Safa masih menjadi trending topic Twitter sejak Rabu (18/5/2022) malam. Kini perseteruannya dengan sesama NCTzen (sebutan penggemar NCT Dream) tak hanya menjadi perbincangan fandom KPop. Semakin banyak netizen awam yang mencari tahu perseteruan Safa di Space Twitter.

Ternyata hal itu bermula dari cuitan-cuitan Safa tentang dua personel NCT Dream, Na Jaemin dan Hwang Renjun, yang dianggap bernada kebencian. Cuitannya pun menimbulkan keresahan bagi penggemar Jaemin dan Renjun NCT. Wanita 19 tahun itu akhirnya dikonfrontasi sejumlah penggemar NCT yang tidak terima idolanya dihina.

Salah satu penggemar bahkan mengancam akan melaporkan Safa ke polisi. Lebih lanjut, Safa diminta menuliskan permintaan maaf yang ditandatangani di atas materai. "Kalau Safa nggak mau ngelakuin itu semua, aku bakal bawa ini ke ranah hukum. Aku serius dan aku nggak main-main," ujar wanita dengan display name Berflowerrr di Twitter.

Safa SpaceSafa Space, yang menghebohkan fandom KPop dan netizen awam Foto: dok. Twitter @skiescipk

"Aku disini sebagai emaknya 7Dream dan aku mau ngebelain anak-anaknya aku, Na Jaemin sama Hwang Renjun," sambungnya.

Alasan Fandom KPop Begitu Powerful

Perseteruan Safa di Space Twitter membuktikan fandom KPop begitu powerful. Pasalnya setiap orang yang bergabung dalam fandom memiliki perannya masing-masing. Dari hasil studi yang dilakukan HILL ASEAN, setiap fandom memiliki community leaders, creators, organizers, dan guardians.

"Hal yang membuat fandom itu menjadi sangat powerful karena di dalam komunitas ini, masing-masing individu yang tergabung memiliki peran, tidak hanya sebagai recipient (penerima). Mereka bukan hanya sebagai orang yang mengonsumsi apa pun yang diberikan oleh subject atau object yang mereka gemari," tutur Devi Attamimi, Institute Director HILL ASEAN dalam acara virtual yang dihelat pada Kamis (19/5/2022).

Jaemin dan Renjun NCTJaemin dan Renjun NCT Foto: dok. SM Entertainment

Dan inilah peran guardians sebagai anggota fandom KPop. Mereka berada di garda terdepan untuk berhadapan dengan haters yang menuliskan ujaran kebencian tentang idolanya. Seperti dalam perseteruan Safa, penggemar Jaemin dan Renjun NCT menindaklanjuti wanita yang memancing emosi banyak penggemar karena cuitannya.

Guardians juga berusaha meminimalisir berita-berita buruk dengan memberikan aturan. Semisal ada salah satu anggota fandom KPop yang menyimpang, guardians tak segan untuk menegur dan speak up.

"Di dalam fandom KPop ada yang berperan sebagai guardians, tentu tujuannya tidak cancel culture. Inilah fungsi guardians. Kalau misalnya ada fans yang terlalu ekstrem, dia yang meminimalisir atau menetralisir berita-berita (buruk), supaya orang-orang tahu bahwa orang itu tidak merepresentasikan fandomnya, dia adalah oknum," jelas Devi.

Apa saja peran dalam fandom KPop selain guardians? Apa yang membuat fandom berkembang pesat? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2