Kisah Istri yang Pura-pura Diculik, Ternyata Tinggal di Rumah Mantan Pacar

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 20 Apr 2022 08:00 WIB
FILE - Sherri Papini of Redding leaves the federal courthouse after her arraignment in Sacramento, Calif., April 13, 2022. During a virtual hearing Papini accepted a plea bargain with prosecutors and pleaded guilty, Monday, April 18, 2022, to a single count of mail fraud and one count of making false statements. She will be sentenced on July 11, 2022. (AP Photo/Rich Pedroncelli, File) Foto: AP/Rich Pedroncelli
Jakarta -

Seorang wanita bernama Sherri Papini pernah menjadi pemberitaan nasional ketika dilaporkan tiba-tiba menghilang. Sherri mengkhawatirkan keluarganya saat ia tidak kembali ke rumah setelah pergi lari pagi pada hari Thanksgiving. Sempat dikira korban kejahatan, terungkap bahwa Sherri ternyata hanya pura-pura diculik.

Menghilangnya Sherri Papini enam tahun lalu cukup menghebohkan kota Redding, California, Amerika Serikat. Untungnya, ibu dua anak tersebut ditemukan tiga minggu setelah tidak ada kabar. Ketika ditanya polisi, Sherri mengaku ia diculik dua orang. Saat itu, ditemukan pula sejumlah luka pada tubuhnya.

Sherri mengatakan ia ditodong pistol oleh dua orang wanita Hispanik di 2016. Mereka lalu disebut merantainya ke sebuah tiang selama tiga minggu selagi memukuli dan tidak memberinya makan.

FILE - Sherri Papini of Redding leaves the federal courthouse after her arraignment in Sacramento, Calif., April 13, 2022. During a virtual hearing Papini accepted a plea bargain with prosecutors and pleaded guilty, Monday, April 18, 2022, to a single count of mail fraud and one count of making false statements. She will be sentenced on July 11, 2022. (AP Photo/Rich Pedroncelli, File)FILE - Sherri Papini of Redding leaves the federal courthouse after her arraignment in Sacramento, Calif., April 13, 2022. During a virtual hearing Papini accepted a plea bargain with prosecutors and pleaded guilty, Monday, April 18, 2022, to a single count of mail fraud and one count of making false statements. She will be sentenced on July 11, 2022. (AP Photo/Rich Pedroncelli, File) Foto: AP/Rich Pedroncelli

Selama bertahun-tahun, kasus Sherri Papini membingungkan penyidik dan publik. Apalagi wanita 39 tahun tersebut awalnya menolak untuk menjawab pertanyaan pihak berwajib. Setelah diselidiki, FBI mengumumkan bahwa Sherri pura-pura diculik selagi ia tinggal di rumah mantan pacarnya.

Wanita itu pun akhirnya mengakui bahwa dirinya berbohong. Tapi hingga kini masih belum diketahui apakah luka-luka yang ada di tubuhnya saat itu disebabkan oleh mantan pacar atau dirinya sendiri.

"Aku minta maaf, yang mulia (hakim). Aku sangat sedih. Aku merasa sangat sedih, yang mulia. Aku merasa sangat sedih," katanya ketika ditanya mengenai perasaannya saat akhirnya mengakui kesalahan.

FILE - Sherri Papini of Redding leaves the federal courthouse after her arraignment in Sacramento, Calif., April 13, 2022. During a virtual hearing Papini accepted a plea bargain with prosecutors and pleaded guilty, Monday, April 18, 2022, to a single count of mail fraud and one count of making false statements. She will be sentenced on July 11, 2022. (AP Photo/Rich Pedroncelli, File)FILE - Sherri Papini of Redding leaves the federal courthouse after her arraignment in Sacramento, Calif., April 13, 2022. During a virtual hearing Papini accepted a plea bargain with prosecutors and pleaded guilty, Monday, April 18, 2022, to a single count of mail fraud and one count of making false statements. She will be sentenced on July 11, 2022. (AP Photo/Rich Pedroncelli, File) Foto: AP/Rich Pedroncelli

Dilansir The Guardian, Sherri yang disebut punya sejarah sering berbohong memang merencanakan penculikan palsu tersebut selama setahun tanpa sepengetahuan suami. Hal itu dibenarkan oleh mantan pacarnya meski mengatakan mereka tidak berhubungan seks dan hanya tinggal bersama.

Motivasi dibalik kebohongan Sherri pun masih misteri. Tapi dicurigai jika ia memilih untuk pergi untuk menghindari sejumlah konsekuensi, seperti bercerai atau dipecat dari pekerjaan.

Karena tindakannya, Sherri Papini terancam dibui 20 tahun dan denda $250.000 atau Rp 3,5 miliaran. Hukumannya akan ditetapkan pada persidangan selanjutnya. "Untungnya dia akhirnya mengaku. Semoga sekarang dia akan mendapatkan bantuan, bantuan psikiater yang benar-benar dia butuhkan," kata Walikota Redding Misssy McArthur.

(ami/ami)