Ini Kesalahpahaman Soal Astrologi, Bukan Sekadar Ramalan Zodiak!
Ketika mendengar kata 'astrologi', kebanyakan orang akan langsung membayangkan zodiak, horoskop, bahkan tarot. Terdapat juga anggapan populer bahwa astrologi itu melibatkan kemampuan supranatural, dan tidak ilmiah. Inilah yang kemudian menyebabkan astrologi sering menuai pro dan kontra mengenai validitasnya.
Pada dasarnya, astrologi adalah ilmu yang menginterpretasikan pergerakan benda langit, dengan tujuan untuk menjelaskan atau memprediksi hal-hal duniawi.
Menurut Traditional Astrologer dan Certified Horary Practitioner, Vira M., terdapat setidaknya tiga kesalahpahaman masyarakat tentang ilmu astrologi. Hal ini mencakup stereotip zodiak, sering disamakan dengan ilmu tarot, hingga dianggap melibatkan unsur supranatural.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vira mengatakan bahwa tiap zodiak seringkali dikaitkan dengan karakteristik tertentu. Seakan-akan, semua orang dengan zodiak tertentu pasti karakteristik dan nasibnya sama. Padahal, zodiak hanya satu dari dua belas bagian dalam bagan astrologi. Keseluruhan bagan ini perlu dicermati astrologer untuk mengidentifikasi kepribadian seseorang.
"Misalnya, 'Aku Aries, aku orang energik.' Itu pengertian paling salah ketika kita mengenal astrologi. Sebagai astrologer, kita nggak bisa cuma baca zodiak doang, atau baca planet doang. Kalau cuma sepotong-sepotong gitu ya, kayak kita narik undian lah. Jadi, nggak ada dasarnya," kata Vira di acara e-Life detikcom (25/2/22).
Banyak juga yang mencampuradukkan ilmu astrologi dan tarot. Ternyata, keduanya adalah ilmu yang berbeda.
"Medianya sudah beda, cara perhitungannya sudah beda, yang tarot pakai kartu, kalau astrologi kita harus ngitung secara matematis. Kita lihat peta langit kalau astrologi, sementara tarot kan dia benar-benar ngambil simbol yang ada di kartu tersebut diartikan sesuai konteks," terang Vira.
Unsur spiritual juga sering dikaitkan dengan ilmu astrologi. Anggapan yang sering beredar adalah seseorang butuh indra keenam untuk bisa mempelajari ilmu ini. Padahal, astrologi adalah ilmu berbasis data.
"Kamu cuma butuh tahu aturan apa yang ada dalam data tersebut, biar data tersebut bisa terbaca dengan benar. Jadi aku sebenarnya ngomong bahwa astrologi bisa kita pelajari kalau kuat baca data, soalnya datanya itu banyak banget. Dan aturannya juga lebih banyak daripada datanya. Yang itu yang harus kita pelajari," jelas astrologer yang mengambil sertifikasi di School of Traditional Astrology London ini.
(mjt/mjt)
Kesehatan
Sering Pegal & Kaku Saat Kerja? Lenovo Massage Gun 8 Kepala Ini Jadi Andalan Kaum Jompo
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Meghan Trainor Tanggapi Sindiran Ashley Tisdale soal Geng Ibu-ibu Toxic
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
Sinopsis 47 Meters Down: Uncaged di Bioskop Trans TV Hari Ini
5 Drama Korea Romantis CEO Tampan Terbaru yang Bikin Baper
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
Meghan Trainor Tanggapi Sindiran Ashley Tisdale soal Geng Ibu-ibu Toxic
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak











































