ADVERTISEMENT

Ini Kesalahpahaman Soal Astrologi, Bukan Sekadar Ramalan Zodiak!

Nada Celesta - wolipop Selasa, 01 Mar 2022 15:42 WIB
compass and fifty euro banknotes background business and finance concepts Foto: Dok. istock.
Jakarta -

Ketika mendengar kata 'astrologi', kebanyakan orang akan langsung membayangkan zodiak, horoskop, bahkan tarot. Terdapat juga anggapan populer bahwa astrologi itu melibatkan kemampuan supranatural, dan tidak ilmiah. Inilah yang kemudian menyebabkan astrologi sering menuai pro dan kontra mengenai validitasnya.

Pada dasarnya, astrologi adalah ilmu yang menginterpretasikan pergerakan benda langit, dengan tujuan untuk menjelaskan atau memprediksi hal-hal duniawi.

Menurut Traditional Astrologer dan Certified Horary Practitioner, Vira M., terdapat setidaknya tiga kesalahpahaman masyarakat tentang ilmu astrologi. Hal ini mencakup stereotip zodiak, sering disamakan dengan ilmu tarot, hingga dianggap melibatkan unsur supranatural.

Vira mengatakan bahwa tiap zodiak seringkali dikaitkan dengan karakteristik tertentu. Seakan-akan, semua orang dengan zodiak tertentu pasti karakteristik dan nasibnya sama. Padahal, zodiak hanya satu dari dua belas bagian dalam bagan astrologi. Keseluruhan bagan ini perlu dicermati astrologer untuk mengidentifikasi kepribadian seseorang.

"Misalnya, 'Aku Aries, aku orang energik.' Itu pengertian paling salah ketika kita mengenal astrologi. Sebagai astrologer, kita nggak bisa cuma baca zodiak doang, atau baca planet doang. Kalau cuma sepotong-sepotong gitu ya, kayak kita narik undian lah. Jadi, nggak ada dasarnya," kata Vira di acara e-Life detikcom (25/2/22).

Banyak juga yang mencampuradukkan ilmu astrologi dan tarot. Ternyata, keduanya adalah ilmu yang berbeda.

"Medianya sudah beda, cara perhitungannya sudah beda, yang tarot pakai kartu, kalau astrologi kita harus ngitung secara matematis. Kita lihat peta langit kalau astrologi, sementara tarot kan dia benar-benar ngambil simbol yang ada di kartu tersebut diartikan sesuai konteks," terang Vira.

Unsur spiritual juga sering dikaitkan dengan ilmu astrologi. Anggapan yang sering beredar adalah seseorang butuh indra keenam untuk bisa mempelajari ilmu ini. Padahal, astrologi adalah ilmu berbasis data.

"Kamu cuma butuh tahu aturan apa yang ada dalam data tersebut, biar data tersebut bisa terbaca dengan benar. Jadi aku sebenarnya ngomong bahwa astrologi bisa kita pelajari kalau kuat baca data, soalnya datanya itu banyak banget. Dan aturannya juga lebih banyak daripada datanya. Yang itu yang harus kita pelajari," jelas astrologer yang mengambil sertifikasi di School of Traditional Astrology London ini.



Simak Video "Menavigasi Hidup dengan Astrologi, Apa Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(mjt/mjt)