ADVERTISEMENT

Viral Pelajar Dibully karena Dianggap Pria Feminin, Mengaji Dianggap Munafik

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 31 Jan 2022 07:00 WIB
Kisah pria viral di media sosial. Fariz yang mengalami bully karena dianggap feminin. Foto: Dok. Mstar.
Malaysia -

Perasaan sedih dan kecewa dirasakan oleh pria bernama Fariz Azlin. Sejak zaman sekolah, ia kerap menjadi sasaran perundungan teman-temannya atau korban bully.

Melalui video TikTok, Fariz mengunggah curhatannya dibully karena dianggap sebagai pria yang lembut atau terlalu feminin. Padahal sisi feminin tersebut terjadi bukan karena keinginannya.

"Lembut auto kena pandang hina dengan semua orang," tulis pria asal Malaysia itu di unggahan TikTok @farizazlin__ yang hingga kini videonya tersebut sudah ditonton lebih dari 57 ribu kali.

Memiliki sifat yang lembut, Fariz mengaku murid lain menghina dan menjauhinya bahkan sampai dia lulus sekolah. Ketika dihubungi oleh Mstar, Fariz yang kini sudah menjadi mahasiswa jurusan keuangan ini menceritakan pengalaman pahit di masa sekolahnya.

"Saya sejak kecil sudah ada sisi feminin, memang perawakan saya terlihat lembut. Dari zaman sekolah saya selalu kena ejek. Saat itu saya dibesarkan di Kelantan, Malaysia," ungkap Fariz.

"Perbuatan bully semakin memuncak ketika saya pindah ke Sekolah Berasrama Penuh (SBP) di Kuala Lumpur ketika tingkat empat. Sekolah itu khusus untuk pelajar laki-laki. Selama ini teman-teman saya perempuan. Jadi, ketika di sekolah itu saya bergaul dengan teman laki-laki di asrama," jelasnya.

Kisah pria viral di media sosial.Kisah pria viral di media sosial. Foto: Dok. Mstar.

Awalnya ia merasa biasa saja ketika mengalami perundungan, namun karena terus-menerus terjadi, mentalnya mulai terguncang. Apalagi tidak ada satu pun murid yang ingin berteman dengan Fariz.

Ia mengakui sekolah online membuatnya susah untuk mengikuti pelajaran. Namun, ia mencoba bertahan hingga lulus sekolah.

"Saya dibully, dikutuk dan dipandang sebelah mata. Sampai saya mengaji pun dianggap orang munafik. Sampai pada suatu hari saya tidak fokus belajar dan kakak saya membawa saya ke bidang konseling untuk konsultasi," kenangnya.

Ada beberapa guru yang mendekati dan membantu Fariz. Namun ketika di kelas baik-baik saja, semua berubah saat dia berada asrama. Dia kembali mendapat perundungan.

"Saya tidak pernah buat salah, saya memang terlahir seperti ini. Saya pun bertanya-tanya apa salah saya? Saya bersyukur mereka tidak membully secara fisik atau memukul. Tapi bullyan mereka sudah mengganggu mental saya," ucapnya emosi.

Kisah pria viral di media sosial.Kisah pria viral di media sosial. Foto: Dok. Mstar.

Kehidupannya mulai berubah semenjak aktif mengikuti pengajian di kampusnya. Fariz saat ini merupakan mahasiswa di Universitas Pengurusan dan Sains (MSU) di Shah Alam, Selangor, Malaysia. Dia sudah mene pada 2019.

Ia mengaku lebih merasa tenang dan damai ketika aktif mengaji dan membuat ia semakin fokus untuk belajar. Yang membuatnya bahagia, segala bullying di masa lalu tidak lagi terjadi di kampus.

"Di kampus banyak yang ramah dengan saya. Saya lebih tenang untuk belajar dan mendapatkan banyak energi positif," ujarnya lega.

Energi positif itu juga membuat Fariz menjadi mahasiswa berprestasi. Baru saja menyelesaikan semester lima, pria 21 tahun itu setiap semesternya mendapatkan penghargaan dari dekan karena pencapaian nilainya yang baik.

Mengunggah cerita TikTok karena telah menjadi korban bully, Fariz ingin memberikan pelajaran bagi warganet. Dia berharap netizen tidak menganggap remeh dampak bullying kepada orang lain.

"Melalui video TikTok ini, saya juga mengatakan bagi yang pernah mengalami pengalaman yang saya bahwa mereka tidak sendirian. Sudah tentu ada yang lebih buruk dibanding saya. Semua ada perjalanannya masing-masing, sudah masuk 2022 masih saja ada pemikiran kolot. Hentikan bully," tegasnya.

(gaf/eny)