Kontroversi Snowdrop Memanas, Akademisi Bikin Surat Terbuka untuk Disney Plus

R Chairini Putong - wolipop Rabu, 12 Jan 2022 16:45 WIB
Jisoo Blackpink Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK. Foto: Dok. JTBC
Jakarta -

Kontroversi drama Korea Snowdrop masih berlanjut. Lebih dari 30 profesor dan sarjana sejarah menandatangani surat terbuka yang ditujukan untuk Luke Kang, President The Walt Disney Company di Asia Pasifik. Para akademisi menyorot distorsi sejarah dalam drama Korea Snowdrop yang tayang di Disney+.

Perwakilan akademisi, Bae Keung Yoon mengunggah surat terbuka yang ditulis dalam bahasa Inggris pada Senin (10/1/2022). Lewat akun Twitter-nya (@kbae38), Bae Keung Yoon merangkum 'kesalahan' Disney+ sebagai platform yang menayangkan drama Korea Snowdrop.

Selain Bae Keung Yoon, ada sejumlah profesor dari Ewha Woman University, The George Washington University, Princeton University, hingga Harvard University yang menuntut Disney+ untuk menindaklanjuti kontroversi drama Korea Snowdrop.

Surat Terbuka Akademisi untuk Disney+

Para akademisi tidak menyarankan Disney+ untuk menghentikan penayangan drama Korea yang dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK. Sebaliknya, mereka menyarankan Disney+ untuk mencari referensi dari para ahli seperti sejarawan Korea dan profesor untuk membuat keputusan yang tepat soal distorsi sejarah.

"Kami tidak menulis untuk meminta Anda menghentikan penayangan drama. Sebaliknya, kami menulis ini untuk meminta perusahaan Anda mencari ahli - ada banyak, ahli sejarah Korea modern yang berkualifikasi baik di Korea dan seluruh dunia - untuk memeriksa dengan cermat referensi sejarah yang dibuat dalam drama, dan mempertimbangkan sendiri cara referensi tersebut digunakan," demikian bunyi surat terbuka tersebut.

"Kami membuat permintaan ini karena kami tidak percaya Disney Plus sebagai platform global menyadari konteks sejarah sosial-politik dalam drama ini, dan kami percaya platform (Disney Plus) harus membuat keputusan yang tepat saat menyiarkan drama berlatar sejarah (tahun 1987) secara global."

Distorsi Sejarah dalam Snowdrop

JTBC, selaku stasiun televisi yang menyiarkan drama Korea Snowdrop, membantah tuduhan distorsi sejarah. Mereka menegaskan bahwa drama Korea Snowdrop hanya fiksi meski berlatar 1987.

Dalam surat terbuka tersebut, para akademisi menyorot dua hal yang tidak bisa ditolerir dari drama Korea Snowdrop.

Jisoo BLACKPINK dalam drama Korea SnowdropJisoo BLACKPINK dalam drama Korea Snowdrop Foto: dok. JTBC

Pertama, nama karakter Jisoo BLACKPINK yang telah menimbulkan kontroversi sejak Maret 2021 sebelum penayangan drama Korea Snowdrop. Jisoo BLACKPINK memakai nama Eun Young Cho, yang mirip dengan nama aktivis wanita yang menentang pemerintahan otoriter, Cheon Young Cho.

Hal itu dirasa tidak pantas karena pemeran utama wanita Snowdrop menjalin hubungan asmara dengan mata-mata dari Korea Utara.
Sementara suami sang aktivis, Jeong Mun Hwa ditangkap dan disiksa karena dicurigai sebagai komunis dan pendukung Korea Utara. JTBC pun akhirnya mengganti nama Eun Young Cho menjadi Eun Young Ro.

Selain itu, karakter Jung Hae In, Im Su Ho dikisahkan sebagai mata-mata Korea Utara yang masuk Korea Selatan dan berkedok sebagai mahasiswa pascasarjana dari Jerman. Namun, pada kenyataannya, banyak mahasiswa Korea yang belajar di Jerman dituduh sebagai mata-mata Korea Utara, diculik ke Korea Selatan dan dipenjara.

Poin kedua yang disorot adalah karakter ayah Jisoo BLACKPINK, Eun Chang Su. Karakter ini memiliki banyak kesamaan yang mencolok dengan perwira Park Jun Byeong, yang memimpin salah satu pembantaian di tahun 1980. Dia dikenal sebagai pembunuh brutal yang tidak pernah meminta maaf atas hal keji yang dilakukannya. Salah satu kesamaan mereka ialah bertempur di perang Korea sebagai pelajar di bawah umur.

Heo Jun Ho dalam drama Korea SnowdropHeo Jun Ho, pemain drama Korea Snowdrop Foto: dok. JTBC

Sementara itu, drama Korea Snowdrop telah menayangkan sembilan episode hingga Minggu (9/1/2022). Snowdrop tayang setiap Sabtu dan Minggu pukul 22.30 KST di JTBC dan bisa ditonton secara legal di Disney+.



Simak Video "Penuh Kontroversi, Snowdrop Tak Mengecewakan dari Segi Rating"
[Gambas:Video 20detik]
(rcp/rcp)