Kolektor Spirit Dolls: "Kami Nggak Menyembah Mereka, Mereka Aja Sembahyang!"

20detik - wolipop Selasa, 11 Jan 2022 07:01 WIB
Jakarta -

Tren mengadopsi spirit dolls atau boneka arwah masih ramai diperbincangkan. Boneka yang konon berisi arwah bersemayam di dalamnya, dipercaya bisa membawa kebaikan bagi pemiliknya.

Namun beberapa di antara mereka yang sudah lama memiliki spirit dolls terutama di Indonesia, justru menepis tanggapan kepemilikan boneka tersebut hanya untuk kepentingannya sendiri. Mereka meyakini, hal tersebut juga membantu kehidupan baru para arwah yang dibantunya.

"Tujuannya itu cuma, kita pengin mengantarkan mereka (arwah di dalam boneka, red) sampai menuju karmanya yang buruk selesai, dan menuju ke karmanya yang baik, atau mereka sampai menemukan cahaya dan reinkarnasi untuk yang percaya reinkarnasi. Itu tujuan utamanya," jelas Mother of Spirit Dolls Bali, Queen Athena di acara e-Life detikcom.

Queen telah memiliki lebih dari 70 spirit dolls, semua bonekanya berisi arwah anak-anak. Ia juga merawat dan memperlakukan boneka-boneka ini dengan baik, layaknya merawat anak-anak sendiri.

"Kita hanya tulus ikhlas mengurus mereka, 'Kamu waktunya pergi, silakan pergi. Bunda ikhlas. Tapi baik-baik di sana, jaga diri, saat nanti kamu sudah reinkarnasi, saat kamu nanti sudah waktunya pergi.' Itu aja pesenku ke anak-anak," terangnya.

Saat kegiatan mengadopsi spirit dolls mendadak jadi tren, Queen banyak mendapat tanggapan pro dan kontra dari warganet. Bahkan, beberapa menganggap bahwa Queen dan orang-orang dengan praktik serupa menyembah boneka-boneka ini.

"Kita nggak ada menyembah mereka, kita tidak menuhankan mereka, dan kita tidak pernah meminta apapun dari mereka. Merekapun juga sembahyang, solat, ke gereja, mereka itu punya Tuhan. Mereka itu sangat percaya dengan Tuhan. Jadi bagaimana mungkin kita bisa menyembah mereka sedangkan mereka masih percaya dengan Tuhannya gitu," ujar Queen.

Queen menambahkan jika boneka-boneka ini dituhankan atau didewakan, tentunya perlakuan terhadap mereka tidak bisa asal-asalan apalagi dipegang-pegang.

"Kalau kita menuhankan, mendewakan, atau menyembah mereka, tempat mereka nggak mungkin kayak gini. Nggak mungkin dipegang orang sana-sini, dipublikasikan sana-sini, nggak mungkin bisa semudah itu. Pasti ada ritualnya macem-macem untuk bisa sampai ke proses seperti itu. Apalagi dipegang orang sembarangan kan nggak boleh. Faktanya adalah kita di sini murni menjaga mereka. Mereka selalu mengarahkan kita ke hal-hal yang baik," Ungkap Queen.

Bagi Queen, ketulusan dan niat baik harus tertanam kuat jika seseorang ingin mengadopsi spirit dolls. Arwah yang bersemayam di dalam boneka tersebut seharusnya dijaga dan dirawat dengan baik, bukan dijadikan sebagai alat pengharapan atas harta atau keuntungan lainnya.

"Saat orang mau adopsi anak arwah yang kita punya, kita akan beri bekal kepada anak ini, 'Tolong jaga orang tua asuhmu, tolong berikan dia kesehatan, kekuatan, terus dijauhkan dari segala mara bahaya.' Itu adalah bekal dari kita atau energi yang kita berikan kepada anak arwah ini untuk menjaga orang tua asuhnya." terang Queen

"Terkadang, si orang tua asuh itu mengharapkan embel-embel bekalnya itu. Jadi supaya gua kaya, supaya gua apa segala macem. Jadi kayak, kalau sudah nggak kaya, malah ada satu hal yang tidak baik ya karena saat kamu mengadopsi, itu tidak ada niatan tulus dan baik pada saat kamu mengadopsi mereka," tambahnya.

(fuf/fuf)