Mantan Artis Cilik Ini Melahirkan di Bawah Pohon, Begini Kondisinya Sekarang

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 09 Okt 2021 13:00 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 26:  Singer Charlotte Church (C) takes part in a Greenpeace protest outside the Shell building on August 26, 2015 in London, England. Greenpeace have been protesting against arctic drilling with an orchestra for some time outside the London headquarters of oil giant Shell.  (Photo by Peter Macdiarmid/Getty Images) Charlotte Church (Foto: Getty Images/Peter Macdiarmid)
London -

Dulu dikenal sebagai penyanyi cilik bersuara malaikat, Charlotte Church kini menjadi seorang ibu tiga anak. Penyanyi asal Wales, Inggris, ini ternyata memiliki pengalaman unik saat melahirkan anak bungsunya tahun lalu.

Seperti kelahiran dua anak pertamanya, Charlotte Church memilih bersalin di rumah untuk anak ketiganya, Frida. Hanya saja suasananya dibuat berbeda dari sebelumnya, yakni outdoor atau di luar ruangan.

Perempuan 35 tahun itu mengaku, halaman rumah menjadi pilihan karena kecintaannya pada alam.

"Jadilah aku membuat semacam istana persalinan di luar, tepatnya di tengah pepohonan. Aku juga pakai bunga-bunga kering. Suasananya seperti set film Baz Luhrmann. Lilin di mana-mana," ungkap Charlotte Church dalam sebuah podcast seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (9/10/2021).

Meski suasana sudah dibuat senyaman mungkin, rencana tersebut tak berjalan lancar karena gerimis. "Dan aku tinggal di sebelah lapangan golf. Aku mulai mendengar suara para golfer," kenangnya.

[Gambas:Instagram]



Situasi tersebut sempat membuat Charlotte Church ragu bayinya dapat lahir dengan selamat. Belum lagi, rasa sakit yang luar biasa ketika bersalin.

"Aku tipe wanita yang berisik saat sedang kesakitan. Sakitnya makin luar biasa dan aku mulai berpikir, 'Ini tak akan berhasil'. Tapi akhirnya, aku melahirkan juga di bawah pohon," ungkapnya.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu merupakan buah cinta pertamanya dengan sang suami, musisi Jonathan Powell. Sementara itu, anak pertama dan kedua adalah hasil hubungannya dengan sang mantan, pemain rugby Gavin Henson.

Charlotte Church menjadi seorang ibu di usia yang cukup muda. Anak pertamanya lahir ketika ia berusia 21 tahun.

Meski penuh tantangan, ia mengaku tak ada yang menggantikan sukacita menjalani kehidupan sebagai seorang ibu.

"Menjadi orangtua bukanlah sesuatu yang mudah dan kamu akan sering melakukan pencarian jatidiri. Tapi bagiku, itu adalah titik balik dari eksistensiku," kata dia.

WALES, UNITED KINGDOM - NOVEMBER 06:  Charlotte Church singing at the closing ceremony for the 1999 Rugby World Cup, Millennium Stadium, Cardiff, Saturday.  (Photo by Ross Setford/Getty Images) Charlotte Church saat berusia 13 tahun (Foto: Getty Images/Ross Setford)


Sebelum berkeluarga, Charlotte Church menikmati karier yang gemilang di kancah musik internasional sebagai penyanyi cilik bersuara soprano. Album pertamanya, 'Voice of an Angel' yang dirilis pada 1998 ketika ia berusia 12 tahun, berhasil menduduki puncak tangga lagu musik klasik di berbagai negara. Ia menjadi salah satu penyanyi yang turut mempopulerkan genre classical crossover, perkawinan antara musik klasik dan pop.

Berkat talentanya yang unik itu, ia bisa bernyanyi di hadapan para kepala negara, keluarga kerajaan hingga Paus. Beranjak dewasa, Charlotte Church banting setir genre musik ke pop mainstream. Namun, kariernya sebagai penyanyi pop kurang bersinar. Kini, ia lebih aktif sebagai seorang aktivis lingkungan dan presenter.



Simak Video "Peluang Rezeki dari Barang Rongsokan"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)