Pengakuan Wanita yang Pacari Maradona di Usia 16, Berujung Kecanduan Narkoba

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 30 Sep 2021 12:45 WIB
Mavys Alvarez Foto: Dok. América TeVe
Jakarta -

Mavys Alvarez baru-baru ini tampil di sebuah acara televisi untuk menceritakan kisah cintanya dengan mendiang pemain bola Maradona. Mavys dan Maradona diketahui berhubungan selama tiga tahun. Ketika itu, ia mengaku 'di-bully' untuk melakukan operasi payudara di usia remaja.

Dalam wawancaranya di stasiun televisi América TeVe, Mavys akhirnya buka suara mengenai kisah cintanya yang kontroversial. Tak hanya karena usia, ia juga mengaku dikenalkan dengan obat-obatan oleh Diego Maradona.

"Diego mengenalkanku pada narkoba ketika aku masih berusia 16 tahun. Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku," ujarnya

Kepada presenter Mario J. Pentón, wanita yang kini berusia 37 tahun itu menceritakan pertemuannya dengan Maradona. Dikatakan jika Maradona mengenalnya saat sedang direhab. Ketika itu, salah seorang dari rombongan Maradona mendekatinya.

"Orang itu menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk meyakinkanku betapa pentingnya untuk membantu Diego, seseorang yang mendunia, teman dari Kuba, dan dia sedang depresi. Dan akhirnya, aku menerimanya," kata Mavys.

Mavys AlvarezMavys Alvarez Foto: Dok. América TeVe

Singkat cerita, Mavys dibawa ke hotel untuk bertemu Maradona dan mulai menyukainya saat itu juga. Selama berpacaran, Maradona menempatkannya di sebuah apartemen meski dikatakan punya kekasih lain.

"Ibuku tidak senang begitu juga dengan ayahku. Tapi di usia itu, kamu ingin memberontak dan tidak mendengarkan orangtua. Hidup dengan Maradona sangat gila. Pesta, disko, dia mengajakku makan, aku tidak berpikir akan masuk ke dalam narkoba yang mana sulit untuk bebas. Diego mengenalkanku pada narkoba di usia 16," lanjut wanita itu

"Beberapa kali dia mencoba mengajakku, dia memaksa, dia merasa sendiri dan aku mencoba kokain untuk menyenangkannya. Itu adalah kesalahan terbesarku. Sangat sulit untuk keluar dari narkoba. Aku mengalami halusinasi. Suatu kali aku harus dilarikan ke rumah sakit karena dehidrasi dan aku tidak bisa bangun dari tempat tidur untuk toilet,"

Mavys mengaku malu dengan dirinya sendiri. Tak hanya narkoba, Mavys juga menyesal melakukan operasi payudara dengan bujukan Maradona. Ketika itu, ia dikirim ke Buenos Aires oleh sang legenda bola.

"Aku takut operasi tidak berjalan baik jika dilakukan di Kuba dan aku ada infeksi jadi dia memutuskan untuk mengoperasikanku di Argentina. Aku seharusnya pergi ke sana 20 hari tapi akhirnya tinggal selama dua setengah bulan," kata Mavys.

(ami/ami)