3 Kontroversi Mnet Sebelum Viral Remix Azan, Manipulasi Voting Kontestan

R Chairini Putong - wolipop Kamis, 09 Sep 2021 11:36 WIB
Street Woman Fighter Pembawa acara dan juri acara Street Woman Fighter. Foto: dok. Mnet
Jakarta -

Stasiun televisi Korea Selatan, Mnet menuai kecaman karena dituding menggunakan azan sebagai intro acara survival Street Woman Fighter. Netizen mendesak Mnet meminta maaf dengan menyerukan tagar #Mnetapologize di Twitter.

Pada Kamis (9/9/2021), pihak Mnet menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan Instagram. Lagu berjudul 'Azan' yang dinyanyikan band LOSERS dinilai cocok sebagai intro Street Woman Fighter dan tidak ada maksud dan tujuan lain.

Sebagai bentuk permintaan maaf, Mnet akan mengunggah ulang episode pertama Street Woman Fighter yang menggunakan lagu 'Azan'. Namun, netizen masih menunjukkan kemarahan dan menduga Mnet akan melakukan kesalahan yang sama seperti kontroversi sebelumnya.

Sebelum viral karena diduga remix azan, inilah 3 kontroversi Mnet yang menuai kecaman:

1. Perlakuan Tak Adil dalam Acara Survival Kingdom

Acara survival Mnet, Kingdom baru-baru ini menuai kontroversi. Netizen menilai grup KPop yang berpartisipasi dalam acara tersebut tidak diperlakukan adil dalam episode pertama.

Tiga dari enam grup KPop diduga memiliki anggaran yang lebih tinggi dibandingkan grup lainnya. Menyusul kontroversi tersebut, Ilgan Sports melaporkan Mnet telah memberi tahu biaya produksi dibatasi 5 juta won (atau sekitar Rp 60,9 juta).

Setelah pertimbangan ulang, Mnet memutuskan untuk menyesuaikan anggaran setiap grup KPop. Namun, terdapat miskomunikasi yang mengakibatkan hanya tiga grup KPop yang mengetahui keputusan final Mnet.

Acara survival tersebut menampilkan grup KPop BTOB, iKON, THE BOYZ, Stray Kids, SF9, dan ATEEZ.

2. Manipulasi Voting Acara Survival Produce 101

Pada 2019, Mnet dilaporkan melakukan manipulasi voting dalam empat season Produce 101. Pengadilan memanggil 8 orang termasuk PD (producer director) Ahn Joon Young untuk diadili karena dugaan penipuan dan disrupsi bisnis.

Lima pegawai agensi KPop juga ditangkap karena berbagai tuduhan termasuk pelanggaran kepercayaan.

Ahn Joon Young memanipulasi voting yang dilakukan penggemar selama siaran langsung untuk memastikan trainee tertentu berhasil debut. Selama penyelidikan, ia mengaku melakukan manipulasi acara Produce 48 dan Produce X 101.

Namun, jaksa menemukan bukti bahwa ia juga melakukan tindak curang dalam season pertama dan kedua Produce 101.

3. Audisi 'Gadungan' Acara Survival Idol School

Di tengah kontroversi manipulasi voting Produce 101, seorang kontestan yang mengikuti acara survival Idol School mengungkap kecurangan acara Mnet. Lee Hae In yang menjadi korban manipulasi membeberkan hal tersebut dalam program televisi PD Notes.

Idol School mengadakan audisi terbuka di mana lebih dari 3000 calon kontestan berkumpul untuk mendapat kesempatan tampil di acara Mnet. Lee Hae In mengungkap audisi tersebut tidak pernah terjadi.

Pihak Mnet telah menentukan peserta mana yang akan berpartisipasi dalam acara survival Idol School. Lee Hae In awalnya diberitahu tak perlu syuting ke tempat audisi, namun akhirnya diminta pergi ke sana agar situasi audisi terlihat otentik.

"Produser pertama-tama mengatakan padaku untuk tidak menghadiri stadion audisi, tempat 3000 ribu kontestan berkumpul. Jadi aku pikir aku tidak harus pergi dan mempersiapkannya. Tapi sehari sebelum syuting audisi, mereka menyuruhku pergi karena aku meraih popularitas dari Produce 101," ungkap Lee Hae In.

Lee Hae In adalah kontestan yang berada pada peringkat teratas, namun tiba-tiba gugur dalam episode final Idol School. Pihak Mnet meminta maaf dan berjanji akan mendebutkannya dalam grup lain. Namun, hal itu tidak pernah terjadi.



Simak Video "Permintaan Maaf Mnet soal Video Remix Suara Azan di TV Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rcp/rcp)