Putri Mako dari Jepang Tolak Rp 19,5 M Demi Dinikahi Pria Rakyat Jelata Ini

Eny Kartikawati - wolipop Kamis, 02 Sep 2021 16:03 WIB
Japans Princess Mako, the eldest granddaughter of Emperor Akihito and Empress Michiko, waves during the royal familys annual New Years greeting to well-wishers gathered at the Imperial Palace in Tokyo on January 2, 2018. / AFP PHOTO / Kazuhiro NOGI Putri Mako dari Jepang dan tunangannya. Foto: REUTERS/Shizuo Kambayashi/Pool
Jakarta -

Putri Mako dari Jepang akan menjadi putri kerajaan pertama di negaranya yang tidak menjalani upacara pernikahan tradisional. Putri Mako juga membuat sejarah karena menolak uang tunjangan 150 juta Yen demi dinikahi kekasihnya, seorang pria yang berasal dari keluarga biasa atau rakyat jelata.

Seperti dikutip dari NetSharx, Putri Mako seharusnya bisa menerima 150 juta Yen atau sekitar Rp 19,5 miliar sebagai seorang putri kerajaan. Sumber Kyodo News di pemerintahan mengatakan uang tunjangan miliaran itu dibayar dari pajak rakyat.

Putri Mako memilih menolak uang tunjangan miliaran tersebut demi bersama dengan pria yang sudah lama menjadi kekasihnya Kei Komura. Putri 29 tahun mengumumkan dirinya akan mengikuti jejak bibinya Putri Sayako, yaitu menikah dengan pria dari kalangan non bangsawan.

Kei Komura, calon suami Putri Mako adalah pria dari kalangan rakyat biasa yang pernah menjadi bintang iklan promosi wisata pantai di Jepang. Mako dan Komuro berkenalan pada 2012 silam saat keduanya bertemu di International Christian University di Tokyo.

Japan's Princess Mako, the eldest granddaughter of Emperor Akihito and Empress Michiko, waves during the royal family's annual New Year's greeting to well-wishers gathered at the Imperial Palace in Tokyo on January 2, 2018. / AFP PHOTO / Kazuhiro NOGIPutri Mako dari Jepang dan tunangannya Kei Komura. Foto: AFP

Pernikahan mereka seharusnya digelar pada 4 November 2018 ini. Namun pada Februari 2018, Putri Mako menyatakan rencana pernikahan mereka akan ditunda.

Hingga kini anak sulung dari calon raja Jepang itu belum juga mengumumkan tanggal hari bahagianya. Sebelumnya muncul kabar bahwa alasan yang melatarbelakanginya adalah karena sang tunangan Kei Komuro memiliki utang pada ibu mantan tunangannya.

Kei yang bekerja di sebuah firma hukum di Tokyo dikatakan pernah mendapat uang dari ibu mantan tunangannya sebanyak 4 juta yen (Rp 509 jutaan). Ketika berhubungan dengan anak dari ibu tersebut di tahun 2010 hingga 2012, Kei sedang menjalani kuliah dan menggunakan uang untuk biaya akademisnya.

Kei Komuro telah merilis pernyataan mengenai masalah uang ibu mantan tunangan yang digunakannya untuk membiaya kuliah di Fordham University New York, AS. Dilansir South China Morning Post, disebutkan jika semua masalah finansial sudah dituntaskan. Kei juga meminta maaf karena sudah menyebabkan masalah yang tidak dijelaskannya secara jelas. Putri Mako juga dilaporkan telah mengetahui masalah ini.

Meski tidak dikonfirmasi secara gamblang, tampaknya Kei Kumuro memang memiliki masalah keuangan. Laporan terbaru menyebutkan jika pria tersebut sudah mendapat restu dari Pangeran Mahkota Akishino namun tunangan Putri Mako itu harus menyelesaikan dulu situasi finansialnya.

"Konstitusi mengatakan pernikahan seharusnya didasarkan pada persetujuan kedua belah pihak. Jika itu apa yang mereka inginkan maka aku pikir itu sesuatunya yang aku perlu hormati sebagai orangtua," ungkap Pangeran Mahkota Fumihito dilansir agensi berita Kyoto.


Melalui pernyataannya itu Pangeran Fumihito seolah membenarkan jika ada masalah yang seharusnya dibereskan terlebih dahulu oleh Putri Mako dan Kei Komuro. "Agar banyak orang bisa diyakinkan dan ikut merayakan (pernikahan ini), aku sudah bilang penting untuk masalahnya diatasi," tambah Pangeran Mahkota.



Simak Video "Bangganya Melihat Batik Indonesia Mejeng di Takashimaya Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)