Kontroversial, Seniman Viral Bikin Peringkat Wanita Terjelek Hingga Tercantik

Vina Oktiani - wolipop Senin, 21 Jun 2021 05:30 WIB
Festival Cerita Anak (TaCita) 2019 digelar di Bandung. Festival ini menampilkan beragam ilustrasi dan desain sampul buku anak dari Indonesia dan Jepang. Ilustrasi Pameran Seni/Foto: Satria Nandha
Jakarta -

Sebuah pameran kesenian di Shanghai, China yang digelar seniman bernama Song Ta ditutup karena jadi kontroversi. Song Ta memberikan ranking pada lima ribu mahasiswi dari yang tercantik hingga terjelek. Saat ini pihak penyelenggara pameran kesenian itu sendiri telah meminta maaf atas apa yang dilakukannya.

Seperti dikutip dari BBC, usai pameran tersebut viral di media sosial, manajemen OCAT Shanghai, selaku penyedia tempat penyelenggara pameran pun memutuskan untuk menutup pameran seni Song Ta tersebut. Pameran bertajuk 'Uglier and Uglier' itu sendiri diketahui mendapat banyak kritikan dari masyarakat karena dianggap melecehkan kaum wanita.

"Setelah mendapat kritikan, kami mengevaluasi kembali konten karya seni ini dan penjelasan artis, kami menemukan itu tidak menghormati wanita, dan cara pengambilannya memiliki masalah pelanggaran hak cipta. Sebagai museum yang mendukung keragaman, kami akan menganggap ini sebagai peringatan, meningkatkan layanan kami, dan memperlakukan semua orang dengan empati," terang pihak penyelenggaran di platform media sosial Weibo.

Song Ta itu mengatakan bahwa pameran 'Uglier and Uglier' adalah hasil kreasinya pada 2013. Kala itu dirinya merekam para wanita ketika mereka lewat di sebuah kampus. Song Ta kemudian memberikan peringkat sesuai dengan seberapa menariknya para wanita tersebut berdasarkan hasil pengamatannya sendiri.

Hasil pengamatannya itu kemudian dibentuk ke dalam sebuah video berdurasi tujuh jam yang berisi peringkat untuk lima ribu gadis dari yang tercantik hingga terjelek. Dalam sebuah wawancara dengan akun media sosial BIE di Beijing pada 2019, Song Ta mengatakan bahwa dia dan asistennya mengambil foto-foto dari para wanita tersebut secara diam-diam.

"Saya pikir saya memiliki hak untuk mengatakan yang sebenarnya," ujar Song Ta seraya membela diri.

Tak sedikit netizen yang memberikan kritikannya di Weibo. Mereka tidak setuju dengan karya seni milik Song Ta tersebut.

"Ini sudah tahun 2021, bagaimana kamu masih bisa mengobyektifikasi wanita dengan berani, tanpa rasa malu?" komentar salah seorang netizen.

"Karya seni ini tidak hanya menghina tetapi melanggar hak potret individu, dan para wanita ini bahkan tidak tahu bahwa mereka sedang difilmkan," komentar netizen lain.

(vio/vio)