Fakta-fakta Kontroversi Racket Boys, Dituding Netizen Lecehkan Indonesia

Hestianingsih - wolipop Minggu, 20 Jun 2021 18:00 WIB
Drama Korea Racket Boys Drama Korea Racket Boys. Foto: SBS
Jakarta -

Drama Korea Racket Boys menuai kecaman karena sejumlah adegan di episode lima yang dinilai menggambarkan Indonesia dengan citra yang buruk sebagai tuan rumah pertandingan. Netizen Indonesia pun membanjiri kolom komentar Instagram SBS dan mengecam Racket Boys.

Hal itu bermula dari sebuah adegan drama Racket Boys yang tayang Senin (14/6/2021). Ahn Nae Sang, yang berperan sebagai pelatih nasional bulu tangkis Korea Selatan mengutarakan kekecewaan terhadap penginapan yang buruk di Jakarta dan menganggap hal itu disengaja.

Adegan lainnya menampilkan Lee Jae In yang berperan sebagai Han Se Yoon juga dikisahkan bertanding di Jakarta. Ia datang bersama beberapa pelatih bulu tangkis Korea dan beristirahat di kamar sebelum pertandingan.

Dialog berikutnya yang disampaikan So A Rin, membuat netizen semakin geram.

"Besok akan banyak penonton yang mengejek kita," ujar sang aktris yang berperan sebagai anggota tim bulu tangkis nasional Korea.

Netizen Indonesia merasa keberatan dengan dialog dalam drama Korea Racket Boys, karena dinilai memberikan kesan buruk tentang suporter Indonesia.

Drama Korea Racket BoysDrama Korea Racket Boys. Foto: dok SBS

Berikut fakta-fakta seputar kontroversi Racket Boys yang dinilai tampilkan citra buruk indonesia:

1. Pernyataan Minta Maaf SBS

Pada 16 Juni 2021, SBS akhirnya merilis pernyataan terkait kontroversi Racket Boys. Stasiun TV itu melayangkan permintaan maaf melalui komentar di Instagram. Mereka menulisnya dalam bahasa Indonesia:

Kami dari tim produksi [Racket Boys] menyampaikan permohonan maaf mengenangkan pertandingan yang tersiar di episode 5, kami tidak bermaksud untuk merendahkan negara, pemain atau penonton tertentu.

Namun demikian, kami mohon maaf atas beberapa adegan yang telah menyinggung pemirsa kami dari Indonesia.

Kami akan memperhatikan dengan seksama untuk episode selanjutnya.

2. Kontroversi Racket Boys Disoroti Anggota DPR

Racket Boys pun mendapat sorotan dari anggota DPR terutama Komisi X. Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai adegan yang disebut melecehkan itu bentuk rasa iri Korea Selatan terhadap bulutangkis Indonesia.

"Mungkin karena mereka tidak bisa mengalahkan kita di kehidupan nyata, makanya balas dendam di film," kata Huda saat dihubungi detikNews, Kamis (17/6/2021).

Huda mengatakan episode drama Korea yang menjelekkan Indonesia ini bisa dimentahkan. Sebab, dalam bidang bulutangkis, Indonesia sering dinobatkan sebagai penyelenggara terbaik.

"Indonesia sering dinobatkan sebagai penyelenggaraan turnamen terbaik di bulutangkis (Indonesia open dan Indonesia master). Scene di film tersebut bisa dimentahkan," tuturnya.

Drama Korea Racket BoysDrama Korea Racket Boys. Foto: dok SBS

3. Rating Racket Boys di iMDb Terjun Bebas

Setelah penayangan episode lima yang menuai kontroversi dan banyak kecaman, Racket Boys harus menelan pil pahit lagi. Rating drama Korea yang dibintangi Tang Joon-sang itu terjun bebas. Dilihat dari situs iMDb per tanggal 20 Juni 2021, serial tentang tim bulutangkis remaja itu mendapat rating 1,5 dari skala 1-10.

Dari 6.200-an pengguna, 96 persennya atau sekitar 5.968 user memberikan rating 1. Sementara hanya 0,9 persen atau 59 pengguna yang memberi rating 10.

Drama Korea Racket BoysDrama Korea Racket Boys. Foto: dok SBS

4. Sempat Berganti Nama Jadi RacketRacist

Netizen Indonesia tidak hanya membuat rating Racket Boys anjlok tapi juga mengganti judulnya. Pada Sabtu (19/6/2021), seperti dilihat dari iMDb, judul drama tersebut berganti menjadi 'RacketRacist'.

Entah siapa yang mengubah nama drakor tersebut. Namun setelah dipantau kembali, judulnya sudah berubah lagi menjadi Racket Boys. Kritikan pun masih terus dilancarkan netizen di kolom review.

"Kalau drama ini ingin mengritik tentang hal terburuk dalam dunia olahraga, jangan gunakan negara kami sebagai contohnya, pakai negara fiksi. Sejujurnya melihat bocoran pertamanya saya benar-benar tertarik nonton drama ini. Tapi semuanya telah terjadi. Maaf saya tidak akan pernah lagi menontonnya. SANGAT MENGECEWAKAN," tulis netizen.

"Drama terburuk yang pernah saya tonton, dalam drama menampilkan rasisme dan penghinaan terhadap negara lain," komentar netizen lain.

"Belajar menghargai orang lain. Kenapa jadi pura-pura sebagai korban. (Negara) lainnya menang karena mereka lebih baik. Sungguh memalukan!" tambah netizen lagi.

(hst/hst)