Perseteruan Ratu Kecantikan Bergelar Nyonya: Mrs World Vs Mrs Sri Lanka

Eny Kartikawati - wolipop Sabtu, 17 Apr 2021 11:00 WIB
Kontes kecantikan Sri Lanka: Mantan Mrs World ditahan setelah insiden di panggung Mrs World mencopot mahkota Mrs Sri Lanka. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Drama pertikaian antara Mrs. World Caroline Jurie dengan Mrs. Sri Lanka Pushpika De Silva menghebohkan jagat kontes kecantikan. Apalagi perseteruan yang terjadi di atas panggung itu sempat berujung penjara untuk Jurie.

Konflik antara Mrs. World 2020 Caroline Jurie dengan Mrs. Sri LankaPushpika De Silva bermula dari malam final Mrs. Sri Lanka. Pada Minggu (4/4/2021), juri menetapkan Pushpika De Silva sebagai juara Mrs Sri Lanka, dalam acara yang disiarkan di stasiun TV nasional. Senyum bahagia tampak mengembang di wajahnya dan ia pun sempat melakukan first walk sebagai pemenang.

Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Sesaat setelah penobatan, pemenang tahun lalu yang kini menyandang gelar Mrs. World Caroline Jurie, tiba-tiba menginterupsi jalannya selebrasi kemenangan Pushpika De Silva.

Dia menyatakan kalau Pushpika tak pantas menang karena telah menyalahi aturan kontes. Caroline lalu melepaskan secara paksa mahkota di kepala Pushpika.

"Ada aturan yang mengharuskan kontestan sudah menikah dan tidak bercerai, jadi saya maju untuk menyematkan mahkota ke pemenang kedua," kata Caroline.

Saat pencopotan mahkota, terlihat Pushpika De Silva kebingungan. Ia pun hanya bisa pasrah dan berjalan ke belakang panggung sambil menangis.

Tindakan Caroline Jurie menuai kritik, baik dari publik maupun panitia Mrs. Sri Lanka. Mereka kecewa dengan perbuatannya yang seperti 'main hakim sendiri'.

Pihak Mrs World dan Mrs. Sri Lanka pun meminta maaf atas skandal tersebut. Direktur Nasional Mrs Sri Lanka World Chandimal Jayasinghe menyatakan bahwa mahkota kemenangan dikembalikan kepada Pushpika De Silva pada Selasa (6/4/2021).

Chandimal juga menyatakan bahwa Caroline Jurie bertindak atas inisiatif sendiri. Bukan atas permintaan panitia maupun organisasi. Mahkota pun dikembalikan lagi kepada Pushpika.

"Kami kecewa. Sangat memalukan bagaimana Caroline Jurie bertingkah di atas panggung dan organisasi Mrs. World sudah mulai menginvestigasi masalah ini," kata Chandimal seperti dikutip dari BBC.

Pushpika De Silva Cedera Kepala, Caroline Jurie Ditangkap Polisi

Pushpika mengaku sangat kecewa dan mengungkap kepalanya mengalami cedera akibat insiden tersebut. Lewat unggahan di Facebook, dia mengungkap harus menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami cedera kepala, akibat pelepasan mahkota.

Dia juga akan mengambil tindakan hukum atas kejadian yang sudah mencoreng namanya dan membuat trauma itu. Sebab ia mengklaim tidak pernah bercerai dari suami meskipun sudah tidak tinggal serumah.

"Ada banyak ibu tunggal seperti saya yang menderita di Sri Lanka. Mahkota ini saya dedikasikan kepada para wanita, ibu tunggal yang berjuang membesarkan anak mereka sendirian," tuturnya seperti dilansir BBC.

Insiden perebutan mahkota yang membuat Pushpika De Silva cedera kepala itu berujung laporan kepolisian. Caroline Jurie ditahan kepolisian Sri Lanka setelah mencopot mahkota Pushpika. Model Chula Padmendra turut ditahan.

"Polisi menahan Caroline Jurie dan model Chula Padmendra terkait insiden Minggu malam atas kasus kriminal dan kekerasan ringan," kata jubir polisi Ajith Rohana kepada BBC.

Penahanan pada Caroline Jurie dan Chula Padmendra ini tidak berlangsung lama. Caroline dan Chula dibebaskan kepolisian Colombo, Sri Lanka, dengan jaminan pada Kamis (8/4/2021). Deputi Jendral Inspektur Ajith Rohana mengatakan bahwa wanita 28 tahun tersebut akan menjalani sidang pada 19 April 2021.

Caroline Jurie Lepas Mahkota Mrs. World 2020

Caroline memutuskan melepas mahkotanya sendiri sebagai Mrs. World 2020. Pada Jumat (9/4/2021), dia mengumumkan keputusannya itu lewat unggahan video di akun Instagram-nya. Meskipun tak lagi memegang mahkota, wanita 28 tahun ini bersikukuh kalau apa yang dilakukannya pada malam final, Minggu (3/4/2021), adalah hal yang benar.

"Setiap kontes kecantikan punya aturan dan regulasi sendiri. Hal yang saya tekankan dari awal adalah kompetisi yang adil. Aturan dan regulasi berlaku sama untuk semua peserta. Aturan tidak dibuat untuk dilanggar sehingga kita bisa melakukan segala cara demi menang," ujar Caroline Jurie yang mengenakan gaun berwarna pink dengan selempang dan mahkota Mrs. World.

Dia melanjutkan, "Kontes Mrs. World tidak diciptakan untuk mendiskriminasi wanita yang bercerai atau berpisah tapi merayakan mimpi wanita yang sudah menikah."

Ibu satu anak ini berargumen bahwa wanita bercerai atau berpisah dengan suaminya tetap bisa berkompetisi. Namun bukan di Mrs. World atau Mrs. Sri Lanka, melainkan di kontes kecantikan lain yang tidak mensyaratkan status perkawinan secara spesifik.

Mrs World dan Mrs Sri Lanka sendiri adalah kontes kecantikan yang memang digelar khusus untuk wanita yang sudah menikah. Sesuai dengan namanya Mrs., peserta kontes kecantikan ini harus berstatus menikah atau bergelar nyonya. Oleh karena itulah Caroline bersikukuh Pushpika De Silva tidak bisa menang sebagai Mrs. Sri Lanka karena melanggar aturan.

(eny/eny)