Negara Ini Tawarkan Rp 11 Juta Bagi Pria yang Mau Mendonorkan Spermanya

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 06 Apr 2021 17:30 WIB
Ilustrasi kesehatan seksual pria Foto: Thinkstock
Jakarta -

Negara China belakangan ini rupanya sedang kesulitan mencari pria yang mau mendonorkan spermanya. Hal itu membuat bank sperma di China terpaksa membuat iklan yang menawarkan sejumlah uang sebagai upah bagi para pendonor.

Seperti dikutip dari Asia One, The Zhejiang Human Sperm Bank di Hangzhou, Zhejiang, sudah berusaha keras mencari pendonor sperma sejak beberapa bulan belakangan ini. Untuk menarik perhatian para pendonor, bank sperma China itu pun membuat iklan di media sosial Weibo miliknya.

"Kebaikanmu menyebarkan harapan, devosimu menyelamatkan masa depan. Kita mengajakmu untuk melakukan pelayanan publik dan mendonasikan spermamu!" tulis unggahan tersebut.

Dalam iklan itu juga disebutkan bahwa pihak bank sperma China menawarkan upah sekitar Rp 11 juta bagi para pria yang bersedia menjadi pendonor. Tak sedikit netizen yang kemudian membanjiri unggahan tersebut dengan beragam komentar. Beberapa justru menjadikan iklan tersebut sebagai candaan.

"Aku buta warna dan terlalu tua, aku yakin aku tidak masuk kualifikasi," komentar salah seorang netizen di Weibo.

"Bagaimana jika aku mendonasikan banyak sperma sehingga aku memiliki anak-anak yang tidak aku ketahui di seluruh negeri di masa depan?" tambah komentar lain.

Namun pada kenyataannya orang yang benar-benar berniat mendonor tidak sebanyak dengan reaksi yang diberikan di media sosial. Direktur Zhejiang Human Sperm Bank, Sheng Huiqiang, mengatakan kepada Qianjiang Evening News bahwa bank sperma memang telah mengalami kekuranngan yang cukup serius dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga mengatakan bahwa walaupun banyak panggilan masuk yang menanyakan tentang donor sperma, namun hanya sedikit yang benar-benar serius berniat untuk berdonor.

Selain itu juga dari setiap pendonor yang datang, tidak semuanya bisa lolos seleksi. Hanya sedikit yang memiliki sperma berkualitas yang bisa lolos.

Bank sperma China yang telah didirikan pada tahun 2005 itu sebelumnya telah mencoba mengajak para mahasiswa di universitas untuk menjadi pendonor, tetapi tidak berhasil. Hal itu dikarenakan tidak semua masyarakat di China sudah terbuka dengan hal tersebut.

Kini bank sperma China sudah memiliki sekitar 1.500 pendonor setiap tahun. Namun jumlah tersebut masih belum mencukupi. Itu dikarenakan kualitas sperma yang akan menurun setiap tahunnya, sehingga sangat sulit untuk mencari yang berkualitas.

(vio/vio)