Banyak Uang Tak Selalu Bikin Bahagia, Ini Curhat Wanita yang Dapat Warisan

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 26 Feb 2021 14:25 WIB
Thoughtful woman at home - copyspace Ilustrasi wanita sedih. Foto: Istock
Jakarta -

Uang mungkin bisa membeli kenyamanan. Tapi sebagian orang berpendapat jika uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Hal tersebut diungkap oleh wanita yang tiba-tiba kaya karena dapat warisan. Meski tidak mengeluarkan banyak usaha untuk berlimpah harta, wanita itu justru merasa kesulitan bahkan menganggap jika uang menghancurkan hidupnya.

Wanita bernama Katie Loveridge kaya mendadak di usia enam tahun ketika seorang kakek bernama Wilfred Lamb meninggalkannya warisan. Wilfred bahkan tidak memberikan uang pada keluarganya sendiri tapi menyerahkan hartanya pada Katie. Ketika itu, hal ini bahkan menjadi berita nasional.

Katie dan Wilfred bukan saudara tapi mereka memang cukup akrab ketika bertemu dua tahun sebelum si kakek meninggal. Pria yang meninggal pada 2000 itu tampaknya sangat sayang dengan Katie hingga meninggalkan uang, lahan 27 hektar, dan rumah senilai £250 ribu atau Rp 4,9 miliaran. "Dia seperti kakek dan dia mencintaiku sebagai cucu dan hanya itu saja," ujarnya dilansir Dailystar.

Sayangnya hal itu merupakan awal dari 'kutukan' yang datang pada Katie karena uang warisan. "Aku hanya anak kecil yang tidak pernah meminta ini semua. Sejujurnya aku tidak pernah berharap mewariskan apapun karena dukanya tidak sepadan. Aku tidak tahu apa itu kehidupan normal dan ini menyiksaku. Warisan itu tidak sepadan karena itu mengambil sebagian besar kehidupanku," kata Katie.

Apa yang terjadi? Ternyata karena warisan tersebut orang jadi sering memanfaatkannya untuk uang. Tak hanya itu, beberapa orang bahkan menyangka jika Katie pernah dilecehkan oleh Wilfred karenanya ia diberi begitu banyak warisan. Karena masalah ini, anak Wilfred juga menuduhnya memanipulasi sang ayah hingga pernah melakukan tuntutan.

"Aku malu ke luar rumah karena orang-orang dari kanan, kiri, dan tengah meminta uang. Bahkan ada beberapa pacarku yang mencoba mencuri dompetku. Itu menghancurkan hidupku. Di restoran, orang-orang berkata aku pasti pernah dilecehkan secara seksual karena itu dapat warisan. Itu membuatku merasa jijik dan tidak berharga," ungkapnya.

Selain karena faktor eksternal, uang juga mengubah Katie dari dalam. Ia mengaku jika pendidikannya terganggu. Sesaat setelah resmi jadi pewaris di usia 18, ia pun langsung menjual asetnya setahun kemudian. Uang itu dipakai untuk jalan-jalan ke berbagai negara dan hingga kini dia tidak pernah bekerja.

"Aku tidak bisa bilang banyak, aku hanya gadis lugu yang tidak minta apa-apa. Tidak adil untukku didefinisikan dari warisan. Aku masih dapat telepon dan pesan Facebook dari orang-orang yang meminta uang. Mereka adalah orang yang sama yang menuduh Wilfred melecehkanku dan itu salah karena dia bahkan sudah tidak hidup untuk membela dirinya sendiri,"

"Untuk orang yang membaca ini, tolong jangan menilaiku. Aku tidak pernah melakukan hal yang salah dan aku hanya ingin hidup seperti yang lain dan menjaga keluargaku. Percaya padaku ketika aku bilang uang tidak bisa membeli kebahagiaan," tutur Katie.

(ami/ami)