Kamala Harris Picu Banyak Perdebatan Usai Tampil Jadi Model Majalah Vogue

Vina Oktiani - wolipop Senin, 11 Jan 2021 07:45 WIB
PHILADELPHIA, PA - NOVEMBER 02: Democratic vice presidential nominee Sen. Kamala Harris (D-CA) addresses supporters at a drive-in election eve rally on November 2, 2020 in Philadelphia, Pennsylvania. Democratic presidential nominee Joe Biden, who is originally from Scranton, Pennsylvania, remains ahead of President Donald Trump by about six points, according to a recent polling average. With the election tomorrow, Trump held four rallies across Pennsylvania over the weekend, as he vies to recapture the Keystone States vital 20 electoral votes. In 2016, he carried Pennsylvania by only 44,292 votes out of more than 6 million cast, less than a 1 percent differential, becoming the first Republican to claim victory here since 1988.   Mark Makela/Getty Images/AFP Foto: AFP/Mark Makela
Jakarta -

Wakil presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat, Kamala Harris, belakangan menjadi perbincangan setelah Vogue merilis beberapa fotonya ketika tampil sebagai model majalah. Tak sedikit netizen yang menghujat Vogue karena dianggap telah melakukan peroses pengeditan yang membuat kulit wapres Joe Biden itu terlihat menjadi lebih putih.

Kedua foto Kamala Harris saat tampil menjadi sampul majalah Vogue itu dibagikan di Twitter dan Instagram @voguemagazine. Dalam foto pertama Kamala Harris terlihat mengenakan setelan blazer wanita berwarna hitam dengan sepatu Chuck Taylors. Sedangan dalam foto kedua, Kamala terlihat mengenakan setelan blazer berwarna biru muda sambil berpose menyilangkan tangannya.

"Wakil Presiden terpilih @kamalaharris adalah bintang sampul bulan Februari kami! Membuat sejarah adalah langkah pertama. Sekarang @kamalaharris memiliki tugas yang lebih monumental: membantu menyembuhkan Amerika yang retak - dan memimpinnya keluar dari krisis," tulis keterangan dalam foto tersebut.



Namun sayang, ternyata banyak netizen yang tidak menyukai cara Vogue mempresentasikan Senator California yang berusia 56 tahun itu. Beberapa bahkan ada yang meminta Pemimpin Redaksi Vogue, Anna Wintour untuk mundur dari jabatannya.

"Orang-orang yang tidak mengerti mengapa sampul Vogue dari wakil presiden terpilih Kamala Harris itu buruk telah kehilangan intinya," tulis salah satu netizen di Twitter.

"Kamala Harris terlihat berkulit terang saat wanita berkulit gelap datang dan Vogue masih mengacaukan pencahayaannya," komentar netizen lain.

"Benar-benar kacau. Anna Wintour pasti tidak memiliki teman dan kolega berkulit hitam," tulis kontributor New York Times, Wajahat Ali.



Sebelumnya pada bulan Juli, Vogue juga sempat menerima kritikan serupa ketika memotret bintang kulit hitam, Simone Biles. Vogue dianggap gagal mempresentasikan orang kulit hitam dengan cara yang bagus.

(vio/vio)