Binaraga Tunda Nikahi Boneka Seks Setelah Dipukuli Karena Berpakaian Wanita

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 27 Nov 2020 08:49 WIB
Binaragawan Yuri Tolochko berencana menikahi robot seks bernama Margo. Berikut ini potret kehidupan romantis mereka yang kontroversial. Foto: Instagram
Jakarta -

Seorang binaraga asal Kazakhstan jadi perbincangan karena mengaku akan menikahi boneka seks. Pria bernama Yuri Tolochko tersebut pun sudah merencanakannya cukup lama sejak ia melamar sang 'kekasih' tahun lalu. Tapi pernikahan tak biasa yang mengundang kontroversi itu tampaknya harus diundur. Alasannya Yuri babak belur setelah dipukul orang tak dikenal karena berpakaian wanita.

Kontras dengan perawakannya yang maskulin, Yuri Tolochko kerap berpakaian seperti wanita. Pria yang mengaku sebagai panseksual tersebut pun berdandan dengan dress dalam sebuah demo yang dilakukan komunitas transgender. Berniat untuk memberi dukungan, Yuri malah diserang orang yang anti dengan kaum itu sehingga harus menunda pernikahan dengan boneka seksnya.

Binaragawan Yuri Tolochko berencana menikahi robot seks bernama Margo. Berikut ini potret kehidupan romantis mereka yang kontroversial.Binaragawan Yuri Tolochko berencana menikahi robot seks bernama Margo. Berikut ini potret kehidupan romantis mereka yang kontroversial. Foto: Instagram

"Beberapa bulan lalu aku mulai menggunakan imej wanita untuk pertunjukkan. Aku menamakan karakter ini Amanda. Melalui imej ini, aku ingin menyampaikan beberapa gagasan kepada masyarakat. Dan aku dipukuli," ujarnya.

Yuri pun mengunggah video dan foto bukti kekerasan yang dilakukan kepadanya di akun Instagram. Seorang pria terlihat menjambak wignya lalu memukulnya ke tanah. Tapi tampaknya hal itu tidak terlalu menggangunya. "Bagaimana pun sekarang aku merasa senang. Dan pernikahannya akan segera dilangsungkan," tambah Yuri.

[Gambas:Instagram]



Yuri diketahui berpacaran dengan boneka seks bernama Margo. Saking cintanya Yuri dengan Margo, ia bahkan membiayai 'operasi plastik' agar sang kekasih semakin cantik.

"Ketika aku memperlihatkan fotonya kepada dunia, ada banyak kritikan dan dia mulai mengalami gangguan jadi kami memutuskan untuk operasi plastik. Dia banyak berubah. Awalnya itu sulit diterima tapi aku lalu terbiasa. Itu benar-benar sebuah klinik dengan dokter asli," kata Yuri.

Mereka seharusnya menikah pada Maret lalu tapi harus tertunda karena pandemi Corona. Sebelumnya Yuri pernah mengatakan ia berharap bisa membeli rumah untuk tinggal bersama calon istrinya. Meskipun Yuri memandang cerah masa depannya dengan si wanita lateks, banyak orang tak yakin dengan rencananya itu.

"Aku sering membaca komentar bahwa Margo seharusnya tidak diperlakukan seperti wanita hidup. Kenapa tidak? Kami berbicara tentang warna, emosi yang sangat berbeda," jelas Yuri.

(ami/ami)