Mengaku Mantan Sahabat, Wanita Ini Ungkap Kelakuan Ivanka Trump Saat SMA

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 18 Nov 2020 15:50 WIB
Ivanka Trump, putri presiden yang menuai kontroversi lantaran perannya yang tidak jelas di Gedung Putih Foto: BBC World
Jakarta -

Seorang wanita yang mengaku mantan sahabat Ivanka Trump menulis sebuah artikel di Vanity Fair. Jurnalis bernama Lysandra Ohrstrom tersebut mengungkap perilaku anak mantan presiden sekaligus penasehat gedung putih itu saat mereka berteman. Lysandra tampaknya punya banyak kenangan atau kesan kurang baik terhadap ibu tiga anak itu. Dikatakan jika Ivanka adalah anak manja yang kerap bermasalah saat SMA.

Dalam artikel berjudul 'Ivanka Trump Was My Best Friend. Now She's MAGA Royalty', Lysandra Ohrstrom mengklaim bahwa dirinya adalah teman Ivanka Trump saat sekolah di SMA swasta khusus wanita di Upper East Side, New York. Bahkan wanita itu merupakan salah satu 'maid of honor' ketika Ivanka menikah dengan Jared Kushner. Mereka awalnya sangat dekat sampai Lysandra menemukan fakta Ivanka tidak terlalu peduli dengan pekerjaannya.

Sejak saat itu, mereka tetap berteman tapi tidak terlalu akrab. Setelah Trump turun sebagai presiden, baru lah Lysandra berniat untuk mengungkap perilaku Ivanka. Dikatakan jika wanita 39 tahun tersebut memang punya kepribadian yang memikat dan dewasa saat remaja. Tapi menurut sang jurnalis, dia sebenarnya adalah orang yang terobsesi uang dan hal itu sulit ditutupi

Lysandra menuduhnya tidak mau membaca buku mengenai orang-orang miskin dan mempertanyakan hal-hal lain yang kurang pantas mengenai kondisi finansial. Dilaporkan Ivanka pernah bertanya, 'Sejak kapan seorang guru mampu beli mobil BMW?' dan 'Kenapa seorang polisi tinggal di rumah (bagus) seperti itu?' saat menonton film.

Dikatakan pula jika Ivanka Trump kerap melakukan kenakalan-kenakalan remaja tapi selalu bisa menghindar dari masalah. "Salah satu kenangan paling awal yang aku punya dari Ivanka sebelum kami berteman adalah ketika dia menuduh teman sekelas kentut. Lalu, ia dia pernah mengajakku dan teman-teman lain menunjukkan payudara di kaca kelas kami," tulis Lysandra.

"Ivanka pada dasarnya adalah ketuanya tapi dia mengaku tidak bersalah pada kepala sekolah dan dibebaskan dari hukuman. Selebihnya dari kami di-suspend," tambahnya.

Cukup banyak perlakukan Ivanka juga ayahnya yang menurut Lysandra kurang menyenangkan dan dibeberkan dalam artikel tersebut. Termasuk ketika Ivanka mengatakan jika kalung bertulisan Arab yang dipakainya terlihat seperti teroris. Tapi diakui jurnalis 38 tahun tersebut jika Ivanka memang cukup royal dan pernah berusaha menjodohkan Lysandra dengan teman-teman di lingkarannya.

Lalu bagaimana persahabatan mereka bisa putus? Setelah Ivanka menikah, dikatakan jika wanita itu mengeluhkan pekerjaan barunya dan berkata 'Ly, aku terlalu sibuk untuk hal tidak penting ini'. Tapi tidak dijelaskan latar belakangnya atau apakah mereka pernah bekerja bersama. Dan meskipun mengaku tidak lagi dekat, Ivanka kedapatan masih follow Instagram Lysandra yang kini dibuat 'private'.

Perwakilan Ivanka Trump pun telah menanggapi artikel tersebut dan mengaku kecewa jika ada orang-orang yang melihatnya sebagai sosok yang kurang menyenangkan.

Sebelum Lysandra, seorang mantan sahabat Melania Trump bernama Stephanie Winston Wolkoff pernah mengungkap hal serupa. Ketika itu, Ivanka dituduh pernah berkata kasar padanya sebelum Trump terpilih jadi presiden.

(ami/ami)