Pengakuan Gemma Arterton yang Tak Mau Lagi Jadi 'Bond Girl'

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 08 Sep 2020 08:32 WIB
VENICE, ITALY - AUGUST 31:  Jury member Gemma Arterton attends the opening ceremony and premiere of La La Land during the 73rd Venice Film Festival at Sala Grande on August 31, 2016 in Venice, Italy.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images) Foto: Dok. Gettyimages
Jakarta -

Banyak aktris pendatang baru yang mengimpikan peran sebagai Bond Girl. Gemma Arterton pun mengaku bersyukur bisa terpilih menjadi salah satu pendamping James Bond di film Quantum of Solace. 12 tahun berlalu, Gemma pun menilik kembali peran tersebut. Dikatakan jika Gemma tidak terlalu terkesan dengan karakternya yang seolah hanya seperti aksesori karena tidak melakukan banyak hal.

Aktris asal Inggris Gemma Arterton cukup sering mengungkap ketidakpuasaannya dengan perannya sebagai Bond Girl di 2008. Tidak punya jalan cerita yang kuat, kini Gemma mengatakan jika ia enggan untuk kembali memerankan karakter seperti itu. Dalam film tersebut, Gemma berperan sebagai Strawberry Fields, seorang intel yang bekerja untuk konsulat Inggris di Bolivia. Ia bertugas untuk mengirim James Bond kembali ke London.

Sayangnya menurut Gemma peran Strawberry yang menjadi Bond Girl kedua dalam film itu kurang menonjol. Karena itu, ia pun berniat untuk membangun rumah produksinya sendiri, Rebel Park, untuk mendukung peran wanita dalam segala aspek pada pembuatan film.

James Bond Quantum of SolaceJames Bond Quantum of Solace Foto: Internet

"Aku tahu aku tidak akan memilih peran seperti itu sekarang. Karena dia lucu dan dia manis tapi dia tidak melakukan apa-apa atau punya latar belakang cerita," ungkapnya kepada Telegraph beberapa waktu lalu.

Meski begitu wanita 34 tahun tersebut bersyukur pada sang produser film yang telah membukakan pintu di industri Hollywood. Terlebih saat itu usianya masih 21 tahun dan baru merintis karier. Kini setelah memiliki lebih banyak ilmu dan pengalaman, pemain Prince of Persia itu mengaku lebih berani untuk menolak adegan, misalnya adegan cinta yang tidak didiskusikan sebelumnya.

Seperti yang dialami sebagian aktris, Gemma pun mengaku mengalami seksisme ketika bekerja di industri film. Ketika itu, ia kesulitan untuk membela diri sendiri sebagai aktris muda. Hal itu juga yang membuat Gemma ingin mendirikan Rebel Park untuk mendukung kiprah para sineas wanita.

(ami/ami)