Kata Psikolog Soal Revina VT Lakukan Body Shaming: Mungkin Cari Perhatian

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 04 Sep 2020 18:07 WIB
Revina Violetta Tanama Foto Revina Violetta Tanamal. Foto: Instagram @revinavt.
Jakarta -

Selebiti Instagram (selebgram) Revina Violetta Tanamal atau lebih dikenal dengan Revina VT menjadi sorotan netizen. Revina VT dianggap melakukan body shaming sesama wanita karena berkomentar tentang busana dan tubuh salah satu pengunjung gym, sebagai polusi visual.

Mantan pacar Young Lex ini menyebutkan jika wanita yang dilihatnya saat nge-gym telah membuat ia merasa terganggu dengan 'pemandangan' tak sedap di depan matanya. Karena mengenakan sports bra dan celana pendek, menurut Revina, kulit wanita yang dilihatnya itu tidak mulus dan berwarna gelap.

"Lo pernah nggak sih lihat orang nge-gym, terus pede bener pake sport bra + celana pendek yang pantatnya keliatan separo tapi polusi visual aja buat mata lo. Perih bener. Loh no offense, wong gue yang di sana. Kami squat bareng, dia sport branya mirip sama kemben doang. Punggungnya tidak mulus, tapi gue lihat terus. Pantatnya item, celana dalemnya ngejeplak banget, jadi pantat kayak kebelah jadi 4 bagian. Kan gemesh," tulisnya di akun Twitternya @tucarino_ .

Revina pun langsung banjir kritikan terkait tweet yang dianggap body shaming itu. Selain dari netizen, aksi Revina VT juga mendapatkan kritikan dari sejumlah artis dan selebgram lainnya. Salah satunya penyanyi Marion Jola.
"Mba kalo nanti polusi matanya udah sampe buat sakit mata, bener-bener sakit mata, baru boleh ya marah-marah keliling dunia sama yang punya fisik disturbing buat kamu. Punya banyak followers kok dipake buat ngajarin bebas beropini jelek soal orang lain," begitu salah satu kritikan Marion untuk Revina.

Mengenai aksi body shaming yang dilakukan Revina VT, psikolog Meity Arianty, STP., M. Psi, mengatakan apa yang dilakukan selebgram dengan followers lebih dari 637 ribu di Instagram itu bisa jadi salah satu cara untuk mencari perhatian.

"Bisa jadi Revina mencari perhatian atau merasa memiliki kebebasan berpendapat. Namun dia lupa bahwa di social media, tidak semua hal bisa disampaikan secara gamblang apalagi menyangkut orang lain. Sebenarnya sangat disayangkan di saat seperti ini dimana kita harusnya memiliki empati terhadap sesama, Revina VT memilih menyampaikan sesuatu yang membuat orang lain terluka," ujar Meity saat dihubungi Wolipop, Jumat (4/9/2020).
Meity menambahkan apa yang dilakukan Revina VT juga termasuk jenis perundungan secara verbal. Dan body shaming yang dilakukannya, tanpa disadarinya merugikan orang lain karena akan membuat wanita jadi tidak nyaman, tidak percaya diri hingga cemas.

Revina Violetta TanamaRevina Violetta Tanamal. Foto: Instagram @revinavt.

"Saya melihat mungkin Revina VT tidak ada bermaksud menghina. Seperti yang dia sampaikan bahwa dia hanya merasa berhak bebas berpendapat dan orang lain nggak perlu mengatur dia mau menyampaikan apa, karena itu hak dia. Tapi dia lupa bahwa selain dia memiliki hak mengungkapkan pikiran atau perasaan atau pendapatnya maka ada hak orang lain juga yang harus dihargai salah satunya dengan tidak merendahkan orang lain," kata Mei.

Meity menjelaskan terlepas Revina VT sengaja, tidak sengaja atau dengan maksud lain, tidak pada tempatnya selebgram tersebut menyampaikan keluh kesahnya tentang fisik seseorang di media sosial. Apalagi Revina juga seorang wanita yang seharusnya memahami betapa sangat pentingnya bentuk dan penampilan tubuh bagi sebagian besar kaum hawa.

"Tidak semua wanita memahami bahwa fisik (kecantikan fisik, tubuh langsing, kulit putih dan lainnya). Hanya sebagian kecil yang membuat seseorang tampak cantik atau 'bernilai' karena ada yang lebih penting selain cantik dan wangi yaitu inner beauty dan EQ, salah satunya dengan menghargai orang lain dan menata segala perilaku dan perkataannya di social media," pungkas psikolog yang juga dosen di Universitas Gunadarma itu.

Revina Violetta TanamaRevina Violetta Tanamal. Foto: Instagram @revinavt.
(gaf/eny)