Kisah Nyata Bayi Keluarga Muslim dan Hindu yang Tertukar, Bak Cerita Film

Vina Oktiani - wolipop Senin, 06 Jul 2020 12:04 WIB
Bayi tertukar Foto: BBC
Jakarta -

Tidak hanya di dalam sinetron saja, kisah bayi yang tertukar ternyata juga ada di dalam dunia nyata. Seperti yang dialami oleh keluarga dari India yang satu ini, tanpa sengaja bayi yang dilahirkan oleh sang ibu tertukar dengan bayi lain. Uniknya lagi, keduanya berasal dari keluarga biologis yang berbeda, yang satu keluarga Hindu dan satunya lagi keluarga Muslim.

Seperti dikutip dari BBC International, kedua bayi tersebut memang dilahirkan di rumah sakit yang sama pada waktu yang hampir sama juga. Salah satu ibu dari bayi tersebut, Salma Parbin, awalnya memang sudah merasa bahwa bayi yang dibawanya pulang dari rumah sakit di Assam, India, pada Maret 2015 itu bukanlah anaknya yang sebenarnya.

Salma pun akhirnya mengungkapkan perasaannya tersebut kepada suaminya, Shahabuddin Ahmed. Mendengar apa yang dikatakan oleh sang istri, Shahabuddin awalnya tidak terlalu percaya, tetapi sang istri terus meyakininya.

"Ketika saya melihat wajahnya, saya ragu," kata Salma.

Bayi tertukarRiyan tidak mau dipisahkan dari Shewali. Foto: BBC

Menurut Salma, bayi yang diberinya nama Jonait itu mengingatkannya dengan wajah seorang ibu yang juga menjalani persalinan pada hari yang sama di rumah sakit. Mata dari Jonait terlihat sama dengan wanita tersebut, sedangkan di keluarga Salma sendiri tidak ada yang memiliki bentuk mata seperti Jonait.

Shahabuddin akhirnya membawa permasalahan tersebut ke pihak rumah sakit tempat istrinya bersalin. Namun pihak rumah sakit malah mengatakan bahwa istrinya mungkin sakit jiwa dan membutuhkan bantuan psikiater.

Tak menyerah sampai di situ saja, Shahabuddin tetap berusaha mencari informasi tentang bayi yang dibawanya pulang itu. Dia mengajukan petisi untuk meminta rumah sakit mengeluarkan rincian mengenai bayi-bayi yang lahir di rumah sakit yang sama, bersamaan ketika Jonait lahir.

Bayi tertukarPasangan Shahabuddin-Salma. Foto: BBC

Ternyata ada sekitar 7 bayi yang lahir di waktu yang hampir bersamaan dengan Jonait. Selain informasi mengenai bayi-bayi yang lahir, Shahabuddin juga mendapatkan informasi mengenai ibu dari bayi-bayi tersebut, salah satunya yang bernama Shewali Boro.

Shahabuddin mengaku sudah dua kali datang ke desa kesukuan, tempat tinggal Shewali yang jaraknya sekitar 30 km dari rumah Shahabuddin dan Salma, namun dirinya tidak tega untuk mengatakannya secara langsung. Akhirnya, Shahabuddin memutuskan untuk menyampaikannya melalui sebuah surat.

"Saya katakan bahwa kami meyakini bayi kami tertukar dengan bayinya. Saya bertanya apakah dia juga merasakan hal yang sama. Saya tulis nomor telepon kami di akhir surat dengan harapan ia akan menghubungi kami," jelas Shahabuddin.

Berbeda dengan Shahabuddin dan Salma yang memeluk Islam, Shewali dan mayoritas di desanya memeluk agama Hindu. Shewali dan suaminya sebelumya tidak pernah mengira bahwa bayi yang mereka bawa pulang itu ternyata bukanlah anak biologisnya. Menurut Shewali dan suaminya, Anil, bayi yang tertukar adalah hal yang mustahil.

Namun setelah Shewali dan Anil bertemu langsung dengan keluarga Shahabuddin, keduanya pun baru menyadari bahwa Jonait memang memiliki kemiripan dengan Anil. Keluarga Shewali dan Anil memang memiliki mata yang lebih sipit karena ada campuran Mongolia dalam gen mereka.

Setelah melihat anak Shewali yang diberi nama Riyan, Salma juga langsung yakin jika itu adalah anak kandungnya. Salma dan Shahabuddin lalu mengusulkan pertukaran, namun hal itu ditolak oleh ibu dari Shewali.

Pada Agustus 2015, Shahabuddin lalu mencoba melakukan tes DNA untuk menambah keyakinan bahwa Riyan adalah anak kandungnya. Hasil tes tersebut mengatakan bahwa memang tidak ada kesamaan genetik antara Salma dengan Jonait. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Riyan memanglah anak kandungnya, bukan Jonait.

Pada Desember 2015, Shahabuddin lalu melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Untuk mendapatkan bukti ilmiah, pihak kepolisian lalu meminta kedua keluarga melakukan tes darah. Pada 2016 hasil tes keluar yang mengatakan bahwa kedua bayi itu memang tertukar.

Kedua keluarga lalu menjalani sidang pengadilan untuk menukarkan anak mereka. Hakim telah menyetujui jika Jonait diserahkan ke pasangan Shewali dan Anil, sementara Riyan dikembalikan ke Shahabuddin dan Salma.

Tapi sayang, hasilnya tidak sesuai dengan keinginan dari para orangtua tersebut. Anak-anaknya, baik Jonait maupun Riyan sama-sama tidak mau dipisahkan dari orangtua yang sudah mengasuh mereka selama tiga tahun.

Suami Shewali lalu mengatakan bahwa menukar anak mungkin bukanlah keputusan yang tepat karena dapat merusak kejiwaan mereka. Terlebih lagi, keduanya telah dibesarkan di lingkungan yang sangat berbeda sehingga akan sulit untuk beradaptasi dengan orangtua yang baru.

Akhirnya kedua keluarga setuju untuk tidak menukar Jonait dan Riyan. Kasus ini akan kembali diselesaikan ketika Jonait dan Riyan sudah beranjak dewasa. Dengan demikian, Jonait dan Riyan bisa memutuskan sendiri nantinya. Walaupun demikian, kedua keluarga telah setuju untuk saling berkunjung dan menjadi seperti anggota keluarga baru.



Simak Video "Ritual Khusus Sang Pemilik Janggut Terpanjang di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)