Influencer Dihujat Setelah Bandingkan Nyawa Orang Kulit Hitam dengan Hewan

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 04 Jun 2020 19:30 WIB
Lauren Rebecca Perez Foto: Instagram Lauren Rebecca Perez
Jakarta -

Seruan 'black lives matter' atau 'nyawa orang kulit hitam itu penting' belakangan ini sedang banyak digalakkan sebagai salah satu bentuk protes terhadap rasisme dan peristiwa yang menimpa orang kulit hitam George Floyd. Salah satu influencer vegetarian bernama Lauren Rebecca Perez baru-baru ini juga membuat slogan protes mirip, yang berbunyi 'animal lives matter' atau 'nyawa hewan penting'. Tidak lama setelah slogan dipublikasikan, Rebecca justru mendapat banyak hujatan dari para netizen.

Seperti dikutip dari Daily Star, Rebecca mendapat banyak kecaman setelah dirinya mengunggah video berisi slogannya itu di Twitter dan membandingkannya dengan gerakan penindasan terhadap orang kulit hitam. Video unggahannya itu awalnya dibagikan oleh Rebecca di akun TikTok pribadinya.

"Saya merasa bahwa ini harus dikatakan, dan saya benar-benar berharap lebih banyak orang yang bisa menghubungkan dua titik, Black Lives Matter, dan 'animal lives matter'. Secara harafiah semua mahluk hidup di planet ini pantas mendapatkan kehidupan yang bebas dari ras takut, bebas dari pelecehan, bebas dari tuntutan yang tidak adil," kata Rebecca dalam videonya tersebut.

Selain itu, Rebecca yang merupakan seorang aktivis vegetarian yang memiliki 19 ribu pengikut di Instagram juga mengatakan bahwa menurutnya tidak seorangpun, terutama manusia yang memiliki warna kulit berbeda denganmu, ataupun hewan yang pantas mati tidak pada saatnya. Rebecca lalu melanjutkan dengan mengatakan, "Jadi berhentilah membunuh orang berkulit hitam dan berhenti membunuh hewan."

Postingan Twitternya tersebut hingga kini menjadi viral dan sudah ditonton lebih dari 4,4 juta pengguna internet lainnya. Dalam keterangan postingannya itu Rebecca menulis, "Pertarungan untuk mengakhiri penindasan terhadap hewan adalah perjuangan yang sama untuk mengakhiri penindasan orang kulit hitam. Semua mahluk hidup layak untuk hidup #BLM."

Banyak netizen yang kemudian mengecam video tersebut dan menganggap Rebecca telah melecehkan gerakan protes terhadap rasisme dengan membandingkan orang kulit hitam dengan hewan. Tidak sedikit netizen yang juga menganggap Rebecca tidak peduli dengan gerakan 'black lives matter' saat ini.

"Itulah bukti bahwa kamu sebenarnya tidak peduli. Melecehkan gerakan sementara orang kulit hitam di seluruh dunia MASIH menderita," komentar salah satu netizen.

"Terimakasih telah menunjukkan bahwa kamu orang Latin suka membuat pesan tidak manusiawi/pesan berbahaya untuk membandingkan Kehidupan Orang Kulit Hitam dengan kehidupan hewan," komentar lainnya.

Walupun telah banyak mendapat komentar pedas, tapi Rebecca masih tetap kekeh memperjuangkan pandangannya tersebut. Rebecca kembali menegaskan bahwa adalah "pejuang vegetarian untuk mengakhiri penindasan bagi semua mahluk hidup di planet ini."



Simak Video "Heboh Pegawai Starbucks Indonesia, Apa Penyebab Pria Suka Ngintip?"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)