Meghan Markle dan Pangeran Harry 'Diam' Soal George Floyd, Netizen Kecewa

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 04 Jun 2020 09:33 WIB
BERKSHIRE, ENGLAND - MAY 18:  Meghan Markle and her mother, Doria Ragland arrive at Cliveden House Hotel on the National Trusts Cliveden Estate to spend the night before her wedding to Prince Harry on May 18, 2018 in Berkshire, England.  (Photo by Steve Parsons - Pool / Getty Images) Meghan Markle dan ibunya, Doria Ragland. (Foto: Steve Parsons/Getty Images)
Los Angeles -

Getol mempromosikan kesetaraan, Meghan Markle dan Pangeran Harry belum bersuara tentang gelombang protes lawan rasisme dan diskriminasi yang dipicu oleh kematian George Floyd. Eksistensi mereka pun dipertanyakan.

Sampai saat ini, tak ada komentar dari Meghan Markle dan Pangeran Harry untuk menanggapi isu yang sedang menghangat di AS. Padahal, aksi protes juga terjadi di kota Los Angeles, tempat mereka berdomisili sementara setelah 'keluar' dari Kerajaan Inggris.

Britain's Prince Harry and Meghan, the Duchess of Sussex, leave after attending the annual Endeavour Fund Awards in London, Thursday, March 5, 2020. The awards celebrate the achievements of service personnel who were injured in service and have gone on to use sport as part of their recovery and rehabilitation. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)Meghan Markle dan Pangeran Harry (Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth)



Di media sosial, warganet mempertanyakaan keberadaan sang Duke dan Duchess of Sussex. Fakta bahwa Meghan Markle adalah seorang keturunan Afrika-Amerika semakin mengecewakan mereka.

"Meghan Markle tak pernah berbicara apapun tentang ini dan itu sangat menggangguku," kata seorang pengguna Twitter. Ada pula yang menulis, "Bertanya-tanya kenapa Meghan Markle dan Pangeran Harry sangat diam tentang rasisme yang terjadi di AS?"

Di tengah kasus George Floyd, muncul sebuah video lawas Meghan Markle yang bercerita tentang pengalamannya menjadi korban rasisme.

BERKSHIRE, ENGLAND - MAY 18:  Meghan Markle and her mother, Doria Ragland arrive at Cliveden House Hotel on the National Trust's Cliveden Estate to spend the night before her wedding to Prince Harry on May 18, 2018 in Berkshire, England.  (Photo by Steve Parsons - Pool / Getty Images)Doria Ragland, ibu Meghan Markle yang merupakan keturunan Afrika-Amerika. (Foto: Steve Parsons/Getty Images)



"Aku birasial. Kebanyakan orang tidak tahu apa aku keturunan campuran, dan sebagian besar hidupku terasa seperti menjadi lalat di dinding," kata Meghan dalam video yang dibuat untuk kampanye 'I Won't Stand For' pada 2012 silam itu.

Terlahir dari ibu berkulit hitam, Meghan mengaku sering menerima olokan rasial yang sangat menyinggungnya. Tak cuma dirinya, ibu Meghan, Doria Ragland, juga menjadi target. "Beberapa tahun lalu ada orang yang memanggil ibuku dengan kata N," ucap Meghan.



Simak Video "Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Keluarga Kerajaan"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)