Remehkan Corona, Walikota Ini Mabuk dan Pura-pura Mati Demi Hindari Polisi

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 29 Mei 2020 19:00 WIB
Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (26/05) mengatakan bahwa Benua Amerika kini dianggap sebagai pusat baru pandemi virus Corona. Foto: dok. El Comercio
Jakarta -

Seorang walikota di sebuah kota kecil di Peru belakangan ini banyak diperbincangkan setelah aksinya membodohi polisi masuk di berita utama internasional. Walikota tersebut nekat berpura-pura meninggal demi menghindari ditangkap polisi.

Seperti dikutip dari Oddity Central, walikota Tantara, sebuah distrik pedesaan di Castrovirreyna, Peru, yang bernama Jaime Rolando Torres memang sebelumnya sudah banyak dikritik karena menyepelekan ancaman COVID-19. Minggu lalu walikota tersebut benar-benar memancing amarah setelah kedapatan pergi ke luar rumah dan melewati jam malam yang sudah ditentukan.

Sebelumnya, pemerintah Peru sudah memberikan peringatan kepada masyarakat untuk melakukan isolasi diri. Bukannya mengikuti arahan pemerintah, Torres malah pergi keluar untuk minum-minum bersama teman-temannya hingga larut malam. Ternyata pada malam itu, Torres dan teman-temannya mabuk dan membuat keributan sehingga salah satu penduduk menelepon polisi.

Tidak ingin tertangkap, Torres bersama teman-temannya yang mendengar sirene polisi lalu melakukan cara nekat dengan berbaring di peti mati kayu yang dibuat untuk korban COVID-19 dan berpura-pura meninggal. Hal itu dilakukannya karena mereka merasa terlalu mabuk untuk melarikan diri.

Sayangnya rencana Torres dan teman-temannya untuk mengelabui polisi tidak berhasil. Pada akhirnya polisi menangkap Torres dan teman-temannya. Namun sebelum mengungkap penyamaran mereka, polisi sudah terlebih dahulu mengambil foto Torres saat sedang berpura-pura meninggal.

Foto tersebut lalu mendadak viral setelah diunggah di media sosial. Kabarnya, saat ini Torres dan teman-temannya sudah ditahan, tetapi tidak jelas tuduhan apa yang diberikan pada mereka.

Awal bulan ini Torres juga ramai dibicarakan di wilayahnya karena gagal membuka tempat penampungan untuk karantina virus Corona atau pos pemeriksan keselamatan untuk memastikan orang dari luar kota tidak bisa masuk. Bahkan saat Torres berusaha mencari alasan atas kegagalannnya, salah satu petugasnya dilaporkan menyerang dirinya karena terlalu marah padanya.



Simak Video "Wow! Ada Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia untuk Cegah Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)