Kisah Pilu Supir Bus yang Suaminya Meninggal, Cuma Boleh Melayat 3 Jam

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 28 Mei 2020 12:06 WIB
bus singapura Foto: dok. Singapore Bus Drive Community
Singapura -

Baru-baru ini telah beredar video seorang pejalan kaki membantu seorang supir bus wanita yang mendadak menangis di balik kemudinya. Menurut grup komunitas pengemudi bus Singapura di Facebook, supir bus Tower Transit itu tak sanggup menyetir lagi saat mendapatkan kabar suaminya yang berada di Malaysia meninggal dunia.

Dalam video berdurasi 15 menitan yang diunggah pada Minggu (24/5/2020) itu terlihat seorang pejalan kaki yang berada di dekat blok apartemennya melihat seorang wanita di balik kemudi bus tengah tertunduk dan menangis. Supir bus wanita yang mengenderai rute 189 itu menangis sambil memegang telepon genggamnya dan sekotak tisu ditaruh di sampingnya.

Kejadian yang berlangsung di halte bus di Clementi Avenue 1, Singapura itu terjadi pada Sabtu (23/5/2020) sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Dikutip dari Asiaone, supir bus wanita itu tampak terlalu emosional untuk melanjutkan perjalanannya.

bus singapuraPengemudi wanita yang sedang sedih karena mendengar berita suaminya meninggal. Foto: dok. Singapore Bus Drive Community



Pejalan kaki itu pun menghubungi pusat layanan informasi bus untuk membantu supir bus malang tersebut. Dalam pertanyaannya kepada media, juru bicara bus Tower Transit mengatakan mereka telah mengirim tim untuk membantu supir bus wanita itu.

"Petugas kami telah tiba tak lama setelahnya untuk membantunya. Ini adalah waktu yang sangat menyakitkan baginya dan kita akan memberinya dukungan penuh. Kami menyediakan ruang yang dia butuhkan untuk berduka secara pribadi. Kami ingin berterima kasih kepada pria yang berhenti untuk membantunya," kata jurus bicara Tower Transit.


bus singapura Foto: dok. Singapore Bus Drive Community



Merespons kisah sedih supir bus yang suaminya meninggal di Malaysia itu, Kedutaan besar Malaysia di Singapura mengatakan mereka siap membantu sang supir bus yang merupakan warga negara Negeri Jiran untuk menghadiri pemakaman suaminya. Dan menurut Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob, orang Malaysia di Singapura bisa pulang ke Negeri Jiran untuk menghadiri pemakaman tanpa harus menjalani karantina selama 14 hari terlebih dahulu. Namun pelayat hanya diberi waktu maksimal tiga jam untuk datang ke pemakaman.

"Mereka akan didampingi petugas medis virus Corona untuk datang ke pemakaman keluarga mereka maksimal tiga jam. Setelahnya, mereka harus kembali ke Singapura," kata Datuk Seri Ismail Sabri seperti dikutip dari The Strait Times.






Simak Video "Mulai 1 Februari, Pemerintah Singapura Larang Penggunaan Vape"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)