Sarah Keihl Lelang Keperawanan, Mengapa Makin Banyak YouTuber Kontroversial?

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 22 Mei 2020 10:59 WIB
Sarah Keihl Sarah Keihl. Foto: Instagram @sarahkeihl
Jakarta -

YouTuber dan selebgram Sarah Keihl menuai kontroversi karena aksinya membuat sarkasme atau candaan mengenai lelang keperawanan. Sarah baru-baru ini membuat unggahan di Instagram bahwa dirinya akan melelang keperawanannya untuk didonasikan pada penanganan virus Corona di Indonesia.

YouTuber yang dikenal sebagai pengusaha restoran dan kosmetik itu belakangan menghapus ungganan kontroversialnya tersebut. Dia pun meminta maaf jika ada yang tak berkenan dengan aksinya melelang keperawanan yang disebutnya sebagai sebuah sarkasme itu.

Sebelum Sarah, ada juga YouTuber Indira Kalistha yang jadi kontroversi karena dianggap meremehkan virus Corona. Setelah banyak mendapat hujatan, Indira pun menyampaikan permintaan maafnya sambil menangis.

Dan sebelum Indira ada juga YouTuber Ferdian Paleka yang membuat konten kontroversial memberikan sembako berisi sampah kepada waria. Atas aksinya itu, Ferdian pun kini harus mendekam di penjara.

Kenapa semakin hari semakin banyak YouTuber dan selebgram yang membuat konten aneh? Psikolog Meity Arianty STP.,M.Psi. mengatakan perilaku para YouTuber dan selebgram tersebut tidak terlepas dari keinginan seseorang menjadi terkenal.

Indira KalisthaIndira Kalistha Foto: youtube Gritte Agatha

"Selain terkenal, mendapatkan folowers yang banyak atau mungkin uang dalam waktu singkat, sehingga apapun dilakukan namun tidak berpikir panjang. Endingnya menyesal di belakang," kata Meity.

Meski sudah banyak YouTuber dan selebgram yang menyesal setelah melakukan aksi kontroversial, tetap saja kejadian serupa berulang. "Tetap nggak kapok-kapok dan akan ada lagi orang berikutnya yang juga melakukan perbuatan yang sama, kemudian tersandung namun tidak dijadikan pelajaran juga bagi yang lainnya. Karena terbukti selalu ada saja yang melakukannya kembali. Coba aja dilist dalam beberpa bulan ini berapa banyak Youtuber dan Selegram yang melakukan hal tersebut," jelasnya.

Mei mengatakan sebenarnya konten kontroversial para YouTuber dan selebgram ini dapat diminimalisir oleh kita para masyarakat. Caranya dengan cara tidak menanggapi berita yang sedang viral.

"Ini semua bisa diminimalisir dengan cara masyarakat tidak memberikan atensi bagi orang-orang yang seperti ini, jangan dilihat, jangan diikuti beritanya, jangan disebar dan jangan dijadikan pergunjingan. STOP di kamu saja jika kebetulan kamu melihat atau mendapatkan dari teman, segera hapus dan abaikan, cari konten yang bermanfaat dan lebih positif. Sayang kan mata dan pikiran melihat tayangan yang tidak memiliki faedah. Jika semua orang melakukan itu saya yakin nggak akan ada tuh yang membuat konten yang aneh-aneh lagi karena nggak ada yang memperhatikan dan nantinya akan berlalu begitu saja," paparnya.

Meski demikian Mei mengakui, sikap yang dipaparkannya di atas sulit diterapkan. Karena umumnya masyarakat justru malah menyukai berita viral seperti itu.

"Sayangnya masyarakat kita kebanyakan lebih suka hal-hal yang demikian maka nggak heran kalau selalu ada yang mencari perhatian dengan konten yang tidak mendidik, asal heboh dan makin aneh-aneh makin dilihat oleh masyarakat. Jadi saling tarik menarik aja, gimana mau berhenti. Kuncinya sebenarnya ada di masyarakat, kita sebagai masyarakat harus memilih mana yang memberikan manfaat mana yang perlu diabaikan, dengan begitu masyarakat dapat menjadi filter bagi Youtuber, selebgram atau orang-orang yang mencari popularitas dan perhatian atau mencari uang dengan cara instant dan tidak bertanggung jawab," pungkas Mei.



Simak Video "Konten Kontroversial Makin Menjamur, Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)