Intimate Interview

Kisah Delta Hesti, Crazy Rich Surabaya Lulusan SD Dulunya Cleaning Service

Anggi Mayasari - wolipop Senin, 18 Mei 2020 13:18 WIB
Delta Hesti Foto: dok. Instagram @deltahesti Delta Hesti Foto: dok. Instagram @deltahesti

Wanita kelahiran 1992 menceritakan bagaimana awal mula dirinya terjun di dunia bisnis. Hesti mengakui bahwa orangtuanya mempunyai utang ratusan juta, dan kondisinya tidak memungkinkan ketika ia harus berkerja di perusahaan orang.

"Sampai ibu saya merantau ke Manado, bapak ke Papua, adik saya juga ke Manado sebagai pembantu. Nah saya memberanikan diri untuk tetap di Surabaya untuk tetap survive, karena saya merasa bahwa di dalam saya ada potensi besar. Saya nggak mau jadi pembantu karena sebelumnya udah pernah jadi pembantu," ujar Hesti.

"Akhirnya bisnis bareng sama mas Tom dan alhasil bisa sesukses ini. Tantangan sangat luar biasa, alhamdulilah sekarang sudah bisa dibilang sukses," imbuhnya.

Delta HestiDelta Hesti Foto: dok. Instagram @deltahesti

Hesti pun menambahkan bahwa ia hanya lulusan sekolah dasar dan tak bisa melanjutkan pendidikan karena tak ada biaya. Sejak berusia 12 tahun, Hesti sudah melakukan berbagai pekerjaan mulai dari menjadi penyanyi jalanan hingga cleaning service.

"Bapak dulu pemabuk, saya sekolah di salah satu sekolah SD , saya dapat beasiswa. Ketahuan saya seorang anak pemulung dan saya juga ngamen dari situ saya merasa nggak layak. Saya sampai SMP tapi semester satu saja nggak kuat untuk bayarnya," kata Hesti

"Saya bilang sama ibu 'yaudah lah bu saya putus sekolah saja nggak apa'. Cuma keadaannya kalau belum 17 tahun itu kan nggak bisa kerja nah itu saya kerjanya di yayasan, karena masih di bawah umur gaji saya waktu itu 300 ribu, bikin handicraft. Setelah itu beralih ke cleaning service di Dinas Pendidikan," tambahnya.

Delta HestiDelta Hesti Foto: dok. Instagram @deltahesti

Setelah bertemu dengan Tom Liwafa, Hesti pun mulai menjalankan bisnis online shop. Ia kini menjadi entrepreneur sukses yang menjalin kerjasama dengan UMKM yang tersebar di Indonesia, dan membuka lapangan pekerjaan untuk bisnisnya di Surabaya.

"Kita kalau ngomongin susah sudah pasti susah. Ketika kita dilahirkan dari seorang tunawisma atau orang nggak punya, itu sudah pasti takdir, nggak perlu nyalahin. Cuma kita menjadi sukses itu adalah pilihan, dan pilihan saya itu adalah sukses," ungkapnya

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(agm/eny)