Ini Para 'Malaikat' Pelindung Orang Asia dari Rasisme Akibat Virus Corona

Hestianingsih - wolipop Rabu, 11 Mar 2020 06:30 WIB
Guardian Angels Guardian Angels di Chinatown, New York. Foto: Istimewa
New York -

Virus Corona tidak hanya menimbulkan kepanikan tapi juga memicu xenophobia di antara orang-orang yang kurang teredukasi tentang virus penyebab penyakit COVID-19 ini. Xenophobia adalah kebencian atau prasangka terhadap orang-orang dari negara atau ras tertentu.

Orang keturunan China maupun Asia pun kerap menjadi korban rasisme akibat merebaknya virus Corona di berbagai negara. Mereka dianggap sebagai 'pembawa virus' karena seperti diketahui, Wuhan, China, merupakan pusat di mana virus yang menyerang sistem pernapasan itu berasal.

Tidak sedikit orang China atau mereka yang berparas oriental secara fisik mendapat perlakuan rasis. Seperti yang terjadi baru-baru ini, seorang mahasiswa asal Singapura yang sedang studi di London, Inggris, di-bully dan dianiaya terkait virus Corona.

Dilansir CNN, Rabu (4/3/2020), pria bernama Jonathan Mok itu mengaku diserang sekelompok orang di Oxford Street. Dari foto yang diunggahnya di Facebook, tampk mata kanan dan pipi Mok lebam-lebam.


"Orang yang mencoba menendangku berkata 'Aku tak mau virus Corona-mu ada di negaraku', sebelum memukulku di wajah dan membuat hidungku berdarah," tulisnya dilansir CNN.

Xenophobia jelas membuat warga berdarah Asia, terutama China, yang tinggal di Eropa dan Amerika Serikat ketakutan. Tapi di antara banyaknya stigma tentang orang Asia sebagai 'pembawa' virus Corona, ada sekelompok orang siap sedia membantu mereka yang merasa keselamatannya terancam, karena perlakuan rasis terkait virus Corona.

[Gambas:Youtube]




Adalah Guardian Angles, komunitas dengan misi mulia, yakni melindungi warga Asia-Amerika agar tidak menjadi korban bully karena virus Corona. Seperti dikutip dari Next Shark, mereka berpatroli di kawasan Chinatown, New York, untuk membantu mereka yang rentan menjadi target hate crime dan xenophobia.

Gerakan mulia ini dipimpin Curtis Silwa yang mendirikan Guardian Angels sejak 1979. Ketika diwawancarai Current News, dia berpesan bahwa keselamatan warga Asia-Amerika aman selama para voluntir Guardian Angels berpatroli.


"Jika ada siapapun yang menyakitimu, menjadikanmu target, siapapun yang berpikir bahwa kamu pembawa virus karena kamu pakai masker, mereka harus berurusan dengan kami. Kami secara fisik akan campur tangan," tutur Curtis.

Setiap harinya voluntir Guardian Angels patroli di sekitar jalan Chinatown di Manhattan. Kegiatan patroli ini mereka lakukan pada siang hari. Jika terjadi tindak kekerasan atau bullying, mereka akan membela korban, bahkan bisa melaporkan pelaku ke polisi.

Ini Para 'Malaikat' Pelindung Orang Asia dari Rasisme Akibat Virus CoronaGuardian Angels di Chinatown, New York. Foto: Istimewa


Dalam menjalankan misinya, Guardian Angels tidak menggunakan kekerasan ataupun senjata yang bisa membahayakan. Mereka tetap akan melakukan kontak fisik tapi hanya untuk menahan pelaku melakukan perbuatannya sampai polisi datang.

Selain berpatroli dan menjaga warga Asia-Amerika dari xenophobia, komunitas non-ptofit ini juga mengunjungi sejumlah restoran di Chinatown yang bisnisnya sepi imbas virus Corona. Mereka akan berada di luar restoran membagikan brosur dan membujuk orang-orang agar mau masuk restoran atau sekadar berjalan di area tersebut.


Seperti diketahui, diskriminasi terkait virus Corona meningkat di Amerika Serikat. Para ahli menyalahkan ketidaktahuan dan informasi yang salah untuk serangan rasis dan xenophobia terhadap orang-orang yang terlihat berasal dari Asia Timur.

"Dengan berita tentang coronavirus, kami telah melihat sebuah peningkatan dalam ketakutan terhadap orang-orang yang terlihat seperti itu," kata Rosalind Chou, seorang profesor sosiologi di Universitas Negeri Georgia.

Sementara itu sejumlah orang Asia-Amerika mengaku kerap mendapatkan perlakuan rasis karena penampilan mereka. Salah satu wanita berdarah China mengatakan jika seseorang terlihat seperti Asia dan memakai masker, maka orang langsung mengira dia terkena virus Corona.

"Itu sangat buruk," ujarnya kepada channel YouTube Discovering Eyes.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)