Tren Pageant Training, Saat Mau Jadi Ratu Kecantikan Pun Perlu Sekolah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 24 Nov 2019 08:00 WIB
Pageant training, sekolah khusus demi jadi ratu kecantikan. Foto: (Reuters)
Jakarta - Demi membekali diri dengan ilmu materi berupa catwalk,public speaking, makeup class dan pengetahuan umum, para calon finalis kontes kecantikan sampai mengikuti sekolah khusus. Pageant training, demikian 'sekolah' khusus para calon ratu kecantikan yang jadi tren di kalangan pemburu gelar juara kontes kecantikan.

Venezuela menjadi negara yang banyak memiliki sekolah khusus untuk para peserta kontes kecantikan ini. Obsesi penduduk Venezuela pada kontes kecantikan membuat sekolah-sekolah yang mendidik para wanita untuk mengikuti ajang tersebut menjamur. Seperti dilaporkan Mail Online, ada ratusan akademi kecantikan tersebar di Venezuela.

Salah satu sekolah yang menghasilkan calon finalis kontes kecantikan ini adalah Belankazar. Sekolah tersebut terletak di kawasan Caracas di mana di sepanjang jalannya banyak ditemukan klinik operasi plastik. Akademi Belankazar memiliki 600 siswi dari berbagai rentang usia. Salah satu temuan yang mengejutkan adalah ada anak-anak berusia lima tahun yang sudah dimasukkan orangtua mereka ke sekolah tersebut.

Direktur Belankazar Alexander Velasquez mengungkapkan sederet fakta miris mengenai siswi-siswi di sekolahnya. Dia menyebutkan sebagian besar dari siswinya datang dari keluarga menengah dan menengah ke bawah, yang pendapatan minimum orangtuanya sekitar US$ 50 sebulan. Dan untuk menempuh pendidikan di sekolahnya biayanya US$ 10 per bulan. Namun biaya tersebut belum termasuk pengeluaran untuk fashion show, membeli baju dan makeup. Setiap bulannya orangtua harus menyiapkan setidaknya US$ 25 atau setengah dari pendapatan mereka demi anak-anak mereka masuk akademi khusus kontes kecantikan ini.


Pageant training Ratu Sejagad di Indonesia.Pageant training Ratu Sejagad di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi


"Mereka melihat anak-anak mereka bisa menjadi kesempatan mereka untuk memiliki hidup yang lebih baik. Dengan menang Miss Venezuela, adalah cara untuk seorang anak miskin menjadi punya uang, popularitas dan menjadi selebriti," ujar Velasquez.

Kondisi serupa juga terjadi di Filipina. Seperti dikutip SBS Filipino, sekolah khusus untuk calon peserta ratu kecantikan kini juga populer di negara tersebut. Semakin banyak wanita Filipina tertarik menjadi ratu kecantikan setelah melihat semakin besarnya peluang wanita dari negara itu menjadi Miss Universe. Filipina sudah empat kali memenangkan Miss Universe. Terakhir adalah Miss Universe 2018 Catriona Gray. Sebelumnya pada 2015 juga ada Pia Alonzo Wurtzbach yang menjadi juara Miss Univesrse.

Kreisha Mae Agpasa menjadi salah satu wanita yang berharap nasibnya bisa seperti Catriona Gray atau Pia Wurtzbach. Namun menurutnya kalaupun tak menjadi juara, mengikuti sekolah khusus ratu kecantikan memberikan nilai tambah lain pada dirinya.



"Aku tumbuh dengan tidak percaya diri. Aku anak yang sangat pemalu. Dengan mengikuti training sebagai ratu kecantikan, aku ingin orang lain tahu bahwa meskipun kamu pemalu kamu sebenarnya bisa melakukan apapun asalkan kamu mencobanya sepenuh hati dan fokus. Ini bukan hanya sekadar gelar tapi aku melakukannya juga untuk pengalaman," ujarnya.

Pendapat berbeda disampaikan Andrea Jaca Smith, juara Miss Transesexual Australia 2016 yang kini menjadi guru di sebuah pageant training. Menurutnya dengan menjadi ratu kecantikan bisa membuat dirinya dan orang lainnya yang bernasib serupa mendapatkan uang lebih.

"Aku sudah mengikuti lebih dari 100 kontes kecantikan. Aku memulainya saat umurku 18 tahun," katanya.

Bagaimana dengan di Indonesia? Salah satu pendiri pageant training Ratu Sejagad, Runner Up 1 Puteri Indonesia 2009 yang mewakili Provinsi Sumatera Barat, Zulhriatul Hafizah, mengatakan, sekolah khusus ratu kecantikan hadir untuk melatih pesertanya benar-benar siap mengikuti kontes kecantikan.

"Yang pasti benefitnya adalah si pesertanya itu menjadi tahu harus bagaimana untuk berlomba, bagaimana sih cara menutupi kekurangannya dia. Logikanya 38 finalis itu sudah cantik-cantik semua kan dan pintar? Kalau dia tidak pintar di hadapan juri ah semuanya sama. Jadi persiapannya itu sangat diperlukan. Apalagi teknologi semakin maju dan informasi juga sudah semakin luas, jadi kita harus punya strategi. Dan mengikuti sekolah dulu," kata wanita yang akrab disapa Fiza itu saat berbincang dengan Wolipop, Kamis (21/11/2019).
Maray Mayasnil salah satu pelatih di Ratu Sejagad menambahkan, pageant training sangat berguna bagi mereka yang sama sekali tidak tahu apapun mengenai kontes kecantikan.

"Ketika mereka ikut, mereka cuman sekedar ikut. Mereka nggak tahu apa-apa. Sementara dengan bantuan kita itu insya Allah mereka sudah siap dengan semua ujian-ujian di kontes tersebut. Lalu bisa juga mewujudkan cita-cita mereka kalau memang dibantu dengan keberuntungan juga untuk jadi pemenang. Jadi lebih memberikan wadah," tutupnya.






Simak Video "InstaTalk!: Ngobrol Bareng Jihane Almira, Runner Up Puteri Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)