Round Up

Franka Franklin, Soal Jadi Istri Mendikbud Hingga Bisnis Perhiasan

Eny Kartikawati - wolipop Kamis, 31 Okt 2019 08:02 WIB
Foto: Anggi Mayasari/Wolipop
Jakarta - Istri Mendikbud Nadiem Makarim, Franka Franklin untuk pertamakalinya berbicara banyak mengenai status barunya sebagai istri menteri. Dia juga berkisah soal bisnis perhiasannya.

Kini menjadi istri menteri, Franka mengaku tak ada perubahan kehidupan yang signifikan. Franka dan Nadiem masih menjalani rutinitas harian seperti biasa.

"Kalau dari kita berdua nggak ada perubahan sama sekali. Kalau Nadiem ada meeting-nya sedikit lebih pagi gitu ya. Kalau dulu Gojek mungkin lebih fleksibel gitu. Tapi kalau pergi ke kantor setiap hari, pagi-pagi kita siap-siap ke kantor sama anak-anak sama-sama. Itu sih, nggak ada perubahan," kata Franka saat ditemui di pembukaan Tulola Store di Plaza Indonesia, Rabu (30/10/2019).



Round UpFoto: Anggi Mayasari/Wolipop


Menurut wanita yang berbisnis perhiasan Tulola bersama Happy Salma itu, pendidikan adalah bidang yang ia dan Nadiem gemari. Franka pun mengetahui kewajiban yang harus ia lakukan sebagai istri Mendikbud di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 ini.

"Saya juga tahu akan ada kewajiban-kewajiban dan hal-hal yang memang saya dan Nadiem mau lakukan sama-sama. Dari dulu saya dan Nadiem salah satu tujuan dan bidang yang kita sangat passion adalah pendidikan, dan alangkah baiknya kalau misalkan kita bisa jalani juga sama-sama," terangnya.

Kini bertambah kegiatannya sebagai istri menteri, bagaimana cara Franka mengatur urusan bisnis, rumah tangga, dan kegiatan sebagai istri Mendikbud? Ibu satu anak itu mengatakan tim kerjanya di bisnis perhiasan Tulola sudah solid sehingga dia tidak perlu setiap hari berada di kantor.

"Saya yakin sebenarnya bisa bagi waktunya, karena di Tulola kita sudah banyak sekali tim-tim yang solid di dalamnya. Saya juga di dalam Tulola itu ada dua atau tiga yang level manage-nya cukup tinggi, saya yakin kesehariannya itu juga bisa dijalankan oleh mereka. Mungkin saya nggak setiap hari nantinya harus ada di dalam kantor," kata Franka.

Sebelum menyandang status istri Mendikbub, Franka memang sibuk mengurusi merek perhiasan lokal Tulola Jewelry. Eksis sejak 2007, Tulola yang berbasis di Bali didirikan oleh Happy Salma dan Dewi Sri Luce Rusna. Franka Franklin sendiri baru bergabung dengan Tulola sejak 2016 untuk memantapkan profil merek perhiasan bergaya etnik tersebut dari segi bisnis.

Round UpFoto: Anggi Mayasari/Wolipop


"Aku yang lebih banyak memikirkan strategi bisnisnya ini mau bergerak seperti apa, kedua aku yang ngejalani operasional seluruh toko dan bisnis sehari-hari, aku juga yang mengerjakan lebih ke bagian semua yang urusannya angka, istilahnya yang non kreatif juga di bawah aku. Jadi lebih ke operasional, dan menjaga supaya kita nggak cuma berkarya tapi sebagai bisnis kita itu sustainable," kata Franka.

Berbicara soal perhiasan, bagi wanita lulusan Raffles Design Institute di Singapura, meskipun dia banyak terlibat di dunia aksesori, ternyata dia jarang mengenakannya. Ia hanya mengenakan perhiasan di acara-acara tertentu, seperti mengenakan anting bertuliskan 'Tanah Air' saat pelantikan suaminya menjadi menteri. Perhiasan yang dikenakannya itu pun memiliki simbol tersendiri.

"Pada saat saya memakai sesuatu itu harus membuat suatu perasaan yang lagi dirasakan itu keluar. Contohnya pada saat saya memakai anting yang ada Tanah Air, karena itu memang sudah satu rasa dengan apa yang terjadi di hari itu," ujar Franka.



"Kalau saya sih sebenarnya nggak terlalu setiap hari harus pakai perhiasan tapi, pada saat saya ada acara sesuatu yang agak spesial, saya selalu ingin pakai yang pertama saya cari biasanya anting sih, kalau nggak anting baru habis itu ke cincin, yang gampang tiap hari langsung pakai gitu aja sih," ceritanya.

Dan salah satu acara spesial yang dimaksudnya adalah pembukaan toko terbaru Tulola di Plaza Indonesia, Rabu (30/10/2019) kemarin. Pada hari itu, Franka tampil elegan dengan kalung unik yang cuma ada satu di Indonesia. Kalung yang diberi nama 'Hujan Kata' itu diambil dari tulisan Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya yang berjudul Bumi Manusia. Pembuatannya sekitar tiga minggu dengan metode penulisan tangan. Kalimat yang tertulis pada kalung yang dikenakan Franka ini berbunyi "Cinta itu indah, begitu juga kebinasaan yang membuntutinya, orang harus berani menanggung akibatnya".




Simak Video "164 Desainer Bakal Unjuk Gigi di Fashion Show Virtual 'ISEF 2020'"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/kik)