Mengenal Kontes Putri Pariwisata yang Ramai Disebut Karena Kasus Prostitusi

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 27 Okt 2019 13:20 WIB
Foto: Dok. iStock Foto: Dok. iStock

Jakarta - Putri Pariwisata ramai diperbincangkan setelah seorang wanita yang dikaitkan dengan kontes kecantikan itu dikabarkan terlibat kasus prostitusi online. Meski bukan pemenang, tersangka berinisial PA telah mengakui dirinya memang finalis ajang tersebut. Putri Pariwisata Indonesia (PPI) sendiri merupakan ajang yang berfokus pada pariwisata dan kebudayaan. Putri yang terpilih pun nantinya akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism International.

Berdasarkan sejumlah sumber, PPI mulai diadakan pada 2008. Awalnya ajang tersebut dibuat untuk mempromosikan budaya negeri sebagai daya tarik dan kekuatan pariwisata. Terlebih ketika itu bertepatan dengan program Visit Indonesia Year 2008. Kontes ini pun bekerja sama dengan Kementerian Budaya dan Pariwisata Indonesia.

Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia yang sering ditayangkan di televisi itu pun selayaknya ajang-ajang kecantikan lain. Selain penampilan yang menarik, para kontestan tentu dituntut berperilaku baik dan berpengetahuan luas terutama dalam hal budaya dan pariwisata. Diharapkan jika nantinya mereka bisa menjadi agen promosi keindahan dan keragaman wisata termasuk kuliner Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

Para finalis pun biasanya akan melewati masa karantina. Dilansir situs Kemenpar, dikatakan bahwa mereka diberi pembekalan mengenai public speaking hingga pengetahuan terkait wisata sebelum malam final. Umumnya Putri Pariwisata akan diikuti oleh lebih dari 30 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Namun mereka juga dituntut untuk mengenal budaya dan pariwisata dari Sabang sampai Marauke.

Tak sekadar cantik, sebelum jadi finalis biasanya para peserta akan menjalani sejumlah tes, seperti pemeriksaan kesehatan, psikologi, dan penilaian tingkah laku. Dikatakan jika tes psikologi dilakukan untuk melihat kemampuan para kontestan dalam hal mengelola stres.

Setelah terpilih menjadi Putri Pariwisata Indonesia, pemenang ajang akan diberi tugas oleh Kemenetrian Pariwisata. Tak hanya promosi di dalam negeri, mereka biasanya juga akan mengenalkan Indonesia ke negara-negara lain sehingga dibutuhkan kemahiran berbahasa asing. Dikatakan pula jika para putri dituntut bisa merawat dan merias dirinya sendiri, seperti makeup dan memilih busana agar mandiri ketika bertugas.

Putri Pariwisata Indonesia pertama kali dimenangkan oleh Albertina Fransisca Mailoa pada 2008. Sedangkan pemenang terakhir ajang tersebut adalah Mawar Saleh dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak hanya PPI, tahun ini juga ditunjuk Putra Putri Pariwisata 2019 yakni Muhammad Fadly dari Sulawesi Tengah dan Puja Lestari mewakili Sumatera Barat.

Simak Video "Mantap! Limbah Paralon Disulap Jadi Miniatur Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)